Alpen Steel | Renewable Energy

~ Genangan Air Akibat Pemanasan Global

Pemanasan Global Penyebab Hujan

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut, Prof Syamsul Arifin menyatakan kondisi cuaca yang terus hujan sepanjang September ini diakibatkan oleh pemanasan global. Buruknya, kondisi cuaca ini tidak dapat lagi diserap oleh sungai sehingga terjadi genangan air di mana-mana.

“Disini pemerintah harus mengkaji berapa jumlah volume air permenit turun sehingga per tahunnya dapat diberi persentase berapa debit air yang keluar,” kata Syamsul di ruang kerjanya kemarin (8/9).

Debit air tersebut dapat dihitung berapa yang mengalir ke sungai dan berapa yang diserap lahan terbuka dan tertutup. Syamsul mengatakan, sungai di Medan sudah mengalami degradasi termasuk sendimen-sendimen dan lumpur. Kondisi ini mengakibatkan, setiap hujan turun sungai tidak dapat menampung kapasitas air yang masuk. Ini tidak hanya terjadi di Medan akan tetapi juga di seluruh wilayah Sumut. “Kedepan diharapkan pemerintah dapat membuat “sito” klam yang dapat menampung air,” ucapnya.

Parahnya, kondisi ini juga diperburuk dengan belum adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Belum lagi banyaknya drainase yang tidak berfungsi. “Di Medan sudah banyak berdiri perumahan, pemukiman yang tidak terkontrol. Akibatnya, tidak sebanding untuk bisa menyerap air,” katanya.

Imbasnya, juga dirasakan masyarakat yang berada di Pesisir Pantai Timur. Kalau sudah hujan di hulu, lanjut Syamsul, maka yang kena getahnya adalah masyarakat pantai.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Medan, Sabar Samsurya Sitepu menyebutkan kalau kondisi cuaca ini bisa semakin buruk jikga Dinas Bina Marga kota Medan tak serius menangani soal drainase.

Sabar bilang, perbaikan drainase pada P-APBD 2009 ini sudah ada penambahan anggaran mencapai Rp30 miliar, tapi hal ini bisa berefek kepada tak terlaksana bila instansinya kurang serius menanganinya.

Dia menyebutkan, keseriusan ini dimulai dari komitmen menyiapkan peta drainase yang sekarang tidak ada di Pemko Medan. Kemudian, menyiapkan dari sisi komitmen Sumber Daya Manusia (SDM) yakni sikap untuk mengunggulkan kualitas proyek pengerjaan. “Tapi yang terpenting itu harus disediakan dulu Peta Drainase-nya, sehingga pelaksanaan pengerjaan bisa tuntas,”bilangnya.
Kepala Dinas Bina Marga kota Medan, Gindo Maraganti Hasibuan menyampaikan, komitmen untuk menata dan memperbaiki drainase tetap ada dari dirinya. Walau sekarang belum tampak jelas, dan masih adanya luapan air yang ada. Hal inilah yang tetap diantisipasi agar luapan air tak sampai menggenangi Kota Medan.

Dia mengakui, ketika dirinya dilantik pada April lalu dalam waktu satu bulan akan membuat gebrakan mengurangi titik banjir, sehingga setiap harinya dari 95 titik rawan genangan banjir di Kota Medan bisa tuntas. Tapi, hal ini masih terkendala dengan berbagai persoalan yakni anggaran. “Makanya di P-APBD ini diharapkan bisa menampungnya dan pelaksanaan pengorekan drainase juga bisa berjalan baik,”tegasnya.
Terkait dengan peta drainase, dia menyampaikan pihaknya sedang berupaya mencarinya dan menyiapkannya, sehingga dengan peta ini ada panduan untuk mengikuti alur drainase yang ada di Kota Medan. (mag-2/ril)

Keyword:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook