Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLN Sulsel Lakukan Pemadaman Listrik

PEMADAMAN LISTRIK DIMULAI

PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar (Sulselrabar) mulai melakukan pemadaman listrik bergilir, Kamis (12/2).

Pemadaman diperkirakan berlangsung hingga 60 hari atau sekitar dua bulan.
Pemadaman bergilir dilakukan menyusul proses pemeliharaan (overhaul) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Unit 1 di Kabupaten Pinrang sehingga daya listrik di Sulsel dan Sulbar berkurang 80 Mega Watt (MW).
"Overhaul dimulai hari ini (kemarin) sehingga produksi daya akan berkurang 80 MW. Perbaikan ini sebenarnya sudah lewat dua tahun dari jadwal yang seharusnya dilaksanakan tahun 2007," ungkap General Manager PT PLN Wilayah Sulselrabar, Hariyanto Sirajudin kepada wartawan di kantorntya di Makassar, kemarin
 Akibat pengurangan itu, daya listrik yang dimiliki PLN Sulselbar saat ini hanya sebesar 423 MW dengan produksi beban puncak sebesar 490 MW.
Dari pantauan Tribun di sejumlah wilayah di Makassar seperti Panakkukang, sebagian Manggala, serta wilayah selatan di Jl Cenderawasih dan sekitarnya sudah merasakan pemadaman, kemarin siang, dengan intensitas 30 menit hingga satu jam. 

Menurut Hariyanto, perbaikan tersebut diperlukan sebab berdasarkan hasil penelitian Tim Ahli Penelitian dan Pengembangan PT PLN Persero pada Sabtu (7/2), disimpulkan bahwa pengoperasian PLTA Bakaru tidak layak dilajutkan.
Beberapa indikator pengukuran, menunjukkan bahwa tingkat vibrasi atau getaran pada generator turbin semakin tinggi, selain kebocoran air pada poros U Packing Guide Vane yang juga terus meningkat.
"Tim ahli merekomendasikan agar segera melakukan overhaul terhadap PLTA Bakaru Unit I, karena kalau ditunda bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah dan fatal ke komponen yang lain," jelasnya.
Ia menjelaskan, keputusan pemeliharaan ini merupakan pilihan berat sebab berdampak dengan dilakukannya pemadaman bergilir di sistem kelistrikan Sulselbar.

Sudah Pemadaman
Manajer Transmisi dan Distribusi PLN wilayah Sulselrabar, A Lakipadada, menambahkan, pihak PLN sebenarnya sudah melakukan pemadaman sebelumnya sebesar 20 MW setiap malam.
Hanya saja pemadaman tersebut tidak dirasakan oleh pelanggan  umum, melainkan pelanggan perusahaan (industri) besar yang memiliki cadangan listrik dari genset.
"Tapi dengan berkurangnya pasokan listrik dari PLTA Bakaru Unit 1 maka pemadaman bergilir tidak bisa kami hindari untuk pelanggan umum dan rumah tangga," kata Lakipadada.
Area pemadaman bergilur tersebut akan tersebar di seluruh Sulsel dan Sulbar, yang terdiri atas unit cabang PLN. Namun yang terbesar kuotanya adalah di Cabang Makassar karena beban puncak terbesar ada di wilayah ini.
Untuk PLN Cabang Makassar total penurunan beban listrik sebesar 45 MW, Cabang Watampone sebesar tujuh  MW, Cabang Bulukumba 11 MW, Cabang Parepare tujuh MW, Cabang Pinrang tiga MW, Cabang Palopo tujuh MW, dan Cabang Mamuju empat MW.
Dari cabang tersebut akan menyebar ke beberapa kabupaten, pasalnya masing-masing cabang membawahi beberapa kabupaten dan kota.
Lama pemadaman akan terjadi setiap hari antara pukul 18.00-22.00 wita, dengan masa pemadaman sekitar dua hingga empat jam per wilayah sehingga tidak terlalu mengganggu kelancaran beraktivitas. Jadwal tersebut sudah disusun per wilayah dan setiap pelanggan akan mengalami pemadaman sekali dalam tiga hari.
"Kalau malam nanti padam, maka besok tidak padam, dan lusa tidak padam. Berikutnya baru padam lagi. Artinya satu hari padam, dua hari nyala. Untuk itu kami berharap seluruh pelanggan bisa sepakat menurunkan pemakaian listriknya dibeban puncak antara pukul 18.00-22.00 wita," lanjutnya.
Sosialisasi
Hariyanto mengatakan, pihaknya mengupayakan sosialisasi  pemadaman ini bisa berjalan maksimal. "Kita sepakat melaporkannya dengan Gubernur Sulsel mengenai keputusan bahwa 12 Februari PLTA Bakaru di overhaul dan dikeluarkan dari sektor," ujar Hariyanto.
Menurut Hariyanto dengan dampak adanya potensi pemadaman sebesar 80 MW, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi adanya pemadaman tersebut dengan melakukan sosialisasi termasuk menulis surat pada jajaran muspida dan pelanggan besar, dengan harapan sejumlah perusahaan tidak menggunakan listrik yang berpotensi menurunkan beban sekitar 16 MW.
PLN juga akan mengupayakan sejumlah tempat untuk tidak mengalami pemadaman listrik, seperti Rumah Sakit (RS), Rumah Jabatan Gubernur, PDAM, dan beberapa area lainnya. Selain itu juga ada beberapa kabupaten yang tidak akan mengalami pemadaman listrik, dikarenakan belum masuk sistem di sana.
Kabupaten tersebut seperti Kabupaten Selayar, Luwu Timur, Kabupaten Mamuju, dan Mamuju Utara.
Berupaya
Terkait dengan defisit daya tersebut, PLN mengupayakan beberapa hal, antara lain meminta perusahaan skala besar seperti industri, hotel dan mal, mengoperasikan mesin genset pada waktu beban puncak.
Selain itu, mereka juga menghimbau seluruh pelanggan agar terus menerapkan prilaku hemat listrik dengan mematikan minimal dua titik lampu yang berdaya 50 Watt.
"Dengan asumsi pelanggan 1,5 juta sambungan, listrik yang bisa dihemat bisa mencapai 75 MW, terutama pada saat beban puncak pada pukul 5 sore hingga 10 malam," katanya.
 PLN juga menghimbau sejumlah pihak terkait agar secepat mungkin menertibkan pelaku pencurian listrik, memadamkan papan iklan tidak resmi, mengurangi pemakaian listrik pada papan iklan resmi yang dinilai berlebihan menggunakan listrik serta menghentikan penggunaan listrik secara tidak resmi. (mel)
 

TRIBUN,Makassar
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook