Alpen Steel | Renewable Energy

~ Investor Terancam Batal di Sumbar

Pemadaman Bergilir, Investor Lari

Tiga investor pabrik es terancam batal melakukan investor di Sumbar. Ini terjadi karena belum ada jaminan pasokan listrik menyusul terjadinya pemadaman begilir selama tiga tahun terakhir.

"Sedianya mereka akan melakukan investasi pada bulan ini. Karena ada pemadaman listrik, mereka hanya menunggu. Salah satu usaha pabrik es, sangat tergantung pada suplai listrik, "Ujar Ketua Kadin Sumbar Asnawi Bahar, kemaren.

Akibat belum membaiknya pasokan listrik, hingga kini belum ada kepastian dari investor tersebut. Menurut informasi, besar kemungkinan investasi tersebut terancam batal. Padahal Sumbar membutuhkan pabrik es, untuk memenuhi kebutuhan pengawetan ikan tuna, yang merupakan andalan komoditif ekspor.

Namun begitu, Asnawi Bahar enggan menyebutkan nama tiga investor yang terancam batal tersebut, Kini, Kadin Sumbar terus berusaha meyakinkan para investor tersebut agar bersedia menanamkan modal di Ranah Minang.

Menurut Asnawi, pemadaman bergilir telah membuat imej investasi di Sumbar semangkin jelek, sehingga tidak salah banyak investor yang menarik diri. Selain investor terancam kabur, pemadaman bergilir juga membuat produktivitas dunia usaha di Sumbar anjlok hinggs 25 persen.

"  Pemadaman setiap hari terjadi hinga 2 jam per hari. Anehnya, dari PLN terkesan tidak ada solusi apapun. Dunia usaha tetap membayar tarif PLN seperti biasa, Walau 20 persen listrik tidak di gunakan setiap bulan, " sebutnya.

Karena itu, Kadin Sumbar meminta PLN meninjau ulang pemberlakuan tarif listrik sehingga tidak merugikan konsumen dan sektor riil. "Kadin berharap PLN memanfaatkan penggunaan pembangkit tenaga diesel, untuk mengatasi kekurangan listrik, " ujarnya.

Ketua Apindo Sumbar, Bambang Winarto juga meminta PLN komit terhadap jadwal pemadaman listrik bergilir. Apalagi. " jadi, jika matinya jam 1 sehingga mesin-mesin diperusahaan tidak rusak dan waktu menyiapakn listrik tidak terbuang, " tandasnya.

Dampak lainnya, kata Bambang, perusahaan juga bertambah cost - nya hingga 10 persen karena harus membeli minyak untuk genset. Kondisi ini, tentu saja berimbas pada naiknya harga produk,

PLN Pasrah  

      Menangani keluhan dunia usaha itu, PLN tampak pasrah. Perusahaan pelat merah itu belum bisa menjamin bebas pemadaman bergilir hingga bulan Ramadhan. Pasalnya, debit air hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan pembangkitan listrik, seperti PLTA. Bahkan, PLN juga belum membahas aternatif persiapan saat Ramadhan.

Saat ini, kebutuhan listrik di Sumbar 370 MW sedangkan kondisi sekarang kemampuan seluruh empat PLTA hanya 300 MW. Artinya,terjadi defisit daya 70 MW setiap hari sehingga berimbas pada terjadinya pemadaman bergilir. " Kami belum berani memberikan jaminan tidak adanya pemadaman bergilir hingga Ramadhan. Pasalnya kondisi pembangkit belum terlalu stabil, sehingga kemungkinan pemadaman bergilir tetap ada, " ujar Humas PLN, Asril K, kemaren.

Asri mengatakan saat ini hujan buatan hanya mampu menutupi kekurangan debit air. Untuk memastikan tidak adanya pemadaman bergilir, perlu evaluasi efektivitas hujan buatan seminggu terakhir. Salah satu solusinya, adalah mempercepat pengerjaan proyek PLTU Telur Sirih 2X100 MW    

Oleh sonkadin
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook