Alpen Steel | Renewable Energy

Kota Pontianak Krisis Listrik, Pemadaman Bergilir Dimulai

Krisis energi listrik terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat akibat
   mesin empat pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN secara
   bersamaan harus menjalani perbaikan besar (major overhoul). Selain
   melepas beban pelanggan industri untuk malam hari, PLN setempat
   terpaksa melakukan pemadaman bergilir mulai Senin (24/2).
   
   Pemimpin PT PLN (Persero) Wilayah V Kalbar, Sarbiyakto yang
   dikonfirmasi kemarin mengakui, mesin-mesin PLTD di Kalbar harus
   menjalani perawatan hingga pertengahan April mendatang. "Usianya ada
   yang sudah 20 tahun. Selama masa overhoul, beberapa industri di
   Pontianak akan menggunakan genset sendiri," tambahnya.
   
   Sarbiyakto menjelaskan, beban industri yang dilepas PLN Cabang
   Pontianak sekitar tujuh megawatt (MW). Selain berusaha melakukan
   perbaikan secepatnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan segera
   menambah kapasitas listriknya.
   
   Krisis listrik sudah terjadi sejak awal tahun 1996, namun pada
   pertengahan tahun itu keadaannya sudah membaik, bahkan keandalannya
   dirasakan semakin baik. Karena itu, permintaan listrik PLN di Kalbar
   dalam tiga bulan terakhir meningkat drastis.
   
   Ia mengemukakan, beban puncak dalam sistem kelistrikan di Pontianak
   pada November 1996 sebesar 58 MW, kemudian meningkat menjadi 65 MW
   Januari 1997. "Hanya dalam tempo 2,5 bulan, permintaan listrik di
   Kalbar meningkat tujuh MW," tambahnya.
   
   Peningkatan yang sangat drastis tersebut memaksa kerja mesin-mesin
   PLTD, padahal sebagian besar sudah berusia tua. Karena itu diputuskan
   untuk segera melakukan perbaikan besar terhadap mesin-mesin PLTD itu.
   
   Untuk menjawab besarnya permintaan energi listrik di Kalbar, dalam
   jangka pendek PLN wilayah V Kalbar berusaha meningkatkan kapasitasnya
   dengan menyewa 10 MW untuk sistem kelistrikan di Pontianak dan dua MW
   untuk Singkawang milik PT Bukaka Sembawang System. PLN juga akan
   menambah lagi kapasitasnya dengan cara menyewa, masing-masing 10 MW
   untuk Pontianak dan empat MW untuk Singkawang dengan cara tender.
   
   Menurut Sarbiyakto, kapasitas listrik yang dikuasai PLN Wilayah V saat
   ini sebesar 141 MW. PLN juga tengah membangun pembangkit listrik
   tenaga gas (PLTG) berkapasitas 1 x 35 MW yang diharapkan dapat
   dioperasikan akhir tahun mendatang.
   
   Jumlah pelanggan PLN wilayah V Kalbar saat ini sekitar 300.000
   pelanggan dan diharapkan hingga akhir tahun 1997 bertambah 42.000
   pelanggan. Untuk mencapai target pertumbuhan (load growth) 12-14
   persen, selain berupaya membangun pembangkit listrik sendiri, investor
   asing akan diajak memperkuat sistem kelistrikan di Kalbar.
   
   Ia mengemukakan, PLN akan menggandeng perusahaan listrik Singapura,
   Singapore Power untuk membangun PLTD berkapasitas 35 MW. Selain itu,
   Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama investor
   swasta tengah menjajaki pembangunan PLTU dengan menggunakan gambut di
   Kalbar.
   
   Untuk melayani permintaan listrik di wilayah perbatasan, PLN menjajaki
   kerja sama dengan perusahaan listrik Serawak di Kuching, Sesco
   Serawak. (rus)
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook