Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemanasan Global Dan Keuangan Mikro

Keuangan Mikro Atasi Pemanasan Global
 
Pemanasan Global dan Keuangan Mikro seakan dua hal yang tak berhubungan sama sekali. Keuangan Mikro berbicara mengenai kemiskinan dan strategi untuk mengentaskannya. Sedangkan pemanasan global berbicara tentang perilaku manusia dalam memboroskan alam dan melobangi ozon yang membuat temperatur bumi semakin panas. Strategi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan kedua permasalahan tersebut juga berbeda. Keuangan mikro menekankan pada proses kapitalisasi dan peningkatan kemampuan masyarakat untuk memproduki jasa dan barang. Dan pemanasan global diatasi dengan mengurangi penggunaan benda-benda ataupun teknologi yang merusak alam.

Kedua hal yang tampaknya bertentangan tersebut ternyata mampu tampil sinergis dan cantik dalam satu program bersama yang dimotori oleh Grameen Shakti, Green Microfinance dan SEFA di Asia Selatan. Energi alternatif yang dapat diperbaharui merupakan bagian dari hak dasar yang juga dimiliki masyarakat miskin. Pemberdayaan masyarakat berarti usaha untuk membuat masyarakat memiliki sumber energi yang tak sepenuhnya tergantung oleh sistem pasar. Mahalnya harga energi listrik dan minyak tanah membuat masyarakat miskin tidak mampu meningkatkan produktifitasnya. Menjawab kebutuhan tersebut, Grameen Shakti dan juga SEFA membuat program keuangan mikro yang mendekatkan masyarakat kepada penguasaan energi alternatif. Solar cel menjadi salah satu energi alternatif yang dipilih dalam usaha mendekatkan masyarakat terhadap sumber energi yang terbarukan. Kondisi India dan bangladesh yang berada di garis equator seperti Indonesia membuat soal cel menjadi salah satu energi potensial.

Metode keuangan mikro yang diterapkan sangatlah sederhana. Grameen Shakti mengenalkan teknologi solar cel kepada masyarakat miskin. Kemudian microfinance digunakan sebagai strategi agar masyarakat mampu memiliki solar cel serta berbagai alat penunjangnya seperti lampu LED, accu dan berbagai konverter energi lainnya. Angsuran tersebut diselesaikan oleh kelompok masyarakat dalam kurun waktu tak lebih dari dua tahun dengan bunga bulanan maksimal 2-3% per bulan.

Model tersebut mampu membuat pedagang kaki lima seperti di Indonesia tak perlu melakukan pencurian listrik ataupun langgangan listrik kepada perusahaan listrik. Mereka cukup memanaskan sel surya pada siang hari dan menggunakannya untuk menerangi lapak tempatnya berjualan pada malam hari. Dalam kasus di India dan Bangladesh, hal tersebut mampu mengurangi konsumsi minyak tanah dari pedagang kaki lima. Hasil efisiensi tersebut mampu digunakan untuk mencicil biaya pembelian solar cel.

Tak hanya berhenti kepada kepemilikan. Program yang dilakukan Grameen Shakti dilanjutkan dengan alih teknologi kepada penggunanya. Beberapa perempuan yang menjadi target group dari Grameen Shakti dikenalkan strategi untuk merakit sel surya dan memperbaiki jika terjadi kerusakan. Artinya, pendekatan tersebut selain membuat masyarakat untuk menguasai teknologi alternatif tersebut tetapi juga melahirkan lapangan kerja baru kepada kelompok masyarakat miskin. Berbeda dengan Grameen Bank, SEFA memiliki pendekatan lainnya. Pilihan SEFA jatuh pada penggunaan biogas sebagai penggunaan energi alternatif bagi lingkungan rumah tangga. Pilot project mereka dilakukan pada sebuah restoran dan hotel yang sederhana di sebuah kota di India.

Tranformasi kepemilikan energi alternatif kepada masyarakat miskin melalui keuangan mikro menjadi salah satu strategi pemberdayaan. Energi alternatif bagi kelompok miskin sangatlah berarti dalam menghilangkan ketergantungan mereka terhadap sebuah sistem pemasaran energi. Di pihak lain, kasus di India membuktikan biaya konsumsi energi dalam bentuk minyak tanah yang masih tinggi dan belum meratanya  listrik membuat masyarakat miskin semakin termarginalkan. Keuangan mikro lagi-lagi masih mampu menjadi strategi untuk menjawab permasalahan kemiskinan. Tentu saja diperlukan modifikasi dan inovasi pendekatan baru.(gm)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook