Alpen Steel | Renewable Energy

Sutiyoso: Listrik di Indonesia Tidak Pantas Byarpet

Calon presiden yang diusung dari beberapa partai kecil, Sutiyoso, menyatakan, listrik di Indonesia tidak pantas byarpet seperti sekarang ini. Apalagi dengan munculnya wacana impor batu bara untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar listrik Indonesia, tidak pantas di negeri yang kaya sumber energi ini.

“Untuk negara dengan kekayaan energi luar biasa seperti Indonesia, sebetulnya kita tidak pantas mengalami pemadaman listrik demikian sering," ungkap Sutiyoso, Senin (22/12), setelah melihat langsung kekayaan sumber tambang bata bara di beberapa wilayah Kaliman Timur (Kaltim).

Sutiyoso prihatin melihat kondisi yang begitu kontras. Berangkat dari keprihatinannya, Sutiyoso melalui Safari Indonesia Pantang Menyerah mengunjungi Kaltim untuk melihat dan mempelajari langsung kondisi yang berkembang pada tataran lokal.

Dijadikannya Kaltim sebagai salah satu mata rantai penting dalam safari berkaitan dengan peran penting provinsi ini sebagai salah satu lumbung utama energi nasional yang menghasilkan minyak, batu bara, dan gas alam. Setelah melihat langsung ke Kaltim, Sutiyoso yakin bangsa Indonesia memiliki potensi-potensi yang sebenarnya lebih dari cukup untuk menjawab segala tantangan, termasuk masalah ketahanan energi nasional.

Dari beberapa daerah di Kaltim yang dikunjungi dalam safari ini, terlihat pula bahwa hasil penjualan batu bara ke luar negeri ternyata belum memiliki dampak yang cukup signifikan untuk mendorong pembangunan di tingkat daerah penghasilnya sendiri.

“Jangan sampai daerah penyumbang energi nasional seperti Kaltim ini kemudian hanya merasakan dampak lingkungannya saja,” imbuh Sutiyoso yang pada tahun 2006 mendapat penghargaan Pengelolaan Kualitas Udara Asia.

Dalam berbagai kesempatan pada safari ke Kaltim ini, sempat mengemuka pula sebuah pertanyaan mengenai bagaimana Indonesia dapat secara ketat mengutamakan kebutuhan energi domestik. Menanggapi hal tersebut, Sutiyoso menekankan perlunya sebuah kebijakan nasional yang juga mengatur pola konsumsi energi.

Menurutnya, kebijakan mengutamakan penggunaan batu bara untuk kebutuhan domestik juga tidak boleh sampai merugikan potensi bisnis internasional dan harus diarahkan untuk lebih mengutamakan penyediaan listrik di pelosok-pelosok daerah. “Kalau batu bara hanya boleh dijual di dalam negeri dan hanya digunakan untuk menerangi kota-kota besar saja, hal itu sama saja bohong," kata Sutiyoso.

Khusus untuk batu bara di Kaltim saja, secara keseluruhan produksinya saat ini sudah mencapai 292.716.720 ton dengan potensi cadangan tersisa sekitar 21,69 triliun ton. Potensi yang luar biasa ini membuat Sutiyoso optimistis bahwa Indonesia mampu menjadi penguasa energi di masa depan.

Lebih lanjut, Sutiyoso menegaskan bahwa Indonesia dipenuhi oleh lumbung-lumbung energi dari Merauke sampai Sabang. “Yang penting adalah bagaimana menyiapkan SDM kita agar mampu mengusahakan potensi-potensi tersebut secara berdikari sehingga kita tidak diombang-ambingkan terus oleh harga energi global," kata Sutiyoso. (Persda Network/Sugiyarto)



Sumber : Persda Network
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook