Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Terjadi Saat Ramadhan

Ramadhan, Pemadaman Listrik Terjadi

General Manajer (GM) PT .PLN (Persero) Aceh, Ir Zulkifli mengatakan, selama bulan suci Ramahdan 2009, pihaknya tidak dapat menjamin untuk tidak ada pemadaman (masih tetap terjadi pemadaman,red).

“Kita akan berusaha tidak melakukan pemadaman selama bulan Ramadhan,namun tidak dapat menjamin dengan kondisi saat ini, karena hampir tiga perempatan kebutuhan listrik dipasok dari Sumatera Utara, dan mereka sendiri masih sering terjadi pemadaman” kata Zulkifli, Kamis (30/7) setelah melakukan pertemuan dengan Komisi B di ruang Panmus DPR Aceh.

Namun demikian, pihaknya optimis dan menargetkan 36.5 megawatt listrik selama puasa dari PLD Lueng Bata, sehingga pemadaman di Banda Aceh dan Aceh Besar dapat dihindari, tentunya dengan asumsi pasokan dari Sumut stabil.

Total kebutuhan listrik untuk wilayah Pantai Timur Aceh saat ini, kata Zulkifli mencapai 260 megawatt, selama ini mendapat pasokan dari dari dua sistem yaitu interkoneksi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Pembangkit Listrik Tenaga Air Sicanang dan PLTD Lueng Bata, Banda Aceh kemudian ada pembangkit tenaga listrik disel skala kecil di beberapa kabupaten diwilayah pantai barat.

Krisis listrik, kata Zulkifli jika tidak ada jalan keluarnya akan terjadi sampai 2012, setelah bebera proyek listrik selesai dibangun di beberapa daerah. Pasokan baru normal bila ada pembangkit baru.

“Jika menunggu sampai 2012 sampai PLTU nagan raya selesai, maka selama tiga tahun ini akan terus terjadi krisis listrik, dan harus da upaya dari Pemerintah untuk mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pembangkit di Nagan Raya yang dibangun i desa Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya dengan kapasitas 2000 mega watt, baru dapat beroperasi dua karena saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Tunggakan Rp 114 Miliar.
GM PLN Aceh, Ir Zulkifli kembali menyebutkan bila tunggakan pelanggan sampai bulan Juni 2009 telah mencapai Rp 114 miliar, sedangkan omset yang diterima PLN dari hasil jualan listrik adalah Rp 60 Miliar. Sehingga PLN menanggung kerugian besar.

Lebih lanjut ia katakan harga produksi per kwh adalah Rp 3000 sedangkan harga jual kepada pelanggan per Khwnya Rp 600, konsumen diberikan subsidi oleh pemerintah.

Harus Ada Jalan Keluar

Sementara itu ketua Komisi B DPR Aceh Ir Ikhwan MM,didampingi wakil dan angota komisi B,dalam pertemuan dengan GM PLN Aceh menyatakan, Aceh punya kemampuan untuk mengatasi listrik, dimana dana melimpah dan ratusan miliar dana cadangan dapat digunakan untuk mengatasi persoalan krisis listrik.

“Tinggal diatur bagainama regulasi, agar dana cadangan dapat dimanfatkan untuk mengatasi krisis listrik yan semakin berlarut- larut, hingga saat ini belum ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pemerintah Aceh jangan menunggu 2012 sampai PLTU di Nagan Raya beroperasi, bila selama tiga tahun harus menunggu, dan investasi tidak akan masuk ke Aceh sampai 2012.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan meminta kepada Zukifli untuk membuat semacam program yang kan dilakukan PLN untuk mengatasi listrik, agar dapat disampaikan dalam forum sidang lebih besar, dalam Paripurna penyusunan dan pertanggung jawaban anggaran mendatang. (slm)

 BANDA ACEH

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook