Pemadaman Listrik Di Sumatera

Pemadaman listrik di Sumatra bagian tengah dan selatan juga akibat kurang­nya pasokan air di Danau Singkarak dan Maninjau. Pemadaman listrik itu tidak hanya dise­babkan pemeliharaan PLTU Tarahan Lam­pung. Defisit listrik di Sumatra bagian tengah (Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan Bengkulu) serta Sumatra bagian selatan (Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung) men­capai 180 megawatt (Mw).

Rinciannya, defisit listrik di Sumatra bagian tengah (Sumbagteng) mencapai 89 megawatt (Mw) pada saat be­ban puncak dan 59 Mw pada siang hari. Adapun defisit listrik di Sumatra bagian selatan (Sum­bagsel) pada saat beban pun­cak mencapai 90,4 Mw Ban 60,2 Mw pada siang hari. "Tidak beroperasinya PLTU Tarahan menyebabkan paso­kan listrik yang terinterkonek­si di wilayah Sumatra bagian tengah serta wilayah Sumatra bagian selatan terganggu," kata Manajer Operasional PT PLN Sumbar Abdul Haris di Padang, kemarin.

Terganggunya pasokan listrik juga disebabkan kurangnya curah hujan sehingga mengakibatkan penurunan elevasi (ketinggian permu­kaan air) Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Penurunan elevasi danau itu menyebabkan operasional PLTA Singkarak (172 Mw) dan PLTA Maninjau (68 Mw) terganggu. Abdul Haris memperki­rakan kondisi kelistrikan di Sumbagteng dan Sumbagsel akan pulih pada akhir Maret ini. Kondisi kelistrikan akan kembali normal pada akhir Maret dengan masuknya PLTU Ombilin unit II ke da­lam sistem interkoneksi Suma­tra bagian tengah dan Sumatra bagian selatan. "Selain itu, PLTU Tarahan yang sebelumnya menjalani pemeliharaan akan kemba­li beroperasi pada Kamis (26/3)," katanya.

Untuk mengantisipasi ada­nya gangguan pemadaman listrik saat proses penghi­tungan suara, PLN Sumbar menyediakan 20 unit genset di 19 Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten dan kota. Genset berkapasitas 20 kilowatt (kw) akan dipasang pada 8 April atau H-1 Pemilu 2009. "Genset tersebut akan dise­diakan hingga 21 April atau H+12 pemilu," jelas Abdul Haris. Namun, tambahnya, PLN belum bisa menyediakan penerangan cadangan di 885 tempat pemungutan suara (TPS) yang belum dialiri listrik di Sumbar. Oleh karena itu, PLN hanya bisa mengimbau pemerintah daerah membantu penyediaan penerangan alterantif di TPS tersebut. Dari Semarang, Jawa Tengah, Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Jateng-DIY Hendarman Suhendra mem­perkirakan kebutuhan listrik selama pemilu, pada 9 April mendatang akan naik sekitar 10% jika dibandingkan dengan kondisi normal. Kendati ada kenaikan beban saat penghitungan suara hasil pemilu, tetapi PLN menjamin tidak akan terjadi pemada­man. "Terutama, di tempat vital seperti kantor KPU, mus­pida, dan kantor DPRD," kata Hendarman, kemarin. Oleh karena itu, lanjut Hendarman , masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, kenaikan beban puncak yang terjadi baru sekitar 90% hingga 95% dari kemampuan trafo.

Untuk menghindari gangguan listrik pada hari pemi­lihan, lanjut General Manajer PT PLN (persero) Distribusi Jateng-DIY, Ferry Krisna, PLN telah membuat single line dia­gram dan melakukan pengecekan lapangan dengan melihat kondisi trafo, beban trafo, dan back up supply-nya. Selain itu, berkoordinasi dengan pengelola gedung-­gedung atau tempat-tempat penting terkait instalasinya.

 Sumber: Media Indonesia


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum