Zona Interkoneksi Aceh-Sumut Gelap Delapan Jam Sehari

Janji PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) 16 Mei lalu untuk “menggelapkan” sebagian Aceh pada malam hari sejak bulan Juni, sekarang menjadi kenyataan. Terhitung Rabu, (13/6) pukul 00.01 WIB hingga bulan Agustus, sejumlah kabupaten/kota di Aceh yang termasuk ke dalam kawasan interkoneksi PLN Pembangkit Sumbagut bakal gelap, karena terkena giliran pemadaman listrik.

General Manager PT PLN Pembangkit Sumbagut, Ir Albert Pangaribuan melalui Kepala Humas Marodjahan Batubara yang dikonfirmasi Serambi Rabu (13/6) malam mengatakan, pemadaman bergilir itu sebagai konsekuensi dari pemeliharaan mesin pembangkit gas turbin (GT) 22 di kawasan Sicanang, Belawan.

“Masa operasional mesin tersebut sudah mencapai 100 ribu jam. Jadi, dengan sendirinya memerlukan pemeliharaan mayor overhauld (MO),” kata Marodjahan.

Selain itu, perbaikan mesin pembangkit tersebut sengaja dilakukan sekarang sebagai upaya mengoptimalkan pasok arus listrik menjelang Ramadhan pada medio September mendatang. “Sebagai konsekuensinya, Sumatera Utara dan sebagian Aceh mendapat giliran pemadaman listrik,” kata Marodjahan.

Pemadaman bergilir itu dijadwalkan satu sampai dua kali sehari, masing-masing empat jam. Bila rencana ini dijalankan konsisten, berarti dalam satu hari total pemadaman listrik di suatu kawasan bisa mencapai delapan jam.

“Suasana seperti ini akan berlangsung selama dua bulan (60 hari).

Diharapkan paling lama pada 13 atau 14 Agustus, pasokan listrik ke dua provinsi ini bisa normal kembali,” kata Marodjahan.

Akibat ada mayor overhauld di pembangkit GT 22, maka pasokan energi listrik di Sumut dan sebagian Aceh berkurang 200 megawatt. Sebagai antisipasinya, diberlakukan pemadaman bergilir pada sejumlah kawasan.

Kendati seluruh mesin pembangkit dioperasikan secara normal, tapi karena besarnya defisit, maka pelanggan diperkirakan akan terganggu akibat pemadaman satu hingga dua kali sehari, masing-masing empat jam.

Karenanya, Marodjahan mengimbau pelanggan di Sumut dan pelanggan yang masuk kawasan interkoneksi (mulai perbatasan Sumut hingga ke Banda Aceh) untuk memaklumi keadaan tersebut.

Begitupun, kata Marodjohan yang sembari memohon maaf kepada masyarakat di Sumut dan sebagian Aceh, PT PLN berupaya meminimalkan pemadaman dengan menurunkan tegangan secara menyeluruh sebesar 70 megawatt.

Pola pemadaman dalam sehari, kata Marodjahan, bisa mencapai empat grup yang tersebar di Sumut dan Aceh. Setiap satu grup terdiri atas 40 penyulang/fider. Sedang untuk menghindari pemadaman yang terlalu lama, PT PLN mengimbau masyarakat agar selalu melakukan penghematan pemakaian listrik.

Ditambahkan, terhitung mulai kemarin, PT PLN “terpaksa” membeli energi sebesar 15 megawatt dari PT Arti Duta yang menggunakan PLTD berbahan bakar solar high speed diesel (HSD) dan selanjutnya pada September tahun ini PLN juga akan membeli energi dari PT Asta Keramasan Energi dengan spesific fuel consumption (SFC) seharga 0.248 liter/kwh tidak termasuk Ppn. Jangka waktunya untuk empat tahun.

Pada kurun produksi September 2007 energi yang dibeli itu sebesar 35 megawatt, sedangkan pada Februari 2008 sebesar 30 megawatt.

Selain itu, PLN juga meminta bantuan dari PT Inalum Asahan untuk menambah suplai energi pada waktu beban puncak.

“Perjanjian kerja sama dengan PT Inalum ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Sekarang, tinggal realisasinya saja,” ujar Ojak, panggilan akrab Marodjahan.

Wanti-wanti

Informasi tentang bakal adanya pemadaman bergilir itu sudah disampaikan Marodjahan pada 16 Mei lalu, sebagai wanti-wanti kepada pelanggan PLN di wilayah Sumut dan sebagian Aceh.

Pada saat itu diterangkan juga bahwa kapasitas listrik yang mampu didistribusikan oleh pembangkit yang dimiliki PLN di Sumbagut, hanya sekitar 950 MW. Sedangkan, saat beban puncak pemakaian listrik di zona Pembangkit Sumbagut mencapai 1.070 MW. Ini berarti, kekurangan pasokan listrik setiap hari rata-rata 120 megawatt. Kekurangan itu makin terasa saat berlangsungnya pemeliharaan mesin berkapasitas besar (GT 22) di Sicanang, Belawan. (lau)

MEDAN

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum