Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Seperti Kota Mati

PEMADAMAN LISTRIK BAGAIKAN KOTA MATI

Sudah beberapa minggu ini kota Padang selalu ada pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun kejadian ini tidak hanya pada beberapa minggu ini saja akan tetapi dilakukan tiap bulan, tiap tahun dalam jangka waktu yang tidak terhitung berapa lama kejadian seperti ini terjadi.

            Awal pemadaman listrik ini pada masa pemerintahan Gus Dur sampai pemerintahan saat ini (Pemerintahan SBY). Pada awal pemadaman listrik emang masih bisa diterima dikarenakan pada awal pemadaman listrik ini kota Padang (Tahun 2002) dalam keadaan masa kemarau yang sangat panjang yang berakibat keringnya beberapa pasokan debit air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berdasarkan alasan yang disampaikan oleh pihak PLN. Namun pada bulan-bulan berikutnya setelah musim kemarau telah berlalu pemadaman ini tetap berlangsung. Ada apakah gerangan sampai terjadi seperti ini?.

            Berdasarkan cerita-cerita masyarakat setempat bahwa Pembangkit Listrik yang ada di kota Padang daya yang ada sangat berlebih untuk satu Provinsi dan tenaga tersebut sebagian telah dijual untuk provinsi lain seperti halnya ke kota ***. Dikarenakan disana daya listrik memakan daya yang sangat besar dan pendapatan juga sangat besar. Namun untuk Sumatera Barat sendiri butuh daya listrik sedikit dan pendapatan juga sangat sedikit. Sampai akhirnya daya listrik yang dimiliki oleh kota Padang khususnya berkurang dan sangat merugikan masyarakat Sumatera Barat.

            Selama ini setiap umat manusia yang dimuka bumi sangat membutuhkan Tenaga listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Namun tidak halnya warga Sumatera Barat khususnya kota Padang yang tidak bisa menikmati sepenuhnya dari tenaga listrik ini yang selalu melakukan pemadaman listrik setiap harinya.

            Dari kejadian selama ini masyarakat Sumatera Barat banyak yang mengalami kerugian dari segi masyarakat kecil sampai masyarakat menengah ke atas. Seperti halnya dari Unit Usaha Kecil sampai Unit Usaha Besar. Dari Unit Usaha tersebut banyaknya barang elektronik yang mengalami kerusakan dan minimnya pendapatan mereka dalam perhari. Hal ini juga dialami oleh masyarakat umum lainnya. Dari pihak-pihak yang selama ini merasa dirugikan oleh pihak perusahaan listrik yang ada di Sumatera Barat merasa bosan dan jenuh akan kejadian-kejadian seperti ini. Masyarakat Sumatera Barat sendiri tidak ada yang meminta ganti rugi akan kerugian yang dialami mereka selama ini dikarenakan mereka akan beranggapan merasa percuma saja kalau meminta ganti rugi atas kerugian yang dialami mereka, toh pemadaman seperti ini akan tetap berlangsung, alias tidak akan berhenti. Bagi usaha menengah ke atas maupun masyarakat menengah ke atas bisa mensiasati kejadian seperti ini bisa membeli genset untuk listrik cadangan yang di pakai untuk keperluan pribadi. Gimana dengan usaha kecil dan masyarakat dari menengah kebawah yang nota bene memiliki penghasilan sehari-hari hanya memiliki yang pas-pasan?.

            Begitu pula bagi mahasiswa yang kost yang sedang tahap akhir tentu juga akan merasa dirugikan dari segi uang maupun segi waktu. Dikarenakan banyak mahasiswa yang sedang menyusun skripsi akan merasa terganggu akan pemadam listrik secara begiliran menjadi terbengkalai.

            Pada awal pemadamann listrik pernah suatu statement yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan listrik yang mengatakan ”Kalau adanya pemadaman listrik selama 3x berturut-turut tanpa pemberitahuan masyarakat akan dibebaskan biaya listrik selama 3 bulan” akan kah statement tersebut terlaksana berdasarkan kerugian-kerugian masyarakat Sumatera Barat selama ini?.

            Pada pertengahan tahun ini (2008) sangat dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat sangat mencekik leher mereka dikarenakan adanya penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditambah lagi adanya pemadaman listrik seperti saat ini.

            Apakah dari kejadian-kejadian seperti diatas akan terus berlangsung dan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab seperti halnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat akan terus menutup mata akan apa yang dialami oleh masyarakat Sumatera Barat?… Itu semua kita tidak tau.

(BACK TO STONE CITY)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook