Alpen Steel | Renewable Energy

Positifnya Mati Lampu

Rencana PLN yang akan melakukan pemadaman bergilir di jakarta dan sekitarnya mulai tanggal 11 sampai dengan 25 Juli 2008 dan tulisan Bung JC, mengingatkan pengalaman saya waktu bertugas di Pulau Sumatera dari tahun 1995 – 2003. Saya bertugas mulai dari Propinsi Sumatera Selatan, Jambi sampai Propinsi Riau. Ditahun-tahun itu pemadaman bergilir terjadi sebanyak 2 kali dalam seminggu. Biasanya antara pukul 17.00 sampai dengan 21.00 WIB. Mungkin karena terbiasa dan bosan protes, akhirnya saya menerima dengan menggerutu tentunya.

Saya setuju dengan tulisan Bung JC, apakah PLN tidak belajar selama ini? Atau memang tidak mau belajar? Apakah tidak ada persiapan menghadapi pertumbuhan ekonomi yang sangat membutuhkan listrik? Dan ribuan pertanyaan lainnya. Dan untuk semua jawaban itu hanya PLN saja yang bisa menjawab. 

Saya pernah mendengar pidato Wakil Presiden Jusuf Kalla di pertemuan Saudagar Aceh (kalau tidak salah akhir tahun 2007), pemadaman bergilir merupakan salah satu tanda kemajuan ekonomi masyarakatnya. Beliau berkata semakin makmur masyarakat, semakin banyak alat elektronik yang dimiliki. Berarti semakin tinggi kebutuhan akan listrik. Kalau sebelumnya hanya mendengarkan radio, setelah mampu beli TV, mereka akan menyaksikan televisi. Jika sebelumnya puas dengan kipas angin, setelah kaya, tidak nyaman kalau tidak menggunakan Air conditoning (AC). Dan seterusnya.

Pola pikir beliau memang tidak salah, PLN sebagai satu-satunya penyedia listrik nasionallah yang seharusnya dapat mengantisipasinya.

Saya juga bingung dengan PLN Bung Josh, katanya tidak punya dana untuk membangun Pembangkit listrik baru, tapi fasilitas buat karyawannya, bikin yang lainnya ngiri. Kalau ingin tau fasilitas yang mereka dapat, silahkan tanya sendiri ke pegawai PLN. Seyogyanya jika suatu perusahaan merugi, maka yang dibatasi pertama kali adalah fasilitas buat karyawan. 

Kalau dibilang PLN sarang koruptor, juga tidak bisa dibilang begitu. Mungkin kita masih ingat, Direktur utama PLN sebelum yang sekarang pernah ditangkap dan ditahan beberapa bulan untuk kasus korupsi pembangunan pembangkit listrik di Sumatera Selatan, tapi tidak ada kabar kelanjutannya (berarti secara hukum nasional belum dikatakan bersalah). KPK meski sudah keluar masuk senayan (gedung DPR/MPR), tapi belum ada tangkapan yang signifikan di PLN (CMIIW).

Kembali ke judul positifnya mati lampu, saya hanya menceritakan siasat tetangga-tetangga saya waktu mati lampu. Memang mati lampu membuat rumah tidak nyaman, tidak bisa nonton TV, sejuknya AC (buat yang pakai), merdunya suara penyanyi di radio favorit. Berikut ini langkah-langkah untuk mengambil hikmah mati lampu :

Berkunjung ke rumah teman/saudara yang rumahnya tidak kena giliran mati lampu. Selain meningkatkan silaturahmi, mengurangi biaya listrik sendiri, dapat suguhan gratis dan lain sebagainya.

Bercengkerama dengan tetangga dihalaman dengan diterangi sinar bulan atau lilin. Untuk dijakarta, selama ini kita jarang bergaul dengan tetangga, dengan mati lampu, bisa kita berkenalan dan bergaul dengan mereka. Siapa tahu dapat menyambung kerjasama bisnis atau kekeluargaan. Khan anak tetangga bisa dijadikan menantu atau pacar buat yang bujangan. Tetapi jangan lupa bawa obat nyamuk dulu, soalnya nyamuk jakarta mengandung demam berdarah. he...he.....he.........

Mengadakan candle light dinner di halaman dengan anak istri. Dengan mati lampu, anak-anak tidak menonton acara TV dikamarnya sendiri-sendiri. Saya yakin bagi kokiers dan kokoer dijakarta dan sekitarnya dirumahnya pasti TV nya ada yang lebih dari satu. Dengan mati lampu, kita bisa mengobrol; sepuasnya dengan anak-anak kita. Keadaan yang jarang kita lakukan dalam kondisi normal. Tentu saja makanannya, karena listrik mati ngak bisa masak, beli aja di pedagang keliling. Lumayan ngirit daripada makan di restoran.

Jika tempat bekerja tidak terlalu jauh dari rumah, ajak tetangga-tetangga anda berolahraga bersama. Biasanya tempat-tempat olahraga menyediakan genset saat pasokan listrik dari PLN mati. Tapi kalau sudah terlalu capek pulang kerja, pilihan kegiatan pertama sampai ketiga, lebih mudah dilaksanakan.

Tidur lebih cepat. Bagi keluarga muslim, paginya bisa dimanfaatkan dengan menjalankan sholat subuh berjama'ah sekeluarga baik dirumah, maupun di masjid atau mushola disekitar rumah. Dan dilanjutkan dengan olah raga pagi bersama-sama. Tidak perlu menunggu week end lagi. Bagi yang sudah berpasangan, pilihan ini cukup menarik, sehingga kemungkinan sembilan bulan lagi angka kelahiran bayi diperkirakan meningkat tajam.

Karena emergency lamp terbatas, anda bisa menemani anak anda belajar, sambil baca koran atau majalah. Kebiasaan yang pasti jarang kita lakukan dalam kondisi biasa.

Itu beberapa nilai positif pemadaman listrik, tapi tentu saja anda harus tetap hati-hati. Matikan lilin sebelum tidur atau meninggalkan rumah, waspada akan keamanan rumah dan lingkungan saat terkena giliran pemadaman listrik. Selain itu tetap langsung pulang ke rumah meskipun tahu kalau daerah rumah anda terkena pemadaman listrik, karena keluarga anda juga tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Itu untuk kondisi mati listrik di malam hari, jika matinya siang, anda tinggal melakukan improvisasi saja.

Seperti yang pernah saya tulis, bijaksanalah menghadapi realita tinggal di Indonesia dan menjadi Warga Negara Indonesia dan tetap kritisi PLN agar memperbaiki dirinya.

Thank u Zev!!!!

MODERATOR - Penanggungjawab: ZEVERINA

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook