Alpen Steel | Renewable Energy

~Desa Terpencil Ini Pakai Turbin Angin untuk Suplai Listrik

TEMPO.CO,Tasikmalaya:Kepala Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Udong Firman, merasa bungah. Pasalnya, kini rumah warganya yang berada di lokasi terpencil sekali pun sudah teraliri listrik. Listrik tak lagi dipasok melalui kabel sambungan seadanya dari rumah tetangga terdekat yang telah terpasang setrum milik Perusahaan Listrik Negara. Listrik swadaya ini berasal dari pembangkit listrik tenaga angin semilir.

“Kabel sambungan yang bukan standar PLN itu mencemaskan karena bisa putus oleh cuaca dan pepohonan. Selain itu, rawan hubungan pendek arus,” ujar Udong saat dihubungi pada awal Oktober 2015.

Ya, mereka memakai pembangkit listrik angin semilir alias turbin angin kecepatan rendah (vent turbine low speed generator) ciptaan tim dosen Fakultas Rekayasa Industri Telkom University, Bandung, yang mereka namai Turbin Angin Trengginas. Riset pembuatan turbin itu dimulai sekitar lima tahun lalu. Biaya riset hingga turbin itu jadi sebesar Rp 100 juta berasal dari kampus Telkom dan sumbangan satu stasiun televisi swasta.

Bagian tersulit adalah pembuatan generator yang mengubah energi angin menjadi listrik. Menurut Rosad Ma'ali El Hadi, anggota tim, untuk turbin kecepatan angin rendah, belum ada yang membuat dan nihil contoh produknya di pasar Indonesia. Berbeda dengan turbin angin listrik berukuran besar untuk memanen tiupan angin kencang yang sudah banyak tersedia. Walhasil, tim dosen harus membuat turbin dari nol.

Kondisi angin di Indonesia pun bisa jadi kurang menjanjikan. "Hal itu bisa kita lihat dari sejarah, mengapa Belanda tak membangun kincir angin di Indonesia seperti di negaranya," ujar Rosad.

Namun asumsi itu bisa dimentahkan. "Turbin ini bisa menghasilkan listrik dengan kecepatan angin sepoi-sepoi, mulai 2 hingga 4 meter per detik," kata ketua tim, Rohmat Saedudin, yang juga Wakil Dekan Fakultas Rekayasa Industri Telkom University. Kunci rahasianya terletak pada generator yang mereka kembangkan. Lantaran belum dipatenkan, jeroan generator itu tidak mereka publikasikan.

Turbin angin ini berbentuk lingkaran bergaris tengah 75 sentimeter. Beratnya 8-10 kilogram dan ditopang sebatang tiang besi seperti tiang bendera setinggi 8 meter. Di bagian tengah turbin itu dipasang pelek ban sepeda mini. Pada jari-jari pelek ditempelkan potongan plastik mika hitam berbentuk segitiga berjumlah sembilan yang menjadi baling-baling.

Pelek itu dikelilingi generator yang dibungkus rapat cangkang berbahan plastik berwarna putih agar tidak terkena cipratan air hujan. "Pakai velg sepeda supaya ekonomis dan mudah didapat kalau perlu penggantian atau bikin lagi," ujar Rosad.

Di kedua sisi alat itu diberi sirip seperti kacamata kuda yang berfungsi layaknya kemudi. Ia akan mengikuti arah datangnya angin lalu mengarahkan lingkaran turbin yang bisa berputar 360 derajat. Jadi, ke mana pun angin berembus, turbin akan selalu berputar.

Putaran pada pelek sepeda yang diembus angin menghasilkan medan magnet di generator hingga muncul arus listrik. Setrum kemudian dialirkan lewat kabel ke inverter yang mengubah arus searah menjadi dua arah. Inverter itu diletakkan di bawah tiang turbin di dalam kotak berbahan baja antikarat.
 
Dari inverter, setrum dialirkan ke baterai yang juga ditempatkan di dalam kotak. Untuk menyimpan setrum, digunakan baterai dari mobil truk yang dapat menyimpan daya sebesar 500-650 watt. Dari baterai, listrik dialirkan kembali ke inverter. Setelah itu, listrik baru masuk ke rumah lewat kabel dengan tegangan 220 volt.
 
Instalasi listrik di rumah warga untuk sementara juga masih dibatasi untuk empat lampu LED di kamar atau ruangan yang berdaya total 20 watt. "Sesekali kalau ada hajatan, misalnya, boleh dipakai maksimal sampai 650 watt," ujar Rosad. Tujuannya, agar perangkat itu bisa bertahan lama dari ancaman kerusakan.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook