Alpen Steel | Renewable Energy

Pemadaman Bergilir Tetap Dilakukan

Pemadaman aliran listrik secara bergilir di se­bagian wilayah Sulawesi serta Kalimantan akan diberlakukan hingga akhir Ramadan menda­tang.

Kebutuhan 149 ribu pelang­gan listrik di Sulawesi Utara (Su­lut), Sulawesi Tengah (Sulteng) serta Gorontalo tidak terpenuhi karena kapasitas produksi listrik tidak seimbang. "Permintaan konsumen tidak sebanding de­ngan produksi energi listrik," ujar Kepala Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutteng­go (Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo), Victor Moningtja, kemarin.

Hal itu terjadi karena tujuh mesin pembangkit listrik yang dijadikan dalam satu jaringan sistem Minahasa-Manado-Kota­mobagu kapasitas produksinya hanya 118 Megawatt (Mw) per hari, sedangkan pada beban puncak pelanggan membutuh­kan 132 Mw.

"Berdasarkan angka itu, kami kekurangan sekitar 14-15 Mw per hari. Apalagi kondisi tujuh mesin pembangkit listrik terse­but sudah tua. Jadi perlu pem­bangkit listrik baru untuk mengatasinya," papar Victor.

la mengungkapkan, masalah tersebut bisa diatasi asal dua mesin pembangkit listrik tenaga disel di Kota Bitung tidak disegel polisi yang terkait dengan kasus dugaan korupsi.

Dua unit mesin tersebut dapat menghasilkan 12-13 Mw per hari sehingga dapat menutupi kekurangan produksi tujuh pem­bangkit listrik.

Sedangkan, krisis listrik di wilayah Sulut diperhitungkan dapat teratasi sepenuhnya pada akhir tahun'ini, setelah diopera­sikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lehendong (PLTP II), Kota Tomohon, yang berka­pasitas 20 Mw.

"Sesuai dengan kontrak PLN dengan Pertamina, akhir No­vember 2007 mendatang, pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah dapat difungsikan," kata Victor.

Selain itu, pada 2008 menda­tang, PLN Suluttenggo juga akan mengoperasikan PLTP III di Lehendong dengan kapasitas pro­duksi 20 Mw dan mesin pembang­kit minyak kapal (MMO) 20 Mw.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Produksi listrik di wilayah itu mengalami defisit sebesar 30 Mw karena pembangunan sejumlah pembangkit hingga kini belum rampung.

General Manager PLN wilayah Kaltim Arifinsyah mengatakan, beban puncak di Kaltim menca­ pai 195 Mw, sedangkan daya listrik yang dihasilkan hanya 165 Mw. "Pembangkit listrik yang ada saat ini tidak cukup untuk melayani pelanggan di seluruh Kaltim," tuturnya.

Jadi, tambahnya, untuk tetap melayani pelanggan, PLN Kaltim akan mengurangi beban listrik sebesar 20-30 Mw setiap hari. "Caranya dengan memberlaku­kan pemadaman bergilir dan menghentikan penyambungan baru atau penambahan daya bagi pelanggan PLN," tandasnya.

Arifinsyah mengharapkan pe­merintah kota dan kabupaten di seluruh Kalimantan mengurangi penerangan lampu jalan agar ma­syarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik.


Sumber: DJLPE & Media Indonesia
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook