Alpen Steel | Renewable Energy

~ Ketika PLTA Tidak Mungkin Dibangun

Kegagalan Melihat Masa depan

Hampir seluruh pembangkit listrik di Pontianak maupun Kalimantan Barat merupakan pernbangkit listrik diesel yang mengonsumsi bahan bakar minyak. ini adalah konsekuensi logis bagi Pulau Kalimantan sebagai sebuah daratan yang terbilang datar sehingga pembangunan pembangkit listrik tenaga air sulit dilakukan.

Untuk dapat membangun PLTA. seperti Kedungombo atau Gajahmungkur (Jawa Tengah) maupun Jatiluhur (Jawa Barat) dibutuhkan kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan. Pegunungan seperti di Jawa dengan karakteristik mempunyai cekungan, kemudian dibendung, memang tidak terdapat di Kalimantan Barat.

“Maka, ketika PLTA tidak mungkin dibangun, apalagi pada tahun 1970-an sampai 1980-an harga solar teramat murah karena subsidi pemerintah, PLN menetapkan PLTD untuk digunakan di Kalbar,” ungkap Kepala PLN Cabang Pontianak Adang Sudrajat.

Karena penyebaran penduduk yang tidak merata, kemudian jauhnya jarak antara satu kota dari kota lainnya, PLTD pun ditempatkan menyebar di tiap kota. ini karena tidak ekonomis bila harus membangun jaringan listrik yang menjangkau seluruh wilayah Kalbar yang luasnya hampir 1,3 kali Pulau Jawa.

Walau demikian, kini arah pendulum berubah. Penggunaan PLTD sangat tidak efisien, saat subsidi pemerintah untuk solar dicabut. Belum lagi harga minyak mentah dunia tidak pernah lagi turun dari kisaran 70 dollar AS per barrel.

Naiknya harga BBM yang membebani keuangan PLN tentu saja membuat kuota pasokan bahan bakar untuk pembangkit PLN pun dijatah. Contoh kasus, PLN Pontianak, menurut Adang Sudrajat, membutuhkan BBM sekitar 190.138.986 liter untuk menghidupkan listrik Pontianak selama satu tahun.

Namun, dalam realitas pada kontrak pengadaan BBM, PLN Pontianak cuma mendapat 175.908.000 liter dalam setahun.

Dengan demikian, agar Pontianak bisa menikmati listrik satu tahun penuh, maka diadakan pemadaman bergilir. Begitupun lebih baik dari pada beberapa hari menjelang akhir tahun dilakukan pemadaman total.

Krisis listrik di Kalbar, berkaitan dengan pasokan BBM, merupakan kegagalan PLN Kalbar melihat masa depan. Kegagalan memahami perdebatan tentang ketersediaan.bahan bakar fosil yang ada di alam semakin menipis, belum lagi dibayangi kepentingan politik.

Sebenarnya Kalbar mempunyai potensi PLTA, yakni di Nanga Silat, Kapuas Hulu, ada riam berpotensi daya listrik sebesar 130 MW, tetapi jaraknya hampir 600 km dari Pontianak Kemudian Riam Merasap di Kabupaten Bengkayang, sekitar 250 km dari Pontianak.

Terlebih, menurut Adang, Sedang dipersiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gambut berdaya 2 x 30 MW, yang diperkirakan menghasilkan daya listrik tahun 2008/2009. Pada saat yang sama juga beredar wacana tentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kalbar.

Sumber: Kompas 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook