Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Dikeluhkan Warga Pekanbaru

Warga Pekanbaru Keluhkan Pemadaman Listrik

Sejumlah warga Pekanbaru, Riau, mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi sejak awal bulan Mei tidak sesuai jadwal seperti dijanjikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sejumlah warga Kelurahan Tengkareng Timur, Kecamatan Tenayan Raya, mengeluhkan pemadaman yang terjadi setiap hari selama seminggu terakhir. Mereka mempertanyakan komitmen pihak PLN yang sebelumnya berjanji, pemadaman akan dilakukan bergilir tidak lebih dari dua jam. "Listrik selalu padam lebih dari dua jam dalam seminggu terakhir, ini jelas bukan pemadaman bergilir," keluh Roni (35), seorang warga setempat.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Ilham (26), yang mengeluhkan pemadaman listrik telah mengganggu aktivitas warga. Menurut dia, PLN seharusnya juga memadamkan listrik papan reklame dan lampu hias di jalan-jalan protokol yang lebih banyak menyedot listrik. "Tidak lucu kalau rumah warga padam, sedangkan papan reklame dan lampu hias terang benderang. Itu sangat ironis," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Teknik PT PLN Wilayah Riau-Kepri Tagor Sidjabat meminta masyarakat bersabar. Pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena gangguan pada PLTU Ombilin (Sumatera Barat) dan juga PLTU Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, akibat menurunnya debit air waduk. Akibatnya, PLN mesti melakukan pemadaman listrik hingga 200 Megawatt (MW) tidak hanya di Riau, melainkan juga di Sumatera Barat dan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.

"Di Riau daratan diberi kuota pemadaman mencapai 23 sampai 25 MW. Wilayah yang terpaksa dipadamkan adalah Pekanbaru, Dumai dan Rengat (Kabupaten Indragiri Hulu)," katanya.

Ia mengakui bahwa PLN sebelumnya berjanji pemadaman listrik tidak lebih dari dua jam mulai pukul 18:00-24:00 WIB. Namun, terkadang pihaknya terpaksa memadamkan lebih lama karena beban puncak pada jam tersebut terlampau besar, yakni sudah mencapai 284,5 MW. "Itu dilakukan terpaksa karena kami menunggu beban puncak turun dahulu, baru listrik dialirkan kembali," katanya.

Ia juga mengakui, penggunaan listrik di papan reklame menyedot daya sangat banyak. Satu reklame yang terpasang delapan lampu sorot, masing-masing menggunakan bohlam berdaya 100 watt.

Namun, ia juga menjelaskan kalau PLN juga memutus aliran listrik di papan reklame, lampu hias hingga penerangan jalan umum pada saat pemadaman begilir. Hanya saja, tidak bisa dilakukan terlalu lama, karena pemasang reklame sudah terlanjur membayar uang listrik di muka. "Mereka sudah bayar, kalo dipadamkan bisa buruk untuk iklim bisnis," katanya.

Menurut dia, PLN sudah berkomitmen pemadaman bergilir akan berakhir pada 8 Juni mendatang setelah perbaikan di PLTU Ombilin terselesaikan.

KOMPAS, PEKANBARU

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook