Alpen Steel | Renewable Energy

~ Ambon Terancam Krisis Listrik

AMBON TERANCAM GELAP GULITA
 
Krisis listrik di Kota Ambon, Maluku, semakin parah karena mesin pembangkit yang sudah berumur di atas 25 tahun tidak berfungsi optimal. Pemadaman listrik bergilir semakin sering dilakukan sejak dua bulan lalu menyusul kerusakan beberapa mesin pembangkit.

”Krisis listrik di Ambon diprediksi semakin parah pada 2010 jika tidak ada tambahan pembangkit listrik,” ujar Yunus Tipka, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku.

Menurut Yunus, Ambon terancam gelap gulita pada 2010 karena mesin pembangkit yang berumur di atas 25 tahun tidak bisa dioperasikan lagi. Mesin yang ada sudah tidak layak pakai, tetapi terpaksa terus digunakan karena tidak ada mesin baru.

Yunus mengharapkan krisis listrik dapat teratasi jika pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berdaya 2 x 15 megawatt selesai sesuai jadwal pada 2010. Pembangunan PLTU itu mundur dari target selesai 2009 karena sulit mencari lahan. Jika mundur lagi, krisis listrik di Ambon kian parah dan pemadaman semakin sering terjadi.

Krisis listrik dikeluhkan masyarakat Ambon yang baru merintis usaha pascakonflik sosial. Rizal (28), pengusaha warung internet di Ambon, sudah dua kali mengganti genset, dua penyejuk udara, dan enam monitor komputer. Listrik yang sering padam menyebabkan alat elektronik cepat rusak. Kondisi ini menyebabkan biaya operasional membengkak dan pemasukan turun sebesar 20-30 persen.

”Hari ini sudah mati dua kali, tadi pagi mati empat jam dan siang empat jam,” ujar Rizal.

Eca Gawi (32), warga Kebun Cengkeh, yang sedang merintis usaha pembuatan mebel, juga terimbas krisis listrik. Target proses produksi tak terpenuhi karena mesin tidak bisa beroperasi.

Pada pertemuan Komisi B dengan manajemen PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, menurut Yunus, terungkap, pemadaman listrik bergilir saat ini dilakukan karena mesin yang sudah tua sering rusak. Dengan kerusakan satu mesin misalnya, pemadaman bergilir tetap harus dilakukan karena daya yang tersedia tidak bisa memenuhi beban puncak.

Agustinus Lomo, Koordinator Humas PT PLN Maluku dan Maluku Utara, mengakui kondisi ini. Beban puncak di Kota Ambon 28-32 MW, sementara daya yang tersedia 37 MW. Saat ini ada dua mesin yang sedang diperbaiki.

”Saat ini PLN Maluku dan Maluku Utara dalam status siaga karena selisih daya tersedia dan beban puncak sangat tipis. Jika ada mesin rusak, pemadaman bergilir dilakukan,” ujar Lomo.

Beberapa hari

Yunus menambahkan, krisis listrik ini bukan hanya terjadi di Ambon. Kondisi kelistrikan di Maluku kurang bagus karena masih ada sekitar 400 desa yang belum menikmati listrik PLN. Di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara Barat, dan Maluku Barat Daya, pemadaman listrik bisa terjadi beberapa hari. Di daerah-daerah terpencil, kendala utama adalah pasokan bahan bakar solar sehingga bisa tidak ada listrik selama beberapa hari.

Di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, ada PLTD yang dibangun 2004 tetapi belum beroperasi hingga sekarang. Padahal, sudah ada tiang listrik dan jaringan kabel. Pengoperasian terhadang sulitnya mendapat bahan bakar dan belum ada teknisi mesin.

Yunus menilai pembangkit listrik di Maluku seharusnya memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, bayu, gelombang, dan mikrohidro. Jika menggunakan bahan bakar minyak, terkendala pada biaya dan kontinuitas pasokan. (ang)

Kompas, Ambon

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook