Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel

Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik secara bergilir di wilayah kerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, mulai dilakukan Kamis. Pemadaman berkaitan dengan proses pemeliharaan mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga A (PLTA) Bakaru di Pinrang, Sulsel. Pemadaman bergilir diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan.

Proses pemeliharaan tersebut menyebabkan  daya listrik berkurang sebesar 80 megawatt (MW). PLN Sulselrabar, saat ini, hanya memiliki daya listrik sebesar 423 MW. Produksi beban luncak mencapai 499 MW.  Berkurangnya pasokan listrik akibat pemeliharaan mesin mengakibatkan pemadaman bergilir tak terhindarkan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, sudah saatnya, daya listrik untuk tiga provinsi di selatan Pulau Sulawesi tersebut ditingkatkan. Walaupun pemadaman bergilir hanya menelan waktu beberapa jam, dampaknya sangat merugikan. Bukan hanya kalangan dunia usaha dan industri yang mengeluh, melainkan juga masyarakat luas.

Tak heran bila Presiden Susilo Yudhoyono meminta agar PLN terus mempercepat pembangunan proyek pembangkit listrik agar bisa mengurangi daerah yang mengalami kekurangan listrik. Memang, defisit listrik pada beberapa daerah di luar Jawa sudah mulai berkurang, yaitu dari 30 sistem pembangkit menjadi 16 sistem.Tetapi, daerah-daerah lain seperti di wilayah kerja PLN Sulselrabar, kekurangan pasokan listrik masih sangat terasa. Instruksi Kepala Negara kepada menteri-menteri terkait dan Direktur Utama  PLN untuk secara konklusif mencari solusi agar pembangunan proyek 10.000 MW tahap pertama bisa dipercepat, patut disambut baik.

Begitu pula,  kerja sama pembiayaan pembangkit listrik dengan pengembang listrik swasta harus terus dikembangkan. Proyek 10.000 MW tahap I sudah mulai dikerjakan  di 32 lokasi pembangkit dari 35 yang ditargetkan. Di Sulawesi Selatan pun pihak swasta sudah berpartisipasi dengan mermbangun pembangkit listrik tenaga uap.

Provinsi Sumatera Utara, misalnya, sudah boleh bernapas lega. PLN mendeklarasikan kepada masyarakat tentang berakhirnya masa pemadaman listrik. Pada kondisi beban puncak sekitar 1200 MW, tidak ada pemadaman. Malahan, PLN setempat masih memiliki cadangan sekitar 200 MW.

Percepatan pembangunan pembangkit listrik untuk menjamin pasokan listrik nasional, menjadi dambaan masyarakat dan pengusaha di Tanah Air. Dengan begitu, krisis listrik di Indonesia tidak semakin berkepanjangan. Terlebih lagi pada era otonomi, ketika kebutuhan energi meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2004/2005, misalnya, kebutuhan energi di Jawa dan Bali sebesar 90.000 MWh. Kebutuhan energi di luar Jawa-Bali mencapai  25.000 MWh. Tahun 2010, kebutuhan energi bakal meningkat drastis, naik menjadi 140.000 MWh untuk Jawa-Bali dan 35.000 MWh untuk luar Jawa-Bali.

Jika kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia menjalankan fungsi otonomi secara intensif lewat pembangunan di daerah-daerah, prakiraan kebutuhan energi listrik akan jauh terlampaui. Dengan kata lain, pembangunan daerah mengalami hambatan serius, jika pasokan energi terganggu.

Itu sebabnya, penyediaan energi cadangan nasional menjadi keharusan. Energi cadangan bisa lewat penggunaan bahan bakar fosil, tetapi bisa pula melalui pengembangan energi nabati.

Salam Tribun

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook