Alpen Steel | Renewable Energy

~ Makin Membebani Pengusaha Krisis Listrik Yang Terjadi


Krisis listrik di Palembang Makin Bebani Pengusaha 

Diterangi lampu minyak karena listrik padam, Suparyadi, membantu ibunya menjaga toko di kawasan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/3). Pemadaman bergilir di Sumatera Utara masih akan berkelanjutan karena defisit pasokan listrik.

PALEMBANG, SELASA - Sejumlah kalangan pengusaha di Kota Palembang mengeluhkan peningkatan frekuensi pemadaman bergilir di sepanjang jam kerja. Krisis listrik ini membuat beban yang harus ditanggung pengusaha semakin bertambah, mengingat dampak krisis global juga belum berakhir sampai sekarang.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan Ahmad Rizal, Selasa (3/3), di Palembang, sektor usaha yang terkena dampak terparah dari krisis listrik antara lain ritel-perdagangan, perhotelan, makanan, dan industri pengolahan.

Ketiadaan suplai listrik pada jam kerja tentu membuat kegiatan produksi terhenti. "Dalam situasi krisis global seperti sekarang, krisis listrik ini tentu menambah beban kami," kata Rizal.

Agar pengusaha bisa meminimalisir dampak, Rizal mengatakan PLN seharusnya menginformasikan pemadaman bergilir jauh-jauh hari sebelumnya. Namun sayang, selama ini PLN dinilai jarang menginformasikan secara aktif perihal pemadaman bergilir tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Iwan Setiawan menambahkan, pemadaman bergilir juga membuat mayoritas pengusaha hotel harus keluar biaya ekstra untuk membeli bahan bakar dan generator set (genset).

Listrik harus tetap ada untuk menghidupkan TV, AC, dan lampu. Pengalaman membuktikan, sebagian tamu memilih check-out saat listrik padam karena genset hanya bisa menghidupkan lampu dan TV, sedangkan AC tidak, katanya.

PHRI Sumsel berharap PLN bisa menormalkan pasokan listrik secepatnya. Alasannya, pengusaha hotel keberatan kalau harus menanggung biaya ekstra untuk bahan bakar dan energi itu, sedangkan di sisi lain pendapatan pengusaha cenderung menurun karena krisis global berdampak pada menurunnya tingkat hunian .

Hanidar ( 34), seorang pengusaha makanan mengatakan dia terpaksa berhenti berjualan selama dua hari. Alasannya, pemadaman listrik menghentikan layanan air bersih dari PDAM. Padahal, air PDAM dibutuhkan untuk mengolah bahan makanan menjadi makanan jadi.

Sebelumnya diberitakan, frekuensi pemadaman bergilir di Palembang meningkat sepekan terakhir. Menurut Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Sumsel, Jambi, dan Bengkulu Haris Effendi, pemadaman ini tak ada kaitannya dengan defisit pasokan daya listrik, namun terkait pengerjaan penambahan daya untuk menghadapi Pemilu Legislatif dan Presiden mendatang.

Pengerjaan proyek antara lain penguatan kapasitas travo di Gardu Induk Talang Kelapa, dari 30 MVA (Mega Volt Ampere) menjadi 60 MVA. Selain itu, p engerjaan juga berlangsung di Gardu Induk Seduduk Putih dan Borang, masing-masing berkapasitas 150 Kv (kilovolt) . Untuk mengerjakannya, aliran listrik perlu dipadamkan dulu
KOMPAS)
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook