Alpen Steel | Renewable Energy

Pemadaman Listrik Mengganggu Produksi


Sering padamnya listrik di Purbalingga, Jawa Tengah, memukul dunia usaha di wilayah itu. Selain mendorong kenaikan biaya produksi, pemadaman mengganggu proses dan kapasitas produksi, baik usaha kecil maupun besar.Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga Saryono, Senin (9/6) di Purbalingga. ”Tanpa listrik PLN, perusahaan harus menggunakan genset. Untuk menyalakan genset, perlu biaya besar. Apalagi sekarang harga bahan bakar naik,” ucap Saryono.

Di Purbalingga banyak usaha kecil, menengah, dan besar, khususnya industri rambut berskala ekspor. Sejak listrik PLN sering padam, para pengusaha terganggu ekspornya.

”Gangguan bukan karena produk tidak laku atau produksi kurang terserap di pasar ekspor, tetapi pemadaman menyebabkan keterlambatan produksi. Bila hal ini terus berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan pembeli kami di luar negeri,” papar Saryono.

Para pengusaha, lanjut dia, memahami kondisi kritis dalam produksi energi kelistrikan yang dihadapi PLN. Namun, pengusaha berharap PLN berkoordinasi dan memberi tahu sebelum pemadaman. Selama ini, PLN memadamkan listrik secara tiba-tiba. Akibatnya, dunia usaha tidak bisa bersiap-siap. ”Pemberitahuan selalu mendadak. Kalau kami menelepon kantor PLN untuk menanyakan perihal pemadaman, tidak ada yang mengangkat telepon,” kata Saryono.

Manajer PT PLN Unit Pelayanan Jaringan Purbalingga F Eko Sulistiyono, seusai bertemu para pengusaha yang tergabung dalam Apindo Purbalingga, memperingatkan, krisis energi listrik akan terjadi sampai bulan Agustus. Pemadaman bergilir akan terjadi.

Eko mengaku belum tahu apakah setelah bulan Agustus kondisi akan membaik. Namun, PLN berupaya mengatasi masalah ini agar tak berkepanjangan.

Di kawasan sentra kaos Suci, Kota Bandung, Jawa Barat, listrik padam pukul 08.00 hingga pukul 13.00. Akibatnya, produksi kaus terhambat selama lima jam dan pesanan kaus senilai Rp 67,5 juta terancam batal. Pengusaha konfeksi Planet Production Wawan Gunawan, Senin di Bandung, menuturkan, saat aliran listrik padam, ia sedang menyelesaikan 15.000 potong kaus pilkada pesanan dari Maluku senilai Rp 67,5 juta dan 2.000 potong kaus pilkada pesanan dari Semarang senilai Rp 9 juta. ”Pesanan seharusnya selesai sore ini dan segera dikirim ke Maluku dan Semarang,” ujarnya.

Padamnya listrik menyebabkan proses pengepresan gambar kaus yang rencananya selesai sekitar pukul 16.00 molor hingga pukul 21.00.

Akibat keterlambatan itu, pemesan kaus dari Maluku mengancam membatalkan pesanan dan tidak akan mengganti ongkos produksi bila kaus tidak segera dikirim. Dengan waktu semakin terbatas, Wawan berusaha menyelesaikan produksi kaus dan mengirimkan.

Sejak pemadaman listrik mulai terjadi, usaha kaus milik Wawan menjadi terhambat. Pesanan kain dari pabrik yang biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari molor hingga seminggu. Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, Wawan berencana membeli genset cadangan berkekuatan 23.000 watt senilai Rp 15 juta. Mengantisipasi pemadaman listrik, sekitar 16 factory outlet di kawasan Cihampelas melengkapi toko mereka dengan genset berkekuatan 10.000 watt serta lampu darurat. Hal itu dikemukakan General Manager Korek Api Jeans Group Soenyali Soly. (HAN/A01)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook