Alpen Steel | Renewable Energy

~ Masyarakat Riau Marah Akibat Pemadaman Listrik

Masyarakat Riau Marah!

Kemarahan masyarakat Riau terhadap pemadaman listrik hingga 12 jam sehari yang tak kunjung ada solusinya, sudah semakin memuncak. Selain aksi demo menuntut dan mengecam kebijakan PLN melakukan pemadaman bergilir yang tak henti-hentinya, kini ribuan masyarakat juga bersiap-siap melancarkan class action (gugatan) terhadap BUMN tersebut. Keputusan untuk menggugat PLN itu diputuskan Rabu (22/7), menyusul terbentuknya Forum Rakyat Riau Tolak Pemadaman Listrik (FORTOP) di Kantor PWI Cabang Riau. FORTOP didirikan oleh berbagai kalangan mulai dari para wartawan, tokoh-tokoh masyarakat, anggota dewan, LSM serta kelompok masyarakat lainnya yang selama ini merasa teraniaya oleh ketidakbecusan PLN Riau. Ketua FORTOP H Dheni Kurnia dalam konprensi pers seusai pembentukan wadah "masyarakat korban PLN" itu mengungkapkan, ketidakbecusan PLN sebagai operator listrik telah menimbulkan kemarahan masyarakat Riau.

"Dalam waktu dekat FORTOP bersama 3.000-an masyarakat akan melancarkan class action terhadap PLN Wilayah Riau-Kepri terkait pemadaman listrik 12 jam sehari," kata Dheni, yang juga Ketua PWI Cabang Riau, didampingi Sekretaris Rusli Ahmad, Bendahara Novrizon Burman, Ketua Tim Lobi FORTOP H Jefri Noer dan seluruh koordinator FORTOP yang ada.

Hanya di Riau
Selain memimpin class action terhadap PLN, menurut Dheni, FORTOP juga siap menjadi mediator masyarakat dalam penyampaian keluhan terhadap PLN, baik kerusakan serta berbagai musibah yang disebabkan oleh "bisnis sentrum" yang dikelola PLN, baik langsung maupun tidak langsung. "Pengaduan masyarakat yang kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah soal PLN, sudah sangat banyak kita terima," kata Dheni. Dari data yang dihimpun FORTOP, musibah dan kejadian tragis seperti kebakaran dan juga nyawa yang hilang, akibat kasus-kasus listrik di Riau sudah banyak terjadi. Dan, lebih dari 60 persen kejadian itu akibat pemadaman listrik tidak beraturan yang dilakukan PLN. Dalam sebulan terakhir ini, sudah lebih dari 30 rumah masyarakat terbakar di Riau gara-gara pemadaman listrik. "Imbas pemadaman listrik yang panjang dan berulang-ulang telah menimbulkan berbagai persoalan dan kerugian masyarakat. Mulai dari kebakaran, nyawa yang hilang, kerusakan alat-alat rumah tangga sampai kepada matinya perekonomian pengusaha kecil. Ini tak bisa dibiarkan lagi," jelasnya.

Lebih parah lagi, sebut Dheni, pemadaman listrik yang mencapai 12 jam sehari itu ternyata hanya terjadi di Riau. Dari pengecekan yang dilakukan FORTOP ke sejumlah provinsi, rata-rata pemadaman bergilir, sebutlah di Jambi, Sumbar dan Sumut, tidak ada pemadaman di atas 6 jam. Untuk itu semua, PLN Riau akan diberi opsi tunggal yakni menyelesaikan krisis listrik Riau atau manajemen PLN Riau diminta mundur dari jabatannya. Keputusan opsi ini didasarkan pada kondisi bahwa PLN Riau mampu mengalihkan arus ke belahan wilayah mana listrik yang mau dimatikan atau dihidupkan. "Ini dibuktikan dengan kondisi dua hari terakhir yang terjadi. Kami sudah melakukan pembicaraan via telepon dengan pimpinan PLN Riau agar memeratakan pemadaman listrik termasuk di Jalan Sudirman, Jalan Sumatera, Jalan Gajah Mada dan juga di Jalan Diponegoro serta lampu-lampu jalan, lampu hias dan lampu-lampu reklame. Dan itu berhasil, sudah dua hari ini, kondisi lampu mati bergilir ini juga sudah mencapai daerah-daerah lainnya," ungkap Dheni Kurnia.

Selain itu, PLN harus mengganti seluruh kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik saat ini, seperti korsleting listrik di rumah-rumah hingga menimbulkan kebakaran, kerusakan, dan kerugian turunan akibat kondisi tersebut. Sekretaris FORTOP Rusli Ahmad menambahkan, PLN mesti ditindak tegas atas kesalahan yang sama yang mereka lakukan setiap tahunnya. "Kesalahan cukup satu kali, jika lebih sudah ada unsur kesengajaan," paparnya. Sementara H Jefry Noer, angota dewan terpilih yang juga menjabat sebagai Koordinator tim lobi FORTOP, mengatakan, akan mengajukan surat kepada Kapoltabes dan Kapolda Riau untuk meresmikan beberapa posko pengaduan masyarakat di setiap Kabupaten dan Kota guna menampung semua pengaduan kerugian yang disebabkan PLN. "Puncak pemadaman adalah saat ini. FORTOP hanya menanyakan sampai kapan dan bagaimana cara cepat untuk penanggulangan krisis listrik saat ini," ujarnya.

Makin Marak
Bersamaan dengan pembentukan FORTOP kemarin, aksi demo yang dimotori mahasiswa juga berlangsung di depan kantor PLN Wilayah Riau-Kepri di Jalan Setia Budi. Dalam aksinya puluhan mahasiswa ini menuntut PLN untuk segera menyelesaikan masalah listrik. Selain itu mahasiswa ini juga menagih janji Gubernur Riau Rusli Zainal bahwa krisis listrik dapat diatasi dengan adanya Riau Power. "Kami meninta PLN untuk segera menyelesaikan permasalahan pemadaman di Riau. Laporan yang kami dapatkan dari rekan-rekan di luar daerah, seperti Palembang dan Sumatera Barat mereka padam hanya sekali dua hari, sementara di Riau 12 jam satu hari, ada apa ini?" ucap koodinator Aksi Riko Wahyudi mempertanyakan. Mahasiswa juga mencurigai ada oknum-oknum yang telah bermain di dalam PLN sehingga tidak bisa menyelesaikan krisis listrik. Dalam orasinya mereka menyerukan kerugian yang diakibatkan pemadaman diganti PLN.

Aksi teaterikal juga dilakukan salah seorang mahasiswa yang mengenakan pakaian hitam dengan wajah dan tubuhnya dilumuri cat warna hitam. Di dadanya digantungkan kertas bertuliskan "lampu mati sebagai simbol kegelapan". Dalam aksi itu mahasiswa diterima pihak PLN diwakili Manager SDM dan Komunikasi PLN Wilayah Riau-Kepri Swandi Siregar. "Persoalan pemadaman ini karena secara teknis, listrik kita yang tidak memadai," ucap Swandi menjawab pertanyaan seorang mahasiswa. Mahasiswa juga mendesak PLN segera menyelesaikan persoalan ini jika tidak aksi serupa dalam jumlah yang lebih besar akan dilakukan, dan mahasiswa tidak akan berhenti sampai persoalan ini ada solusinya, "Kita tidak akan menyerah, meskipun orang bilang percuma. Tapi tugas mahasiswa sebagai kontrol masyarakat akan kita lakukan. Kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia, jika aksi ini tidak ditanggapi maka kami akan gelar aksi secara nasional," kata Riko menantang.

Tuntut Gubri Mundur
Selain di kantor PLN, aksi para mahasiswa juga berlangsung di Kantor Gubernur Riau. Aksi protes terhadap kondisi listrik Riau itu digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru. Mereka mendesak Gubernur Riau segera mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dianggap telah merugikan banyak orang akibat pemadaman yang kelewat panjang sampai 12 jam seharinya. Dalam pernyataan sikapnya, puluhan mahasiswa yang dikoordinatori Ary Nugraha dan bersama Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Handiro Efriawan ini, menyampaikan empat tuntutan.

Di antaranya, meminta Gubernur Riau dan Direktur PLN Riau dan PLN Cabang Pekanbaru agar mundur dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan persoalan listrik di Riau dalam waktu segera. Bahkan dalam salah satu tuntutan lainnya, HMI mengaitkan dengan ancaman boikot terhadap pelaksanaan PON ke XVIII di Riau tahun 2012 mendatang, karena masalah listrik dianggap jauh lebih penting daripada persoalan olahraga tersebut. Aksi mahasiswa itu sendiri nyaris berakhir ricuh saat mahasiswa yang datang dari pintu sayap sebelah kiri gedung berusaha hendak menerobos masuk ke halaman gedung. Baru saja mereka hendak melangkah, pintu besi pagar setinggi tiga meter sudah ditutup rapat oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Akibatnya mahasiswa geram dan berulang kali mendorong pintu dan menendang. Tindakan ini mengundang sikap protektif satpol PP yang dibantu oleh belasan polisi untuk keluar pagar dan membentuk barikade menutup pintu. Mahasiswa sempat mengancam akan menginap di kantor gubernur jika Gubri tidak keluar menemui mereka. Namun ancaman ini tak terbukti, mahasiswa kemudian bubar setelah diterima pejabat Pemprov Riau. (tim)

FORTOP Pimpin "Class Action"Mahasiswa Demo PLN dan Gubri

PEKANBARU

 

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook