Alpen Steel | Renewable Energy

~ Ozon Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumi


detail berita
ilustrasi (foto : Google)

 

Ozon Bisa Digunakan Memprediksi Gempa Bumi

VIRGINIA - Para peneliti di seluruh dunia sedang mencari cara yang dapat diandalkan untuk memprediksi gempa bumi. Salah satu cara baru yang sedang diteliti akhir-akhir ini adalah prediksi gempa lewat ozon.

Ozon adalah gas alam, sebuah produk sampingan dari pelepasan muatan listrik ke udara, seperti petir, atau batu yang pecah karena tekanan. Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Physics Letters, menunjukkan bahwa gas ozon yang dipancarkan dari rekahan batu ternyata dapat digunakan sebagai indikator perkiraan gempa bumi.

Para ilmuwan di laboratorium dari Raul A. Baragiola, seorang profesor fisika teknik di University of Virginia School of Engineering and Applied Science, melakukan eksperimen untuk mengukur ozon yang dihasilkan dengan menghancurkan atau mengebor berbagai jenis batuan beku dan metamorf, termasuk granit, basal, gneiss, riolit dan kuarsa. Batuan yang berbeda menghasilkan ozon dalam jumlah yang berbeda, diantaranya, batuan riolit menghasilkan emisi ozon terkuat.

Dilansir melalui UVatoday, Selasa (6/12/2011), beberapa waktu sebelum gempa bumi, tekanan mulai terkumpul dalam retakan-retakan di bawah tanah. Tekanan tersebut membuat retak batuan, dan diasumsikan akan menghasilkan ozon yang dapat dideteksi.

Untuk membedakan apakah ozon itu berasal dari batu atau dari reaksi di atmosfer, para peneliti melakukan eksperimen pada oksigen murni, nitrogen, helium dan karbon dioksida.

Mereka menemukan hanya ozon yang dihasilkan oleh rekahan batulah yang mengandung atom oksigen, seperti udara, karbon dan molekul oksigen murni. Ini menunjukkan bahwa rekahan batu dapat dideteksi dengan mengukur ozon.

"Jika penelitian di masa depan dapat menunjukkan korelasi positif antara tingkat ozon tanah, di daerah retakan tanah dan gempa bumi, sebuah sistem detektor ozon yang saling berhubungan bisa mengawasi pola anomali, yang terjadi saat retakan batu melepaskan ozon dari bawah tanah dan retakan permukaan," katanya.

Dia menambahkan bahwa deteksi dari peningkatan ozon tanah juga mungkin berguna dalam mengantisipasi bencana di penggalian terowongan, tanah longsor dan tambang bawah tanah. (okezone.com)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook