Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLN Harus Memadamkan Listrik

Electrics have to extinction in 2008

Perusahaan Listrik Negara (PLN) of Lampung akan perform extinction turns akbiat power deficit. Diperkirakan defisit dapat tertutupi saat dua pembangkit yang sedang dibangun di Lampung dioperasikan pada 2008--2009. Tertutupi deficit can be estimated at two plants that are built in Lampung operated on from 2008 to 2009.

General Manager Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Wilayah Sumatera, Kikid Sukamtomo Adinugroho, mengatakan itu, Jumat (30-6), di Bandar Lampung. General Manager and Distribution Center Settings Income (P3B) Sumatera Region, Kikid Sukamtomo Adinugroho, said that, Friday (30-6), in Bandar Lampung. "Secara umum, sistem kelistrikan di wilayah Sumatera defisit 215 mw. Sebab itu, perlu dilakukan pemadaman," kata Kikid didampingi Manajer P3B Lampung Didi Sumadi dan Manager Umum P3B wilayah Sumatera, Eddy M. "In general, the electrical system in the area of Sumatra 215 mw deficit. So, burnout needs to be done," said manager Kikid accompanied P3B Lampung Didi Sumadi and General Manager P3B Sumatra region, Eddy M. Isral. Isral.

Sedangkan di Provinsi Lampung, menurut Kikid, terjadi defisit 150 mw. Meanwhile, in Lampung province, according to Kikid, 150 mw deficit occurred. Defisit itu, menurut dia, karena kapasitas listrik terpasang di Provinsi Lampung hanya 200 mw. Deficit that, according to him, because the electricity installed capacity in the province of Lampung is only 200 mw. Sedangkan beban listrik 350 mw. While the burden of 350 mw electricity. Kondisi itu ditambah tingkat pertumbuhan kebutuhan listrik di Lampung cukup tinggi di Sumatera, yaitu 12% per tahun. Condition that the growth rate in electricity demand is high enough in Lampung in Sumatra, which is 12% per year.

Kapasitas 200 mw tersebut, menurut Kikid, dipenuhi tujuh pembangkit listrik yang ada di Lampung. Capacity is 200 mw, according Kikid, met seven of power that is in Lampung. Sedangkan kekurangannya sebagian dipasok dari pembangkit di Sumatera Selatan, yaitu PLTU Bukit Asam. While kekurangannya part of the dipasok in South Sumatra, the Bukit Asam PLTU. Namun, jaringan ini terkendala pada panjang lintasan yang mencapai 600 kilometer mulai Bukit Asam hingga Kalianda. However, this network terkendala on the long track that reached 600 kilometers Bukit Asam began to Kalianda. Sehingga kapasitas listrik berkurang. So that the electric capacity is reduced.

Untuk mengurangi kendala tersebut, menurut Kikid, PLN tengah memasang kapasitor di tiga gardu induk, yaitu Natar, gardu induk di Jalan Ir. To reduce these obstacles, according to Kikid, PLN installing capacitors in the middle of the three main depot, namely Natar, parent depot at Jalan Ir. Sutami, serta di gardu induk Kalianda. Sutami, and in the main depot Kalianda.

Pemasangan kapasitor itu, menurut Kikid, hanya sementara. Installation of capacitors that, according to Kikid, only temporarily. Untuk mengurangi defisit listrik di Lampung secara permanen, menurut Kikid, PLN tengah menunggu penyelesaian dua pembangkit listrik, yaitu PLTU Tarahan dan PLTP (Panas Bumi) Ulu Belu. To reduce the power deficit in Lampung permanently, according to Kikid, PLN awaiting the settlement of the two power plants, namely PLTU Tarahan and PLTP (Hot Earth) Ulu Belu.

PLTU Tarahan terdiri dari kepemilikan, yaitu PLTU Tarahan dengan kapasitas 2 x 100 mw milik PLN dan PLTU New Tarahan dengan kapasitas 2 x 100 mw milik swasta. PLTU Tarahan consists of ownership, namely PLTU Tarahan with a capacity of 2 x 100 mw and property PLN PLTU New Tarahan with a capacity of 2 x 100 mw private property. Kedua pembangkit listrik tersebut tingkat kesiapannya usai peninjauan oleh Kikid, kini mencapai 95 persen dan rencananya dioperasikan pada September 2007 dan 2009. Second level of power is kesiapannya after review by Kikid, now reaching 95 percent and an operating plan in September 2007 and 2009.

Meskipun siap dioperasionalkan pada 2007, PLN menghadapi kendala yang cukup berat, yaitu pemasangan jaringan (transmisi). Although dioperasionalkan ready in 2007, PLN is facing serious obstacles, namely the network (transmission). "Unit 3 dan 4 kondisinya siap 95 persen. Generator siap dipasang, turbin dan gardu induk siap di- instal . Namun pemasangan transmisi menghadapi kendala dari masyarakat," kata Kikid. "Unit 3 and 4 to 95 percent condition. Generator is ready to install, turbine and main depot in the ready-installed. However, the transmission constraints of the community," said Kikid.

Kendala yang dihadapi berupa pemasangan transmisi di sepanjang 50 kilometer mulai Tarahan hingga Sribhawono. Constraints faced by the form of the transmission along the 50 kilometer Tarahan to start Sribhawono. Jika kendala itu tidak bisa diatasi, defisit listrik di Lampung, menurut Kikid, tidak akan teratasi dan pemadaman listrik makin lama. If the constraints that can not be overcome, the power deficit in Lampung, according Kikid, not akan overcame the power and extinction of the old. "Kalau pembangkitnya siap sedangkan transmisinya tidak, sama saja tidak ada pembangkit," kata Kikid. "If pembangkitnya while the transmission is not ready, do not have the same plants," said Kikid. Sedangkan untuk PLTP Ulu Belu, Tanggamus dengan kapasitas 2 x 50 mw hingga kini tidak ada kendala. While for the PLTP Ulu Belu, Tanggamus with capacity 2 x 50 mw up to now there is no obstacle.

Kikid juga mengatakan PLN siap membeli listrik dari pembangkit listrik yang dikelola pihak swasta. PLN also said Kikid ready to buy electricity from the power of the private sector is managed. Sebab itu, Kikid mengatakan peran serta pemerintah daerah (pemda) menjaring investor (swasta) menanamkan modal dalam bidang pembangkit listrik. Therefore, Kikid the role of the local government (local government) encompass investors (private) infuse capital in the field of power. n KIS/E-2 n KIS/E-2

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook