Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Litrik di SUMUT Bergilir

Pemadaman Listrik di Sumut Korbankan Daerah Pinggiran

Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PT PLN belakangan ini dinilai lebih mengorbankan daerah pinggiran dan pelosok.

“Pemadaman listrik lebih banyak terjadi di kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Madina dengan lama pemadaman tiga sampai enam jam per hari,” ujar anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Tapsel-Madina, Isrok Anshari Siregar di Medan, Kamis.

Menurut dia, PT PLN terkesan akal-akalan dalam melakukan pemadaman listrik. “Di Medan hidup tapi di daerah pinggiran justru mati, seolah-olah frekuensi pemadaman sudah berkurang. Padahal yang dikorbankan adalah pelanggan yang di daerah pelosok,” katanya.

Ia mencontohkan di Kecamatan Sipirok dan Angkola Timur, dimana pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN juga disertai dengan penurunan voltase, sehingga mengakibatkan peralatan elektronik banyak yang rusak.

Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN di Tapsel-Madina bahkan diperparah lagi dengan sulitnya masyarakat mendapatkan sumber penerangan alternatif akibat minyak tanah yang semakin sulit didapat.

“Pemadaman listrik yang dilakukan PLN lebih seperti kanibalisme. Bagi PLN mungkin masyarakat di Tapsel-Madina hanya untuk dibodoh-bodohi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia mengaku sangat berharap Gubernur Sumut H Syamsul Arifin segera menepati janjinya untuk mengakhiri pemadaman listrik di daerah itu.

“Karena ini juga sangat terkait dengan visi dan misi gubernur, yakni rakyat tidak lapar, tidak sakit dan tidak bodoh serta rakyat punya masa depan,” katanya

Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PT PLN belakangan ini dinilai lebih mengorbankan daerah pinggiran dan pelosok.

“Pemadaman listrik lebih banyak terjadi di kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Madina dengan lama pemadaman tiga sampai enam jam per hari,” ujar anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Tapsel-Madina, Isrok Anshari Siregar di Medan, Kamis.

Menurut dia, PT PLN terkesan akal-akalan dalam melakukan pemadaman listrik. “Di Medan hidup tapi di daerah pinggiran justru mati, seolah-olah frekuensi pemadaman sudah berkurang. Padahal yang dikorbankan adalah pelanggan yang di daerah pelosok,” katanya.

Ia mencontohkan di Kecamatan Sipirok dan Angkola Timur, dimana pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN juga disertai dengan penurunan voltase, sehingga mengakibatkan peralatan elektronik banyak yang rusak.

Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN di Tapsel-Madina bahkan diperparah lagi dengan sulitnya masyarakat mendapatkan sumber penerangan alternatif akibat minyak tanah yang semakin sulit didapat.

“Pemadaman listrik yang dilakukan PLN lebih seperti kanibalisme. Bagi PLN mungkin masyarakat di Tapsel-Madina hanya untuk dibodoh-bodohi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia mengaku sangat berharap Gubernur Sumut H Syamsul Arifin segera menepati janjinya untuk mengakhiri pemadaman listrik di daerah itu.

“Karena ini juga sangat terkait dengan visi dan misi gubernur, yakni rakyat tidak lapar, tidak sakit dan tidak bodoh serta rakyat punya masa depan,” katanya. ***3***

Medan,  (ANTARA)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook