Alpen Steel | Renewable Energy

PEMADAMAN LISTRIK MASIH MERESAHKAN

Pemadaman listrik yang masih terjadi hingga saat ini di berbagai daerah membuat masyarakat resah. Bahkan, di Merauke, Papua, keresahan dialami para pedagang pasar yang dirugikan karena omzet penjualan turun.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, keresahan warga diwujudkan dengan kembali berunjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Cabang Samarinda, Kamis (13/12). Unjuk rasa dilakukan seratusan anggota Forum Masyarakat Korban PLN Kaltim. Aksi ini dilakukan karena PLN dianggap tak konsisten melaksanakan kesepakatan sebulan lalu, yakni mengurangi pemadaman.

Setelah aksi sebulan lalu, selama dua pekan pemadaman berkurang. Namun, dua minggu terakhir, pemadaman makin parah. Pemadaman terjadi dua hingga tiga kali dalam sehari.

Dalam pertemuan dengan PLN, forum memahami bahwa pemadaman tidak terhindarkan. Namun, mereka minta pemadaman tidak lebih dari dua jam sehari. PLN tidak mampu memenuhi permintaan itu.Manajer PLN Cabang Samarinda Yadi Rismayadi mengatakan, dua minggu terakhir dua mesin pembangkit dirawat. Produksi daya menurun sehingga pemadaman tak bisa dihindari.

Asisten Manajer Distribusi PLN Samarinda Natan menambahkan, beban puncak di Sistem Mahakam 195 megawatt. Padahal, kemampuan pembangkit maksimal 170 MW sehingga defisit 25 MW. "Karena ada perawatan, defisit bertambah menjadi sekitar 40 MW," kata Natan.

Forum tidak puas dengan penjelasan itu. Dandri Dauri selaku koordinator forum mempertanyakan upaya PLN mengurangi pasokan daya ke pelanggan besar, misalnya pabrik, hotel, pertokoan, dan tempat hiburan. Dalam aksi terdahulu, PLN bersedia mengurangi pasokan daya pada tempat-tempat itu.

Omzet berkurang

Di Merauke, pemadaman listrik membuat konsumen enggan berbelanja di dalam pasar. Pemadaman sejak bulan lalu menyebabkan pedagang kehilangan omzet sampai 40 persen dibandingkan Oktober. Total nilai perputaran uang yang hilang dari pasar itu berkisar Rp 160 juta per hari.

Pemadaman bergilir ke Pasar Baru Merauke di Mopah Baru dimulai November lalu. Ali Syahbana, pedagang pakaian, mengeluh karena sepi pembeli sejak aliran listrik mati. "Biasanya, omzet saya sekitar Rp 1 juta per hari. Menjelang Natal, seharusnya omzet naik menjadi Rp 4 juta per hari. Akan tetapi, kini omzet saya Rp 500.000 per hari," kata Ali.

Lain halnya di Nusa Tenggara Timur. Hingga kini belum semua daerah mendapat listrik 24 jam dan di beberapa daerah masih dilakukan pemadaman bergilir.

Menurut Deputi Manajer Perencanaan Sistem PT PLN NTT Didit Hadisantoso, Kamis, PLN NTT saat ini rugi Rp 1,5 miliar setiap hari atau sekitar Rp 550 miliar per tahun. Ini disebabkan biaya produksi Rp 2.500/kWh, sedangkan harga jual kepada masyarakat hanya Rp 650/kWh.

KOMPAS SAMARINDA

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook