Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Membuat Pengusaha Tidak Nyaman

Pemadaman Listrik, Buruh Bikin Tidak Nyaman Pengusaha

Adanya perlawanan buruh terhadap pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri tentang "Pengoptimalan Beban Listrik Melalui Pengalihan Waktu Kerja pada Sektor Industri di Jawa-Bali" yang ditunjukan dengan rencana organisasi serikat pekerja mengajukan gugatan hukum uji materi, semakin menambah kecemasan dan ketidak nyamanan pelaku industri. Bambang Soesatyo, Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (17/7), mengatakan, kendati sudah ada pembicaraan dengan beberapa organisasi serikat pekerja, perbedaan persepsi dalam menyikapi SKB masih cukup tajam.

Menurut dia, buruh menghendaki ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan harus ditaati pengusaha yang menyatakan hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Jika tetap diharuskan bekerja, maka pengupahannya harus masuk dalam perhitungan lembur. Sementara pengusaha, hanya mau membayarkan lembur apabila jumlah jam kerja buruh melampaui 40 jam per minggu.

Kondisi tarik ulur ini dinilainya telah menimbulkan keresahan. Tidak saja para pengusaha, tetapi juga para buruh. Pengusaha khawatir pemerintah tidak bersikap tegas dan membiarkan SKB berjalan dengan persepsi masing-masing. Akibatnya, produktivitas akan menurunkan dan mengancam keberlangsungan usaha. Pelaku usaha kembali menghimbau pemerintah untuk mengkaji kembali pemberlakuan SKB pada 31 Juli 2008.

"Buat apa tergesa-gesa diterapkan, kalau hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Beralihnya dua hari jam kerja industri dariSenin-Jumat ke Sabtu-Minggu, bukan perkara mudah dilakukan dalam waktu singkat. Sebab, harus dicocokan dahulu dengan aktivitas pemasok dan para vendor terkait," ujarnya.

Belum lagi, tambah Bambang, para investor asing di sini juga perlu waktu membuat jadual baru dan prosedur yang bisa diterima perusahaan induknya. Jadi memang langkah terbaik yang harus dilakukan pemerintah adalah menunda pemberlakuan SKB itu sampai para pengusaha dan pekerja benar-benar siap, termasuk pemasok, vendor dan perusahaan induk para investor asing di tanah air. Kalangan Pengusaha berharap ketegasan dan opsi yang ditawarkan pemerintah tidak mengorbankan industri. Pelaku usaha berharap masalah krisis listirik dan SKB cepat diselesaikan untuk meminimalkan gesekan sosial di tingkat pekerja.


OSA
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook