Pebisnis Lain Juga Ancam Hengkang

Gas alam punya rakyat Indonesia dijual keluar negeri buat menghidupkan
pembangkit listrik negara lain. Pembangkit di Indonesia sendiri
kekurangan pasokan bahan bakar terus.
Sejak beberapa tahun terakhir ini yang dijadikan kambing hitam adalah
gelombang laut yang tinggi sehingga pasokan batubara terhambat. Nah
sekarang ini gelombang laut sedang tidak tinggi, ternyata juga
pembangkitnya kehabisan bahan bakar terus. Alasannya lain lagi.
Kalau ada jaringan pipa diservice terus supply listrik dimatikan, itu
memang betul2 konyol, tidak bisa diterima akal sehat alias membodohi
masyarakat. Pejabat terkait harus dipecat, karena tidak profesional.
Maintenance itu sesuatu yang bisa direncanakan, bukan terjadi tiba2.
Kalau terputusnya seluruh supply line termasuk backup nya terjadi
tiba2 akibat bencana alam, itu masih bisa diterima sebagai force
majeure
> Soal kurangnya pasokan listrik PLN ke konsumen, rasanya memang aneh,
> mengingat:
> a. Indonesia ini kan kaya akan Sumber Energi yang "murah meriah", antara
> lain Panas Bumi, Gas Alam dan Batubara.
> b. Dengan sumber energi yang melimpah dan "murah meriah", seharusnya biaaya
> pembangkitan listrik juga murah, dibndingkan dengan negara lain yang
> menggunakan sumber energi yang lebih mahal (karena sumber energinya harus
> diimport, misalnya GasAlam atau Batubara).
> c. Krisis Listrik di Indonesia seringkali disebabkan oleh hal - hal
> "konyol", misalnya: Suplai Batubara terlambat, Jaringan Pipa Gas Alam di
> service, dan sebagainya.
> Sebagai bangsa "konyol betul" alasan itu.
> - Suplai Batu Bara tersendat : seharusnya hal tersebut sudah bisa
> diprediksi sejak awal. Dengan kita memutuskan membangun Pembangkit Listrik di
> Pusat Beban (maksudnya mendekati konsumen), seharusnya sudah difikirkan
> bagaimana jaringan distribusi Batubara dari tambang sampai ke Pembangkit
> Listrik. Kalau gak mau ribet, ya bangun Pembangkit Listrik yang mendekati
> Sumber Energi (supaya tidak ada masalah transportasi bahan bakar).
> - Suplai Gas Alam tersendat karena ada perawatan jaringan.,
> Ini alasan yang lebih konyol lagi. Mengapa pada titik - titik tertentu
> tidak dibangun "System Ganda",atau "System Backup", sehingga jika ada saluran
> yang sedang di service, suplai ke pelanggan tetap tidak terganggu?>
Bak bola liar. Agaknya ungkapan itu tepat untuk
> menggambarkan ancaman para pengusaha Jepang yang tergabung dalam
> Jakarta Japan Club atau JJC. Gertakan JJC yang berniat hengkang akibat
> krisis listrik di negeri ini menggelinding dan mengular ke banyak pihak.
>
> Menteri Perindustrian Fahmi Idris berharap supaya PLN segera membenahi
> pasokan listrik ke industri agar para pengusaha Jepang ini tidak jadi
> melaksanakan ancaman mereka hengkang dari Indonesia. "Soalnya,
> sebanyak 48 perusahaan juga mengancam akan pindah jika tidak ada
> kepastian listrik," ungkap Fahmi, Senin (7/7).
>
> Fahmi pantas berang. Pasalnya, jika pengusaha melaksanakan ancamannya,
> kondisi ekonomi secara keseluruhan juga terancam dan bisa berdampak
> pada urusan sosial yang sangat serius. Tingkat pengangguran akibat
> pemutusan hubungan kerja pasti akan meningkat.
>
> Budi Susanto Sadiman, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin dan
> Plastik (Inaplas), membenarkan banyak pengusaha yang makin tak kerasan
> berbisnis gara-gara krisis listrik berkepanjangan. Sebagai catatan,
> sebagian besar anggota Inaplas adalah pengusaha Jepang. "Kami meminta
> pemerintah segera bertindak," kata Budi.
>
> Lukman Widianto, General Manager PT Panasonic Lighting Indonesia,
> produsen lampu asal Jepang, mengaku rugi Rp 1 miliar setiap delapan
> jam pemadaman listrik PLN. "Padahal, dalam sebulan ada empat kali
> pemadaman dengan rentang waktu tiap kali pemadaman delapan jam
> sehingga sebulan bisa rugi Rp 4 miliar," kata Lukman.
>
> Jika pasokan listrik terus tak aman, kata Lukman, Panasonic Lighting
> mengancam akan ke China. "Ini memang belum keputusan final," katanya.
> Jika krisis listrik terus berkepanjangan, apa boleh buat Panasonic
> siap pindah ke China.
>
> Pemadaman sebentar
>
> Sebagai catatan, perusahaan ini memproduksi 25 juta unit lampu hemat
> energi per tahun. Sekitar 80 persen produksinya untuk ekspor dengan
> harga jual 2 dollar AS per unit. Buruh di perusahaan ini mencapai
> 3.000 orang.
>
> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro
> meminta agar para pelaku usaha tidak panik. "Jangan panik seolah kita
> ada pemadaman seterusnya. Sebenarnya yang terjadi itu kan karena
> suplai gas terganggu akibat ada perbaikan," kata Purnomo.
>
> Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara tak habis pikir dengan rencana
> langkah pengusaha Jepang itu. "Jika pengusaha Jepang mau hengkang,
> alasannya apa karena listrik di Indonesia itu lebih murah dibandingkan
> dengan negara lain?" katanya.
>
> Berita KONTAN sebelumnya menyebut pengusaha Jepang yang tergabung
> dalam JJC berkirim surat ke PLN, Departemen ESDM, dan Kamar Dagang dan
> Industri pada 3 Juli 2008. Isinya adalah 400 perusahaan di JJC siap
> hengkang dari Indonesia jika kondisi pasokan listrik tetap tak aman.
>
> Sejauh ini JCC masih merahasiakan soal rencana dan surat mereka
> tersebut. Sekretaris Jenderal JCC Amaya Hiroyuki enggan berkomentar
> soal ini. (Danto, Abdul Wahid Fauzie, Gentur Putro Jati

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum