Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penghematan Listrik Mulai Dilakukan

Mulai dari sekarang dan diri kita Gunakan Listrik Seperlunya

Diawal tahun 2008 ini dunia di guncang dengan melambungnya harga komoditas yang sangat diperlukan untuk melangsungkan kehidupan di bumi ini. Komoditas itu adalah Pangan dan Minyak Bumi.

Indonesia yang merupakan bagian terintegrasi dari planet yang bernama bumi ini tidak bisa lepas dari krisis global ini, otamatis akan berdampak juga bagi kehidupan sosial ekonomi di negara ini.

Indonesia bisa sedikit bernafas lega dengan tercapainya swasembada beras di tahun ini, itu berarti kenaikan harga pangan dunia tidak begitu mengganggu kehidupan sosial ekonomi malah bisa menjadi keuntungan bagi bangsa apabila produk – produk hasil pertanian (pangan) di eksport ke luar negeri.

Tetapi yang menjadi masalah iyalah kenaikan harga minyak dunia, karena sebagian kebutuhan konsumsi dalam negeri masih diimport dari negara tetangga yaitu Singapura. Dengan demikian Belanja negara akan BBM dalam kurs Dollar semakin besar sehingga pemeintah memutuskan untuk menaikan harga BBM meskipun menghadapi resiko yang sangat besar.

Konsumsi BBM sebagian besar digunakan untuk keperluan transportasi, Pembangkit Listrik (PLTD), Industri. Sebagian besar atau hampir sekitar 75 % pembangkit listrik di indonesia masih menggunakan PLTD ( Pembangkit Listrik Tenaga Disel). Itu artinya masih menggunakan bahan bakar solar sebagai penggerak mesin diselnya yang harganya terus naik seiring dengan naiknya harga minyak dunia.

 

Berikut ini akan saya uraikan biaya produksi 1 Kwh listrik (Hitungan kasar)

 

PLN membeli 1 ltr Solar seharga Rp.10000 (harga industri) ke Pertamina

PLN membutuhkan 10000 ltr solar untuk memproduksi 30 Mega Watt /Jam

dari data tersebut dapat di hitung bahwa untuk memproduksi 1 Kwh(kiliwatt/hours) :

 

= 10000/30000

= 0.33 ltr solar ———–jika1 ltr Rp.10000 berarti 0.33 ltr Rp.3300

 

Jadi PLN mengeluarkan biaya produksi 1 Kwh listrik seharga Rp.3300

 

Sedangkan PLN menjual ke konsumen dengan harga yang ditentukan pemerintah 1 Kwh kurang lebih Rp.750 jadi untuk setiap pemakaian 1 Kwh listrik, kita disubsidi pemerintah sebesar Rp.2550 per jam. berapa besar subsidi itu kalau dihitung dalam 24 jam,1 minggu,1 bulan.

Hitungan diatas pun belum mencamtungkan biaya – biaya produksi lainnya seperti pemakaian Air demin untuk keperluan cooling waternya, oil untuk pelumasan mesin – mesin, biaya maintenance, dll.

 

Saya rasa besaran subsidi itu semakin besar….

 

Saya tergelitik untuk menulis tulisan ini karena melihat realitas masyarakat kita yang masih menggunakan listrik semaunya tanpa memikirkan dan mempertimbangkan perlu tidaknya menggunakan listrik tersebut.

Tidak pandang bulu mualai dari orang biasa, orang besar, terpelajar, akademisi, mahaiswa, pejabat, ibu rumah tangga semuanya masih menggunakan listrik semaunya. Padahal betapa sulit dan sukarnya untuk menghasilkan sebuah listrik.

Saya yang sekarang kebetulan bekerja di bidang industri pembangkitan listrik (PLTU,PLTD,PLTA) sebagian besar mengerti betapa sulitnya proses untuk menghasilkan sebuah listrik.

Oleh karena itu melalui tulisan ini saya mengajak kepada teman – teman yang berada dalam komunitas ini untuk menggunakan listrik seperlunya, syukur – syukur kalau ajakan ini bisa di tularkan di lingkungan teman – teman berada saat ini.

Teman – teman yang biasa nonton TV sampai larut malam and biasanya lupa mematikannya sampai tertidur untuk mengubah kebiasaan itu, yang biasa menyalakan komputer satu hari full untuk sedikit menguranginya, ketika tidur menyalakan lampu bisa mencoba tidur dengan mematikan lampu.Dan banyak lagi mungkin langkah – langkah penghematan yang bisa kita lakukan….

Mhatozzz,
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook