Alpen Steel | Renewable Energy

IMM Pertanyakan Pemadaman Listrik

 Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) STIH Bima, mendatangi kantor PLN Cabang Bima, Jumat (15/5). Mereka menanyakan pemadaman listrik belakangan ini yang seringkali terjadi.
Mahasiswa itu diterima Manajer PLN Cabang Bima, Arief Kuncoro, Asisten Manajer Distribusi, Syarifudin, Manajer PLTD Bima, IDK Windu, dan sejumlah pejabat PLN lainnya. Saat itu, mahasiswa mengemukakan sejumlah persoalan yang menjadi pemicu keresahan masyarakat.
Ketua Bidang Hukum IMM STIH Bima, Bahrun, mengatakan kedatangan mereka ke PLN karena menerima keluhan dari masyarakat tentang seringnya pemadaman bergilir. Menurutnya, hal itu sangat merugikan masyarakat, apalagi hingga empat kali seminggu.
Tidak hanya itu. Kata dia, akibatnya banyak barang elektronik rusak. Termasuk menghambat orang yang bekerja dengan mengandalkan listrik sebagai sumber energi.
Bahkan, Badrun menyampaikan dugaan mark up penggunaan bahan bakar di PLN. Menurut mereka dengan seringnya listrik padam, maka penggunaan minyak berkurang. Lantas mempertannyakan kemana sisa bahan bakar itu. "Pastinya masyarakat sangat dirugikan dengan pemadaman ini. Apa sebabnya dan antisipasi PLN mengatasi pemadaman ini," ujarnya.
Tohir, mahasiswa lainnya, membeberkan dugaan 'sogok' warga yang punya hajat hiburan dengan oknum di PLN Bima agar listrik tidak dipadamkan. Selain itu, ada juga yang menanyakan tentang sikap PLN terhadap pelanggan tidak resmi.
Asisten Manajer Distribusi, Syarifudin, menjelaskan secara detal tentang kondisi PLN Bima saat ini. Dikatakannya ada beberapa sebab sehingga pemadaman sering dilakukan.
Saat ini, kata dia, daya pasang PLN 26,7 Mega Watt (MW), namun kemampuannya hanya 15,520 MW dari kebutuhan beban 20,5 MW, sehingga terjadi devisit daya 5,7 MW.
Pemadaman, kata Syarifudin, dilakukan mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Pada jam tersebut menjadi beban puncak penggunaan listrik oleh warga, sementara daya tidak mampu. Barulah pukul 21.00 Wita beban berkurang, sehingga bisa dinyalakan.
Faktor lainnya, sebutnya, hampir semua daya mampu mesin derating atau menurun. Kerap kali mesin mengalami ganguan secara mendadak. Dicontohkannya, pohon yang tumbang, kelelawar yang menyambar kawat dan lainnya. "Saat ini juga PLN sedang memelihara mesin dan jaringan," ujarnya.
PLN Bima, paparnya, mestinya hanya melayani pelanggan yang terdaftar, namun kenyataannya banyak warga menumpang aliran listrik. Bahkan, jumlah tambahan beban akibat adanya yang menumpang menjadi 1,5 MW. "Ditambah lagi dengan beban karena Pemda saat ini rame-rame memasang lampu hias," jelasnya.
Manajer PLN Cabang Bima, Arief Kuncoro, menambahkan upaya PLN mengantisipasi pemadaman, untuk jangka pendek memelihara mesin yang sudah tua. Jangka menengah akan menambah 10 MW dan diharapkan beroperasi awal 2010. "Untuk mesinnya sudah ditender dan sudah ada pemanangnya. Kini dalam proses pemasangan," ujarnya.
Sementara langkah jangka panjang, kata Arief, akan ada mega proyek PLTU di Bonto 10.000 MW. Bahkan bisa melayani hingga Sumbawa. Menganai dugaan mark up bahan bakar dibantahnya, karena semua dalam pengawasan.
Hal lain yang dijelaskan dalam pertemuan dengan mahasiswa saat itu, setiap bulannya PLN Bima rugi hingga Rp13 miliar. Upaya yang dilakukan bagaimana menekan kerugian. Pasalnya, untuk biaya produksi 1 Kwh dibutuhkan biaya Rp1.242, sementara masyarakat hanya membayar per 1 Kwh Rp590. Dengan demikian, PLN  Bima harus menanggung beban Rp652. (BE.16
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook