~ Sekitar 45.000 Calon PLN di Sulselrabar Antre

45.000 Calon Pelanggan PLN di Sulselrabar Antre

Pemadaman Bergilir di Kendari Terjadi Sekali dalam Dua Hari

Akibat krisis energi, sekitar 45.000 dari 65.000 calon pelanggan yang masuk daftar tunggu PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat hingga tahun ini masih harus antre. Bahkan di Kendari pemadaman bergilir lebih sering terjadi akibat pembangkit listrik rusak.

Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Agung Murdifi mengungkapkan hal tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/4). "Kami baru bisa melayani sekitar 20.000 calon pelanggan tahun ini," katanya.

Memang, lanjut Agung, calon pelanggan PT PLN yang terlayani masih sedikit. "Apalagi jika mengingat jumlah daftar tunggu (calon pelanggan) terus bertambah setiap tahun. Tapi, memang baru ini yang bisa dilayani," ujarnya.

Agung menambahkan, pelayanan terhadap 20.000 calon pelanggan itu pun bisa dipenuhi karena PLN akan mendapat tambahan daya 20 megawatt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sengkang. Selain itu, akhir tahun ini PLN juga akan menyewa mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 70 MW.

Krisis energi di Sulselrabar sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini antara lain akibat mesin-mesin pembangkit yang dimiliki PT PLN pada umumnya sudah tua dan boros bahan bakar. Satu-satunya sumber pembangkit yang murah, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru, pun bermasalah akibat sedimentasi.

Berdasarkan pemantauan Kompas di Waduk Bakaru akhir tahun lalu—berikut penjelasan Direktur Operasional PLTA Bakaru, Ahmad Saleh—lumpur dan pasir yang ikut masuk ke Bakaru sudah mencapai 6 juta meter kubik sehingga mengakibatkan pendangkalan waduk. Kondisi ini mengakibatkan PLTA Bakaru tidak bisa bekerja maksimal, terutama pada musim kemarau.

Pemadaman bergilir

Dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dilaporkan, sejak awal April lalu pemadaman listrik bergilir semakin sering terjadi. Kalau sebelumnya sekali dalam 11 hari, kini sekali dalam dua hari.

Pelaksana Manajer PT PLN Cabang Kendari Djamaluddin Amba kemarin mengatakan, hal itu terjadi akibat lima dari 18 mesin pembangkit yang dioperasikan PLN Kendari rusak. Kondisi ini menyebabkan daya listrik berkurang 12,5 MW.

Praktis, lanjut Djamaluddin, daya PLN Kendari kini tinggal 24,4 MW dari total 36,9 MW. Kondisi daya maksimal pun, lanjutnya, hanya bisa dicapai setelah dilakukan pemadaman terhadap hampir 80 persen lampu jalan di seantero Kota Kendari serta pemblokiran aliran untuk industri, hotel-hotel, dan bisnis lainnya saat beban puncak.

Karena itu, lanjutnya, pemadaman bergilir saat beban puncak mulai pukul 17.00 hingga 22.00 Wita terpaksa dilakukan sekali dalam dua hari.

Krisis listrik ini diperkirakan berakhir dua bulan mendatang. Sebab, kerusakan empat mesin pembangkit berdaya 10 MW itu cukup parah. (REN/YAS)

Kompas, Makassar


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum