Alpen Steel | Renewable Energy

~ Listrik Sering Padam di Makassar

 

Listrik kembali padam di sejumlah daerah, Rabu (25/3) sore, termasuk di kawasan pertokoan di Jalan Zainul Arifin, Medan. Salah seorang pekerja toko menggunakan lilin untuk penerangan di tokonya.

LISTRIK SERING PADAM, WALI KOTA MAKASSAR PANGGIL GM PLN

Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Andi Herry Iskandar memanggil General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sulselrabar Arifuddin Nurdin terkait dengan pemadaman bergilir yang terjadi setiap hari yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat Kota Makassar. "Pemanggilan ini berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat yang masuk, di samping untuk mengantisipasi kerawanan pada malam hari setelah Pemilihan Kepala Daerah Kota Makassar pada 29 Oktober mendatang," kata Andi di sela pertemuannya dengan general manajer PT PLN Sulselrabar, Jumat (24/10).

Menurut Andi, penting untuk menjaga iklim yang kondusif menjelang dan setelah  Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2009-2013. "Karena itu, pemanggilan PLN bertujuan untuk mendapatkan jaminan tidak ada pemadaman pada malam pemilihan walikota. Soalnya pada malam hingga pemilihan cukup rawan konflik sehingga PLN harus menjamin tidak ada pemadaman," katanya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian wali kota adalah pemadaman bergilir dalam dua pekan terakhir yang dinilai tidak sesuai komitmen PLN bahwa pemadaman yang dilakukan dua jam dan hanya sekali dalam sehari. Namun kenyataannya, satu wilayah mendapat giliran dua kali pemadaman, itu pun sudah lebih dari dua jam setiap kali pemadaman.

Menanggapi hal tersebut, GM PT PLN Wilayah Sulselrabar Arifuddin Nurdin mengatakan, sebenarnya sistem kelistrikan di Indonesia mengalami krisis, termasuk di Sulsel, namun pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik di daerah ini. Krisis listrik semakin parah ketika  musim kemarau tiba karena jumlah debit air untuk operasional PLTA Bakaru menurun sehingga dari dua turbin yang ada, hanya satu yang bisa difungsikan.

Arifuddin menjelaskan selama ini pada siang hari, PLTA Bakaru hanya mampu mengoptimalkan kapasitas 30 megawatt  (MW) dari kapasitas terpasang 2x60 MW dengan beban maksimal sekitar 110 MW. "Mau tidak mau, kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir di area Sulawesi Selatan dan Barat. Hanya saja waktunya tidak dapat dipastikan karena kondisi debit air di penampungan DAM Suppa juga tidak bisa diperkirakan kapan mampu menyuplai energi pembangkit listrik," katanya.

Akibatnya, pelanggan PT PLN Sulselrabar harus menghadapi pemadaman listrik secara bergilir yang sudah  berlangsung selama dua pekan terakhir. Kebijakan itu terpaksa dilakukan daripada melakukan pemadaman total.

Terkait dengan krisis daya di Sulsebar, Arifuddin mengatakan pihaknya kini menunggu pasokan daya dari PLTG Sengkang sebesar 60 MW untuk menuntupi kekurangan daya yang ada. "Dari seluruh pembangkit yang ada di Sulsel, hanya mampu memasok daya sekitar 430 MW, sementara pada saat beban puncak kebutuhan listrik dapat mencapai 480 MW lebih, itulah mengapa sebagian pelanggan terpaksa dipadamkan listriknya secara bergantian," katanya.

Sementara pada siang hari, tambah Arifuddin, PLN kekurangan daya sekitar 20 sampai 30 MW sedangkan malam hari kekurangan 50 sampai 60 MW.

KOMPAS, Makassar

Ima, Sumber antara

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook