Alpen Steel | Renewable Energy

~ CO2 Picu Pemanasan Global

Penangkal Pemanasan Global

BETUL apa yang dikatakan para ahli lingkungan bahwa hilangnya vegetasi hutan dan gundulnya pohon-pohon penyerap karbondioksida (CO2) adalah salah satu pemicu makin cepatnya pemanasan global. Namun, ada satu yang luput untuk disandingkan dalam menekan dan menangkal pemanasan global, yakni terumbu karang. Mengapa terumbu karang?

Alasannya cukup sederhana. Kita tahu karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil akan melayang di udara. Lalu, gas-gas itu ada yang diserap oleh tumbuhan (pohon-pohon) bersifat absorben dan ada yang kemudian jatuh ke air laut. CO2 yang lumer dalam air laut itu selanjutnya akan berubah menjadi karbon asida.

Unsur inilah yang selanjutnya akan diserap oleh hewan-hewan terumbu karang dan aneka kerang-kerangan, ketika mereka membangun sarang-sarang batu kapur. Jadi, di sini terumbu karang secara tidak langsung sangat membantu mengurangi atau menangkal volume gas rumah kaca dalam udara kita.

Tumbuh lambat

Terumbu karang itu adalah ekosistem yang sangat peka, terdiri atas berjuta-juta binatang renik yang dinamakan polyp yang berumur sampai berabad-abad. Terumbu karang sebenarnya merupakan hewan yang terkurung dalam kerangka luar yang mengandung kalsium.

Sebelum mengalami kerusakan akibat ulah manusia, terumbu karang terus berkembang dari tahun ke tahun. Prosesnya unik, batu karang baru terbentuk di atas batu karang lama sambil menyalurkan makanan kepada hewan-hewan di dalamnya. Luar biasanya lagi, batu karang ini terdiri atas sisa-sisa batu gamping dari hewan koral. Tiap-tiap spesies menciptakan bentuk dan pola tertentu, misalnya ada yang mirip daun, bintang, pipa, otak, atau salur tumbuh-tumbuhan.

Meski terus bertumbuah, batu karang ini tumbuh sangat lambat, bahkan beberapa spesies hanya tumbuh setengah inci setiap tahunnya. Artinya, jika manusia terus merusaknya tiap hari, bisa kita bayangkan bagaimana nasib dan proses perkembangan terumbu karang ini di kemudian hari? Sangat menyedihkan.

Tiga habitat

Tentu saja, menyelamatkan terumbu karang menjadi tugas kita semua sebagai warga bumi ini. Terutama bagi mereka yang biasa menyelam, olah raga menyelam, berenang, memancing ikan atau berperahu di daerah terumbu karang, harus ingat bahwa koral itu hewan hidup. Menurut Deevon Quirola, dkk, dalam laporannya bertitel Merawat Terumbu Karang disebutkan, apa yang Anda lakukan (atau tidak lakukan) dapat membawa dampak pada masa depan terumbu karang.

Artinya, kata Deevon, jika Anda mengikuti kursus menyelam, minta pelatih Anda agar mengajarkan teknik dan praktik yang tidak merusak lingkungan. Pada waktu di dalam air, ingatlah selalu bahwa sentuhan yang halus sekalipun dengan jari atau peralatan dapat merusak polyp yang sangat peka itu.

Begitu pun olah ragawan menyelam, hendaknya memakai pakaian apung agar dapat membetulkan letak-letak peralatan sambil terapung. Jadi, tidak berpijak pada terumbu karang. Bagi para penyelam, hendaknya juga menggunakan peralatan yang ringan dan berlatih mengapung.

Langkah nyata lainnya dalam menyelamatkan terumbu karang adalah dengan menjaga kelangsungan kehidupan ekosistem terumbu karang. Kita tahu, ekosistem lengkap terumbu karang itu sebenarnya tidak saja meliputi terumbu karang itu sendiri, tetapi juga menyangkut hamparan rumput laut dan hutan bakau di tepi pantai.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa keselamatan terumbu karang ini bergantung pula pada padang rumput laut dan hutan bakau. Hal itu merupakan siklus antara tiga habitat yang saling memengaruhi. Bila kita tidak merawat rumput laut dan hutan bakau, berarti kita juga tidak memelihara terumbu karang.

Dampaknya, tentu kondisi terumbu karang yang rusak akan menyebabkan meningkatnya pemanasan global. Sebaliknya, bila kondisi ekosistem terumbu karang selamat dari kerusakan, setidaknya proses pemanasan global bisa dikurangi atau diperlambat lajunya. ***

Arda Dinata
Anggota Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI)

Penulis:
Back
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook