Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLN Samarinda Didemo Ratusan Orang

RATUSAN ORANG KEMBALI MENDEMO PLN SAMARINDA

Sekitar 200 orang kembali berdemontrasi di Kantor PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Cabang Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (12/11). Demonstrasi lanjutan setelah aksi pertama pada sebelas hari sebelumnya kembali dilakukan oleh Forum Masyarakat Korban Perusahaan Listrik Negara Kalimantan Timur.

Aksi itu dimulai sekitar pukul 11.30 Wita. Akibatnya, PLN terpaksa menutup loket layanan pembayaran rekening di bagian depan gedung. Puluhan polisi dan satuan pengamanan PLN berjaga-jaga di gerbang. Aksi itu tak sampai berujung penyegelan sementara seperti pada aksi sebelumnya.

Demonstrans meminta pimpinan PLN menjelaskan mengapa pemadaman masih terjadi. PLN juga diminta tak melaksanakan perawatan besar mesin pembangkit agar pemadaman yang lama tak terjadi. PLN juga diminta menghentikan pasokan listrik ke hotel, pusat perbelanjaan, pub, dan diskotek.

Dalam aksi terdahulu, PLN menyanggupi pemadaman rumah warga berkurang. Caranya dengan mematikan penerangan jalan raya, penginapan, pub, diskotek, dan pertokoan kurun waktu 17.00 – 22.00 Wita atau pada beban puncak.

“Tetapi mengapa pemadaman masih terjadi,” kata Dandri Dauri koordinator forum itu. PLN pun ditantang agar berani membuat pernyataan tertulis yang isinya menjamin tak ada lagi pemadaman listrik di rumah warga.

Asisten Manajer Distribusi PLN Samarinda, Natan, beban puncak akibat pemakaian listrik kurun waktu tadi sebesar 195 MegaWatt (MW). Namun, kemampuan pembangkit menghasilkan daya maksimal 170 MW sehingga defisit 25 MW.

Dengan pemadaman itu, pemakaian listrik akan hemat 10-15 MW. Daya bisa disalurkan ke rumah warga sehingga jumlah yang padam semakin sedikit. Pemadaman bisa tak terjadi jika masing-masing pelanggan menghemat pemakaian 50 Watt. Jika itu dilakukan, penghematan total bisa mencapai 15 MW.

Strategi ini, kata Natan, tidak akan berlangsung lama karena akan ada tambahan 5 MW lagi bulan ini. Selain itu, PLN masih membangun pembangkit listrik tenaga diesel terapung di Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kartanegara. PLTD berbahan bakar minyak kapal (marine fuel oil) itu ditarget mengalirkan listrik sampai 30 MW mulai April 2008.

Namun, demonstran tidak bersedia menunggu. Pemadaman akibat krisis daya sudah terjadi hampir empat tahun ini. Demonstran meminta PLN memfasilitasi pertemuan dengan dewan perwakilan rakyat daerah, pemerintah provinsi, direksi PLN, dan masyarakat dalam waktu kurang dari sebulan. Pertemuan dilakukan agar pemadaman tidak terjadi lagi.

Menurut Dandri, pemerintah akan didesak membeli atau menyewa mesin pembangkit listrik untuk mengatasi pemadaman. Untuk itu, DPRD perlu diajak bertemu.

KOMPAS SAMARINDA

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook