Alpen Steel | Renewable Energy

~ Peralatan RS Undata Rusak Akibat Listrik Padam

Pemadaman Listrik Rusak Peralatan RS Undata

Pemadaman listrik yang terjadi hampir tiap malam di Kota Palu selama beberapa tahun terakhir, mengakibatkan  alat CT scan atau pemindai di Rumah Sakit Undata, Palu, Sulawesi Tengah,  rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Perangkat pengolahan data seperti komputer juga ikut rusak.

Demikian dikemukakan Direktur RS Undata dr Roisul Ma'arif di Palu, Rabu (4/6).  ''Sekarang alat CT scan tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Pemadaman yang sering terjadi,  apalagi mendadak.  Sedang kami usahakan untuk diperbaiki, tapi belum bisa. Harus diganti baru, padahal harganya mahal. Dulu saja saat kami beli harganya Rp 2 miliar, sekarang sudah sekitar Rp 7  miliar,'' kata  Roisul Ma'arif.

Sudah begitu, ujar Ma’arif  melanjutkan,  pihaknya juga terbebani  biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk solar, guna menyalakan genset bila lampu padam. Menurut Ma'arif kendati pihak rumah sakit menyiapkan genset untuk menyiasati keadaan bila lampu pada, tetap saja, pemadaman yang tiba-tiba dan dalam waktu lama dan dua kali sehari, menganggu palayanan rumah sakit.

''Genset kami utamakan untuk peralatan yang diperlukan untuk pelayanan pada pasien. Kadang, bila lampu padam dalam waktu lama, mesin cuci tidak bisa dioperasikan, kegiatan di dapur terganggu. Padahal kalau ada pemberitahuan sebelumnya, kami bisa mengantisipasi dengan baik,'' kata Ma'arif.

Pemadaman yang kerap terjadi, tambah Ma'arif, juga membuat pihak rumah sakit harus mengeluarkan biaya tambahan untuk genset. Sebagai gambaran, untuk menyalakan genset berkekuatan 380 KVA, dibutuhkan 30-40 liter solar/jam. Padahal sekali padam, waktunya bisa sampai lima jam, bahkan dua kali sehari.

''Setiap bulan, kami bayar listrik sampai Rp 50 juta. Sejauh ini, pembayaran tidak berkurang, sementara kami harus keluarkan biaya tambahan untuk solar. Selama ini, biaya BBM hanya untuk kendaraan operasional termasuk ambulans,'' kata Ma'arif.

Dampak pemadaman bergilir di Palu, juga dirasakan oleh sejumlah pengusaha. Pengelola Warnet Geonet di Jalan Kartini, Palu misalnya, mengaku omzetnya berkurang sampai 50 persen akibat pemadaman.

Krisis listrik di Palu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. PLN Cabang Palu hanya mengoperasikan PLTD yang menghasilkan 22 MW, sementara PLTU Mpanau yang dikelola Pemkot Palu, menghasilkan 20 MW. Masalah batu bara, selama ini menjadi kendala yang menyebabkan PLTU Mpanau kerap tidak beroperasi.

Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pemadaman juga dikeluhkan warga setempat. Anak-anak yang duduk di bangku SD-SMA tidak bisa mengulang pelajaran dan sulit menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik, karena pemadaman terjadi saat sebelum jam tidur, yakni pukul 19.00-21.00.

“Saat ini  musim ujian, sementara  penerangan listrik tidak normal. Saya khawatir banyak anak-anak yang memperoleh nilai ujian kurang bagus,” kata Farhan (30), warga Kabupaten Majene. (REN/NAR)

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook