Alpen Steel | Renewable Energy

Pemadaman listrik di Sumsel ganggu dunia usaha

Kalangan pengusaha mendesak manajemen PT PLN agar memperbaiki kinerja menyusul pemadaman bergilir yang makin meningkat di Sumatera Selatan sehingga berdampak pada penurunan omzet usaha. Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Iwan Setiawan, mengatakan dibanding tahun lalu pemadaman bergilir meningkat tajam akhir-akhir ini, bahkan durasi cukup lama hingga 5 jam per hari.

"PLN harus mengevaluasi kinerjanya, karena tahun ini makin buruk pelayanannya, seharusnya PLN memberikan kontribusi terhadap pelanggan, karena pelanggan sudah memenuhi kewajiban per bulan untuk membayar rekening tagihan," ungkapnya hari ini.

Kondisi ini, kata dia, tentunya sangat merugikan sektor industri, seperti pengolahan, Ritel, UKM dan dunia perhotelan. Akibat sering dilakukan pemadaman, membuat pelanggan disektor perhotelan tidak nyaman, bahkan yang lebih parah lagi barang elektronik, seperti TV terancam rusak.

Belum lagi, biaya operasional makin membengkak karena manajemen harus menyediakan bensin untuk genset dalam jumlah yang banyak.

"Apalagi setiap menggunakan genset hotel pun ditarik retribusi oleh pemkot sesua perda berlaku, kondisi ini membuat omzet makin anjlok,"tuturnya. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumsel, Hasanuri menambahkan, seharusnya PLN tidak perlu monopoli, artinya kalau memang tidak sanggup memenuhi kebutuhan listrik serahkan ke swasta, karena dengan kondisi ini imbasnya sektor dunia usaha yang lebih terasa. Dia menjelaskan sejak terjadi pemadaman bergilir, pelaku usaha ritel mengeluh, karena terjadi penurunan dari sisi omzet, namun sayangnya dia tidak menyebutkan angka pasti penurunan omzet akibat pemadaman begilir.

Sementara Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel Ahmad Rizal, menegaskan masalah pemadaman listrik sudah sangat klasik terjadi, dan Kadin pun sering menyuarakan keluhan tersebut kepada manajemen PLN namun hasilnya tidak pernah berubah. "Jawaban PLN itu saja, tetapi tidak mencarikan solusinya untuk kelangsungan hidup dunia usaha , terutama sektor UKM," paparnya. Rizal menambahkan selama ini pasokan listrik untuk Sumsel, terutama Palembang sebenarnya sudah mencukupi, namun karena ada pasokan listrik untuk kebutuhan daerah lain, seperti Sumatra Bagian Tengah (SBT) menyebabkan pasokan Sumsel menjadi defisit.

Padahal, PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu (WSJB) harus memenuhi kebutuhan listrik untuk daerahnya, baru setelah kebutuhan listrik di WSJB aman, sisanya baru disalurkan ke wilayah lain.

General Manajer PLN WSJB, Haris Effendi, mengatakan dalam pesan singkatnya semalam, terjadinya pemadaman bergulir akibat menurunnya kemampuan pembangkit di Sumatra Bagian Tengah dan Selatan akibat variasi musim dan pemeliharaan pembangkit yang belum selesai.

Sementara pantauan Bisnis pada Rabu, kemarin pemadaman berglir hampir sejak pagi hingga sore, bahkan di salah satu Kecamatan Kalidoni, Palembang, pemadaman sempat terjadi dua kali, pertama pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, lalu PLN lampu mulai hidup kembali, namun sekitar pukul 21.30 WIB padam kembali hingga pukul 23.00 WIB yang membuat warga mengeluh. (sus)

oleh : Irwan Wahyudi

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook