~ Pemadaman Listrik di Manado Memprihatinkan

WOC Masih Terjadi Pemadaman Listrik di Manado

Sepuluh hari menjelang pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia, kondisi perlistrikan di Manado, Sulawesi Utara, sebagai kota tuan rumah masih memprihatinkan. Sepanjang Jumat siang hingga malam hari terjadi pemadaman di beberapa kawasan.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie selaku Ketua Panitia WOC dan CTI Summit berulang kali menanyakan kesiapan PT PLN dalam menyuplai listrik ke sejumlah lokasi konferensi.

Pertanyaan Menko Kesra itu disampaikan dalam rapat panitia nasional dan panitia daerah WOC yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Gubernur Sulut SH Sarundajang, dan Sekretaris Panitia Nasional WOC Indroyono Soesilo.

”Apa ada orang PLN di sini. Tadi setiba kami di hotel listrik padam, kami kepanasan. Saya cek ke petugas, mereka menyatakan listrik sudah lima kali padam,” katanya. Hotel tempat Aburizal menginap terdapat di kawasan Grand Kawanua yang merupakan arena WOC.

Tak urung warga Kota Manado pun mengeluhkan pemadaman listrik secara tiba-tiba di beberapa kawasan, seperti Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Sario.

Kendati demikian, Aburizal pun mengatakan kesiapan infrastruktur WOC telah siap dan rampung. ”Kalau saya lihat secara fisik sudah 99 persen. Kami sudah siap melaksanakan WOC,” katanya.

Mengenai listrik, Aburizal menaruh harapan kepada PT PLN yang menjamin ketersediaan listrik sepanjang kegiatan WOC. Apalagi, para pengelola hotel juga menyatakan siap menyediakan genset.

”Malah di beberapa arena konferensi, kami memakai genset agar tak berisiko saat pelaksanaan konferensi,” katanya.

General Manager PT PLN Wilayah Sulawesi Utara/Tengah dan Gorontalo Dadan Kurniadipoera mengatakan, pemadaman di Grand Kawanua terjadi karena gangguan sistem listrik internal. ”Kami sudah cek, tak ada gangguan berarti sepanjang hari ini,” katanya.

Dalam rapat panitia kemarin, Aburizal mendengarkan seluruh masukan dari semua bidang, terutama soal keamanan. Kepala Polda Sulut Irjen Bekto Suprapto mengatakan, pihak Mabes Polri menurunkan 7.000 personel untuk mengamankan wilayah Kota Manado dan kawasan perbatasan.

Sementara itu, unsur TNI akan menurunkan 4.121 aparatnya ke sejumlah titik perbatasan. Mereka akan membantu polisi dalam pengamanan. Aparat keamanan akan khusus mewaspadai masuknya gerakan-gerakan terorisme dari Filipina selatan ke Sulawesi Utara.

Kompas, Manado


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum