Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Keluhkan Warga

Warga Keluhkan Pemadaman Listrik

Saat ini masyarakat di Kabupaten Buol mengeluhkan terjadinya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN Ranting Leok Kabupaten Buol. Pemadaman sudah terjadi sejak Januari lalu dan sangat terasa pada tiga pekan terakhir ini. Terlebih-lebih lagi yang terjadi pada dua unit mesin milik Pemkab Buol yang dikelola PLN yang dinyalakan pada siang hari tidak bisa dihidupkan, karena Pemkab bersama PLN masih menunggu pengesahan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Buol, Ahmad Batalipu Ssos, kepada Radar Sulteng, mengatakan, pemadaman listrik pada siang hari, karena dua unit mesin milik Pemkab Buol saat ini tidak memiliki BBM lagi. Pemkab yang bekerjasama dengan PLN masih menunggu pengesahan anggaran pembelian BBM jenis solar dari TPAD Kabupaten Buol. “Pemkab tinggal menunggu pengesahan dari TPAD untuk mencairkan dana pembelian BBM solar di pertamina di Tolitoli,” ungkap Ahmad Batalipu Ssos.

Sejauh ini, tambah Ahmad, Pemkab Buol masih meminjam BBM solar kepada PLN sebanyak 11 ribu liter yang belum tergantikan hingga saat ini. Sehingga PLN dalam operasionalnya harus pandai mengirit solar. Makanya bisa dilihat sekarang lampu menyala dua hari dan sehari padam. Dengan kata lain, menggunakan pola dua satu, maksudnya dua kali menyala dan satu kali padam. “Konsekuensinya lampu padam pada siang hari, karena mesin Pemkab Buol tidak punya BBM lagi berhubung dana untuk pengadaan BBM belum cair. Bahkan kami sampai hari ini masih meminjam pada PLN. Jadi itu masih terhitung hutang sebanyak 11 ribu liter,” terang Ahmad

Ia juga memaparkan, anggaran pengadaan solar untuk membiayai dua mesin saat ini sebesar Rp380 juta per bulan. Sebelumnya pada tahun 2008 yang lalu Pemkab Buol harus membeli BBM setiap bulannya sebesar Rp800 juta, namun setelah harga BBM mengalami penurunan sehingga menjadi Rp380 juta per bulan saat ini.

“Kami setiap bulan harus membeli solar Rp 380 juta per bulannya, inilah yang harus dibayar oleh Pemkab Buol untuk dua unit mesin milik Pemkab Buol yang ada di PLTD di Kumaligon yang dikelola oleh PLN Buol selama ini. Belum lagi Pemkab harus menanggung sisa hutang sebanyak 11 ribu liter pada PLN,” kata Ahmad lagi.

Kondisi inilah yang membuat mesin Pemkab Buol belum bisa difungsikan, sehingga pemadaman pada siang hari masih terus terjadi hingga waktu yang belum ditentukan. Di sisi lain satu unit mesin PLN sendiri masih rusak seperti yang diungkapkan Kepala PLN Buol, Alvian Takasihaeng, kepada koran ini. Karena itu, pemadaman bergilir “terpaksa” harus dilakukan pada malam hari. “Kami masih melakukan pemadaman pada malam hari karena satu unit mesin kami masih mengalami kerusakan. Bila dipaksakan mesin akan rusak permanen,” pungkasnya.

(cr3/mch) BUOL

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook