Alpen Steel | Renewable Energy

~ Listrik Padam Bebani Pengusaha di Sumbar

Pemadaman Listrik Bebani Dunia Usaha di Sumbar

Langkah penghematan yang ditempuh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan melakukan pemadaman bergilir di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) telah membebani pelaku usaha dengan biaya produksi tinggi. Meski belum mendapat data pasti jumlah kerugian yang diderita, namun Kamar

Dagang dan Industri (KADIN) Sumbar sudah menerima sejumlah keluhan dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akibat pemadaman listrik rata-rata 2 jam per hari itu. Demikian disampaikan Ketua Kadin Sumbar, Asnawi Bahar ketika dihubungai detikcom melalui telepon, Rabu (5/7/2006).

Asnawi menjelaskan, sejumlah UKM di Sumbar sangat bergantung pada aliran listrik seperti usaha garmen dan sejumlah usaha kerajinan. Selain itu, biaya produksi tinggi juga harus ditanggung usaha warnet dan perhotelan, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Kita berharap agar PLN secepatnya mengumumkan jadwal pemadaman bergilir agar masyarakat dan dunia usaha dapat melakukan langkah antisipasi. Bila terlalu sering listrik mati secara tiba-tiba, jelas akan menimbulkan kerugian yang lebih besar karena dapat merusak peralatan elektronik dan peralatan lainnya," urainya.

PLN terpaksa mengambil langkah pemadaman bergilir karena berkurangnya produksi daya yang dihasilkan sejumlah pembangkit listrik di Sumatera bagian tengah dan selatan sejak beberapa waktu lalu. Selain disebabkan rusaknya tujuh unit pembangkit listrik di Sumatera, berkurangnya produksi daya juga disebabkan penurunan debit air di danau yang menggerakkan sejumlah PLTA.

Produksi listri juga semakin berkurang karena seretnya pasokan BBM dari Pertamina akibat persoalan utang yang belum beres. Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi (HKA) PLN Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Sumatera, Eddy M. Isral, kepada detikcom mengatakan, kerusakan pembangkit, penurunan debit air danau, serta pengurangan pasokan BBM oleh Pertamina telah menyebabkan jaringan interkoneksi Sumatera Bagian Tengah dan Sumatra Bagian Selatan mengalami kekurangan daya sebanyak 160 Megawatt (MW) pada beban puncak.

"Dengan kekurangan 160 MW itu, PLN terpaksa mengurangi pasokan 40 MW untuk Sumbar, 25 MW untuk Riau, 15 MW untuk Jambi, 45 MW untuk Palembang dan Bengkulu serta 36 MW untuk Lampung. Kita mengimbau masyarakat untuk lebih menghemat lagi penggunaan listrik," ujar Eddy M. Isral.

(qom/)

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook