Alpen Steel | Renewable Energy

Limbah Sawit Bisa Menjadi Energi Pengganti Solar

Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah kini memanfaatkan limbah cangkang dan serabut kelapa sawit sebagai bahan bakar pengganti solar untuk pembangkit listrik tenaga uap. Ini untuk mengatasi krisis energi listrik di Kalimantan dan tingginya harga bahan bakar minyak.

”Penggunaan limbah sawit sebagai bahan bakar pembangkit listrik ini lebih hemat dibanding solar,” kata Manajer Senior Penggilingan PT Agro Indomas Posma Sinurat, Kamis (5/6) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Jika menggunakan bahan bakar minyak (BBM), tiap jam membutuhkan 800 liter solar untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di perkebunan tersebut. Padahal, harga solar industri saat ini Rp 10.000 per liter, sementara tiap hari pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) beroperasi 20 jam. Artinya, diperlukan Rp 160 juta per hari guna membeli solar untuk PLTU.

Agro Indomas mengolah 80 ton tandan buah segar (TBS) per jam menjadi CPO. Ketika dilakukan pengepresan untuk mendapatkan CPO, dari 80 ton TBS tadi menghasilkan 12,8 ton-14,4 ton limbah cangkang dan serabut.

Dua jenis limbah ini dengan kadar air 32 persen bagus untuk bahan bakar PLTU.

Tak perlu ada perlakuan khusus untuk mengolahnya karena instalasi pengolahan CPO milik Agro Indomas secara otomatis sudah menghasilkan tingkatan kadar air 32 persen tersebut.

Sementara kalangan pelaku industri dan usaha kecil menengah di Jawa Barat meminta jaminan PT PLN dalam penyediaan pasokan listrik.

Ini mengingat ketersediaan listrik berkaitan erat dengan kelangsungan usaha.

Menurut Ketua Jaringan Produktif Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Jawa Barat Iwan Gunawan, kemarin, pasokan listrik sangat memengaruhi maju mundurnya usaha.

Apabila tidak ada jaminan pasokan listrik, pelaku usaha akan tetap merugi. Kasus seperti keterlambatan pesanan rentan membuat konsumen kecewa dan beralih ke pelaku usaha di tempat lain.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Barat Ade Sudrajat. Sebelumnya, akibat pemadaman listrik pertengahan bulan lalu, kerugian tekstil di Jabar mencapai Rp 10 miliar.

Di Slawi, pemadaman listrik hingga saat ini masih terjadi di wilayah Tegal dan sekitarnya di Jawa Tengah. Sejumlah pedagang di Pasar Banjaran, Kabupaten Tegal, mengaku omzetnya turun akibat kondisi tersebut. Mereka berharap pemadaman segera berakhir sehingga aktivitas pasar kembali normal.

 

(CAS/FUL/WIE/CHE, Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook