Alpen Steel | Renewable Energy

~ Gempa Di Bengkulu Timbulkan Pemadaman Listrik

Dampak Gempa Bengkulu Pemadaman Listrik di Sumut Berlanjut Posted in Medan Kita

Pemadaman listrik di Sumatera Utara masih akan berlanjut hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan terlebih dengan adanya musibah gempa di Bengkulu yang berdampak negatif bagi kinerja pembangkit listrik.
“Pemadaman listrik masih berlanjut, tapi kami belum bisa memberi batas hingga kapan meski sebelumnya PLN berencana tidak melakukan pemadaman selama Ramadhan setelah kebutuhan energi daerah itu sekitar 900 mega watt dinilai bisa dipenuhi,” kata General Manager PT PLN Wilayah I, Supriyanto, di Medan, Kamis.
Menurut dia, pengaruh guncangan gempa di Bengkulu mengakibatkan bahan bakar di tangki pembangkit listrik menjadi keruh sehingga PLN memerlukan usaha ekstra untuk membersihkan minyak yang digunakan mesin dengan cara mencuci filter penyaring minyak setiap satu jam.
“Pencucian minyak dan tangki membuat kinerja sistim pembangkit tidak maksimal sehingga pemadaman masih tetap berlanjut. Hal sama pernah terjadi ketika gempa Nias 28 Maret 2005,” kata Manager Unit Pengatur Beban Sumatera, Syafril Anwar.
Sementara itu Manager Pembangkit PT PLN Sumatera Utara, Albert Pangaribuan menjelaskan, kekeruhan di dalam tangki bahan bakar pembangkit juga akibat pembersihan yang kurang maksimal sejak terjadi krisis energi di Sumut.
Dia menyebutkan, akibat krisis gas, mesin pembangkit listrik di Sumut sebagian besar menggunakan solar sehingga pembersihan tangki perlu dilakukan lebih sering lagi.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Ramli Wahid meminta PLN segera mengatasi gangguan listrik pasca gempa di Bengkulu.
“Pemadaman listrik mengganggu umat Islam menjalankan ibadah selama Ramadhan. Namun di sisi lain MUI mengharapkan umat Islam juga memahami permasalahan PLN agar tidak menimbulkan kekisruhan,” kata Ketua MUI Sumut yang mendatangi PLN untuk mempertanyakan pemadaman listrik pada malam pertama Ramadhan tahun ini.
SISTEM LISTRIK SUMBAGUT SEMPAT “BLACK OUT”
Sistem kelistrikan Sumatera bagian utara (Sumbagut) yakni wilayah Sumut dan Aceh, sempat mengalami pemadaman total (black out) sebesar 826 MW akibat gempa bumi di pantai barat Bengkulu, Rabu (12/9) petang.
Dirut PT PLN (Persero) Eddie Widiono di Jakarta, Kamis mengatakan, akibat gempa, PLTGU Gas Turbin (GT) 12 Belawan, Medan langsung berhenti operasi yang selanjutnya diikuti unit pembangkit lainnya.
“Sistem Sumbagut mengalami pemadaman listrik paling parah, karena ada lumpur yang masuk ke dalam pembangkit akibat gempa,” katanya.
Namun, lanjutnya, sistem mulai berangsur dipulihkan sejak Rabu (12/9) pukul 19.00 WIB, sehingga pada Kamis pukul 00.25 WIB, seluruh GI (gardu induk) 150 kV sudah bertegangan dengan beban 486 MW.
Pasokan berbeban 486 MW itu berasal dari pembangkit di Sumbagut 391 MW, PLTA Inalum, Sumut 45 MW, dan transfer dari sistem Sumatera bagian selatan dan tengah (Sumbagselteng) 50 MW.
Menurut Eddie, sampai Kamis pukul 10.30 WIB beban sistem Sumbagut baru pulih 540 MW yang dikarenakan beberapa pembangkit belum bisa berbeban penuh dan PLTGU GT 22 Belawan masih belum beroperasi.
Selanjutnya, pada Kamis pukul13.45 WIB, sistem Medan masih padam 350 MW dari beban puncak 950 MW dan sistem Aceh masih padam 30 MW dari beban puncak 50 MW.
“Pada malam nanti, sistem Medan kemungkinan masih padam 150-200 MW dan sistem Aceh padam 30 MW. Kami mohon maaf karena pelanggan industri dan umum belum dapat dilayani,” ujarnya.
Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim menambahkan, di sistem Sumbagselteng yang meliputi Lampung, Sumsel, Bengkulu, Jambi, Sumbar, dan Riau, akibat gempa tersebut mengalami pemadaman di wilayah Sumbar 59 MW dan Bengkulu 70 MW.
Ia mengatakan, pada Kamis pukul 11.30 WIB, sebagian Kota Padang dengan total 300 pelanggan dan Kabupaten Painan, Sumbar sebanyak 7.500 pelanggan mengalami pemadaman akibat kerusakan jaringan distribusi dan trafo.
“Pada Kamis pukul 13.45, semua sistem di Sumbar normal dan tengah tahap penormalan pelanggan,” katanya.
Selain itu, tiga PLTD Muko-muko, Bengkulu 5,8 MW berhenti operasi akibat robohnya tangki bahan bakar serta beberapa jaringan distribusi mengalami kerusakan, sehingga wilayah Bengkulu Utara, Muko-muko, Argomakmur, Kabupaten Takiang, dan Lahat juga mengalami pemadaman.
“Kami perkirakan perbaikan PLTD Muko-muko butuh waktu lama,” katanya.
Sedangkan, akibat gempa pada Kamis yang terjadi sekitar pukul 06.50 WIB, PLTU Ombilin, Sumbar unit 2 berhenti operasi.
“Namun, gempa ini tidak mengakibatkan pemadaman berarti pada sistem kelistrikan Sumatera,” kata Herman.
PLN, lanjutnya, akan berusaha keras memulihkan sistem kelistrikan baik yang mengalami gangguan maupun kerusakan agar kebutuhan konsumen bisa dipenuhi. (Ant/h)

by Redaksi on September 14th, 2007  Medan

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook