Alpen Steel | Renewable Energy

PLTU Palu Rusak Lagi

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Palu kembali rusak, sehingga PT PLN setempat terpaksa  memberlakukan pemadaman bergilir karena kekurangan daya sekitar 10 Megawatt (MW).
     
Asisten Manager Bidang Pembangkitan PT PLN Cabang Palu Ventje Wugouw mengataka Jumat, pada Kamis (13/3) sekitar pukul 10;09WITA, dua unit PLTU masing-masing berkapasitas 15 MW mengalami gangguan karena Packing Flange pipa main steam ke turbin tiba-tiba bocor.
     
Akibatnya pasokan daya listrik dari PLTU praktis saat itu juga terhenti, sehingga terjadi pemadaman sepanjang hari pada beberapa kawasan pemukiman penduduk di ibukota Provinsi maupun sejumlah desa di Kabupaten Donggala.
     
Saat itu juga tim teknisi dari PT Pisaka Jaya Palu Power (PJPP) pengelola PLTU langsung melakukan perbaikan, namun belum juga berhasil. Sesuai surat dari PT PJPP yang diterima PT PLN Cabang Palu tanggal 13 Maret 2008, dibutuhkan waktu empat-lima hari kedepan untuk memperbaiki komponen pembangkit yang mengalami kerusakan tersebut.
     
Ia menjelaskan, selama beberapa hari kedepan masih ada pemadaman bergilir aliran listrik untuk sistem kelistrikan di daerah ini. Hingga kini, sistem kelistrikan Palu juga memenuhi sebagian kebutuhan listrik di sejumlah desa Kabupaten Donggala, dan sangat tergantung pasokan daya dari  PLTU, sebab mesin-mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) yang dimiliki PLN rata-rata sudah menurun kemampuannya karena sudah beroperasi diatas 15 tahun.
     
Bila salah satu dari dua unit mesin PLTU maupun PLTD mengalami kerusakan, dipastikan terjadi pemadaman bergilir untuk sistem kelistrikan Palu, seperti yang telah berlangsung tiga hari terakhir ini.
     
"Pemadaman tidak bisa dihindari, sebab Palu hingga kini masih mengalami defisit daya listrik. Untuk itu masyarakat hendaknya memahami," ujar Wugouw.
     
Pemadaman dalam beberapa hari kedepan sambil menunggu PLTU kembali normal lagi, hanya dilakukan pada malam hari sebab pada saat itu beban puncak meningkat hingga mencapai 41 MW.
     
Sedangkan beban puncak pada siang hari masih dapat ditalangi pasokan daya listrik dari PLTD Silae yang saat ini didukung 10 unit pembangkit. Kecuali jika ada permintaan pengurangan daya dari pihak PJPP, otomatis PLN akan lakukan pemadaman pada siang hari, tetapi tingkat pemadaman tidak sebesar malam hari.
     
Menurut dia, jika Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Kabupaten Poso dan PLTA Gumbasa di Kabupaten Donggala sudah beroperasi, beberapa kabupaten/kota, termasuk Palu dijamin bebas dari krisis listrik berkepanjangan.
     
Pembangunan proyek PLTA Sulewana diperkirakan rampung dan sudah mulai mensuplai daya listrik pada akhir 2009 atau awal 2010. Sementara pembangunan PLTA Gumbasa yang memanfaatkan sumber air Danau Lindu baru akan dimulai 2009.
     
Saat ini, Pemkab Donggala bersama pihak perusahaan yang akan membangun proyek kelistrikan tersebut sedang dalam tahap membuat analisa dampak lingkungan (AMDAL).
     
Sementara itu General Manager PT PJPP Slamet P secara terpisah membenarkan adanya gangguan pada dua unit PLTU yang terjadi Kamis (13/3), sehingga distribusi daya listrik ke sistem Palu terhenti.
     
Ia mengatakan, pihaknya berupaya memperbaiki agar bisa kembali beroperasi memperkuat sistem kelistrik Palu yang hingga saat ini masih mengalami defisit. "Kami usahakan paling lambat 17 Maret sudah bisa beroperasi secara normal," katanya. (ANT)
ABI
Sumber : ANT
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook