Alpen Steel | Renewable Energy

PLN Perlu Serius Jaga Keandalan Sistem

 Pemerintah menilai PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN tak serius menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Hal itu terlihat dari terjadinya kembali pemadaman listrik akibat gangguan di sejumlah pembangkit.

"Kami sudah berkali-kali meminta PLN sebagai pemegang monopoli usaha ketenagalistrikan untuk menjaga keandalan listrik, bukan hanya di Jawa, tetapi juga di luar Jawa. Namun, masih saja terjadi yang seperti ini," ujar Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, Kamis (21/6).

Sistem kelistrikan Jawa-Bali dalam dua hari terakhir mengalami defisit daya, menyusul gangguan di sejumlah pembangkit besar dalam waktu yang bersamaan. Purwono menilai, alasan PLN bahwa pembangkit yang rusak adalah milik swasta tidak bisa diterima karena BUMN itu berperan sebagai penanggung jawab operasional kelistrikan.

Meskipun tidak seluas yang diperkirakan, PLN melakukan pemadaman listrik sebesar 35 megawatt (MW) di wilayah Jakarta Utara. Pemadaman dilakukan selama kurang lebih dua jam mulai pukul 18.00-20.00.

Semula, PLN memperkirakan terjadi defisit sampai 480 MW, dengan gangguan yang dialami Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Paiton 7, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya 5, PLTU Cilacap 2, PLTGU Cilegon, dan PLTGU Muara Tawar. Dengan perkiraan terparah itu, semula pemadaman sebesar 400 MW akan dilakukan secara merata di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Namun, pemadaman bisa diminimalisasi karena realisasi beban puncak semalam hanya 14.950 MW dari perkiraan 15.200 MW. Angka beban puncak bisa dikurangi karena sistem Jawa- Bali dijalankan dengan kualitas tegangan di bawah normal. "Yang padam hanya kawasan sekitar Plumpang, termasuk Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Pelanggannya tidak banyak, tetapi dari sisi jumlah daya listrik cukup lumayan," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Fahmi Mochtar.

Kondisi listrik di sistem Jawa- Bali diperkirakan akan berangsur normal mulai Jumat ini. PLTGU Muara Tawar yang sebelumnya kekurangan bahan bakar, sudah bisa beroperasi penuh. Kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) pengganti sudah mulai memasok ke pembangkit itu kemarin sore. "Tapi, BBM tidak bisa langsung dialirkan ke pembangkit, perlu waktu 10-12 jam untuk pengendapan," kata General Manager Pembangkitan Muara Tawar Max Karamoy.

Kalangan industri sempat risau dengan rencana pemadaman. Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sunggu Aritonang mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka serta sejumlah asosiasi industri. "Asosiasi industri, terutama tekstil dan besi, sudah diinformasikan bahwa kondisinya tidak parah, tetapi kami mengimbau agar mereka mengurangi pemakaian listrik PLN," ujarnya.

Menurut data PLN, tahun ini pemakaian listrik naik 7 persen dari perkiraan. Akibat gangguan pasokan bahan bakar gas dan batu bara, pemakaian BBM PLN selama periode Januari-Mei 2007 sudah 217 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.

General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa- Bali Muljo Adji mengatakan, gangguan pembangkit-pembangkit besar dalam waktu yang bersamaan adalah kejadian yang kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Berdasarkan catatan Kompas, kejadian serupa juga terjadi pada bulan Mei dan November 2006. Pada 23 Mei 2006, listrik di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta padam akibat gangguan pasokan bahan bakar pada PLTGU Priok, PLTGU Muara Karang, PLTGU Grati, dan PLTGU Muara Tawar. Defisit daya terulang pada akhir November 2006. Kerusakan di PLTU Paiton dan PLTU Suralaya, diperparah dengan hilangnya pasokan gas ke PLTGU Gresik akibat meledaknya pipa Pertamina.

Direktur Utama PLN Eddie Widiono dalam jumpa pers khusus untuk menjelaskan tentang kondisi kelistrikan sistem Jawa- Bali, kemarin, beralasan, kondisi sistem Jawa-Bali yang cadangannya pas-pasan mengharuskan PLN mengoperasikan pembangkit yang biaya bahan bakarnya murah. "PLTU Suralaya unit 5-7 dioperasikan terus-menerus sehingga tidak sempat dilakukan inspeksi. Akibatnya, ketika ada gangguan yang seharusnya sudah bisa diantisipasi, tidak sempat diketahui," kata Eddie.

PLTU Suralaya 5 masih mengalami kerusakan di sistem trafo. Sebelumnya, PLTU Suralaya Unit 5-7 juga berhenti beroperasi karena putusnya conveyor belt batu bara. PLTU Cilacap unit 2, sistem pendinginnya belum juga pulih. Padahal, pembangkit listrik swasta yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, November tahun lalu, itu menjadi contoh pembangkit yang menggunakan mesin buatan China.

Dikatakan Eddie, pihaknya menarik sejumlah pelajaran dari kejadian yang menimpa pembangkit-pembangkit listrik swasta. Menurut dia, fenomena gangguan sistem pendingin air laut yang terjadi di Cilacap akan dijadikan acuan bagi PLN dalam menentukan desain PLTU-PLTU serupa di selatan Jawa. Sejumlah PLTU yang termasuk proyek 10.000 MW itu adalah Pacitan, Labuhan, Palabuhan Ratu, dan Anyer.

Untuk Paiton, PLN akan memastikan ekspansi pembangkit yang dilakukan Paiton Energy Company (PEC) lebih andal. PLN menunjuk PEC untuk membangun Paiton 3-4 yang berkapasitas 2 x 400 MW.

Ke depan, PLN juga melaksanakan program peremajaan pembangkit tua. Direktur Produksi PT Indonesia Power Achmad Sadikin mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk program peremajaan PLTU Suralaya unit 1-4 dan PLTA Saguling.

PLTU Suralaya unit 1 -4 yang mulai beroperasi tahun 1983 akan ditingkatkan kapasitasnya, masing-masing 5 persen. Maka, kapasitas PLTU Suralaya unit 1-4 naik dari 400 MW menjadi 420 MW.

Sementara PLTA Saguling 4 x 175 MW akan menjalani peremajaan saluran air dari waduk ke pembangkit. Program peremajaan itu ditargetkan selesai tahun 2009. (DOT/COK)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook