Alpen Steel | Renewable Energy

~ Lampu (Listrik) Terlalu Lama Padam, Peternak Ayam Di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi Terganggu

Jambi Alami Pemadaman Listrik
Janji PLN Tidak Pernah Terwujud

 

Jambi, Kompas - Perusahaan Listrik Negara Jambi kini melakukan pemadaman listrik secara bergilir pada setiap akhir pekan. Hal itu dilakukan terkait upaya pemeliharaan jaringan kelistrikan. Namun, pemadaman ini menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi konsumen.

Manajer PLN Cabang Jambi Sudarto Yatim mengatakan, Minggu (4/4), pemadaman dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 16.00 secara bergantian kepada seluruh pengguna, sejak Sabtu hingga Minggu. Pemadaman telah berlangsung dua bulan terakhir ini, dan diperkirakan baru akan berakhir pada akhir April 2010.

”Pemadaman ini kami lakukan pada akhir pekan saja. Ini tidak terlalu mengganggu aktivitas kerja masyarakat,” kata Sudarto.

Menurut Sudarto, pemeliharaan dilakukan di wilayah Kota Jambi dan sekitarnya berupa pemangkasan pohon-pohon besar yang berada di jalur jaringan PLN. Pemangkasan bertujuan agar jaringan listrik tidak terganggu. ”Pohon-pohon dipangkas supaya tidak mengganggu jaringan listrik kami,” tuturnya.

Sudarto menegaskan, Jambi sesungguhnya tidak sedang mengalami defisit listrik. Namun, dalam pantauan di sejumlah wilayah, pemadaman listrik masih kerap terjadi. Di Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, misalnya, pemadaman listrik berlangsung sejak Sabtu pukul 23.00, dan hingga Minggu pukul 15.00 listrik belum juga menyala kembali.

”Lampu (listrik) terlalu lama padam. Kalau seperti ini membuat pekerjaan kami jadi sangat terganggu,” ujar Dwi, peternak ayam di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi.

Ganggu ekonomi

Menurut Dwi, untuk menetaskan telur-telur ayam, lampu harus menyala pada suhu tertentu dan berlangsung secara stabil. Namun, pemadaman listrik yang cukup lama dapat mengganggu penetasan telur ayam.

Romi, warga Cempaka Putih, mengatakan, pemadaman listrik di wilayahnya berlangsung hingga dua kali dalam satu hari, Sabtu (3/4). Listrik semula padam pada pukul 08.00-15.00. Setelah itu, padam kembali hampir dua jam lamanya pada pukul 16.00.

Menurut Romi, pemadaman listrik selama satu hari mengakibatkan aktivitas pengeditan video miliknya terganggu. ”Saya sedang mengedit gambar video, lalu tiba-tiba lampu mati dan baru menyala kembali sore harinya. Selama lampu mati, pekerjaan benar-benar terhenti. Kondisi ini jadi merugikan kami,” ujar Romi.

Romi mengatakan, PLN pernah menjanjikan sejak 2009 tidak akan terjadi lagi pemadaman listrik. Namun, nyatanya pemadaman masih kerap terjadi hingga kini. ”Energi penghasil listrik di Jambi, seperti batu bara, cukup besar. Namun, Jambi masih sering terjadi pemadaman,” tuturnya.

Saat ini, pasokan listrik untuk Jambi lebih banyak memanfaatkan tenaga gas. Berdasarkan data PLN Jambi, penggunaan gas pada pembangkit wilayah Sumatera bagian Selatan dan Tengah mencapai 33,1 persen. Disusul batu bara (30,4 persen), air (33,9), dan bahan bakar minyak (3 persen).

Selain itu, pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak untuk produksi listrik berjumlah tujuh unit, meliputi PLTG Tarahan, PLTD Teluk Betung, dan PLTD Talang Padang di Lampung; PLTD Sungai Juaro di Palembang; PLTD Suka Merindu dan PLTD Pulau Bay di Bengkulu; serta PLTG Pauh Limo di Sumatera Barat.

Dari seluruh pembangkit listrik tersebut, hanya PLTD Sungai Juaro yang dapat melaksanakan gasifikasi ke gas atau batu bara. Adapun yang lainnya akan sangat sulit terwujud karena letak pembangkitnya jauh dari sumber bahan bakar jenis lain, selain minyak. (ITA)

 

Sumber : Kompas


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook