Alpen Steel | Renewable Energy

Delapan Menteri Absen ke DPR

Delapan Menteri Absen ke DPR

KONTEN TERKAIT

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Delapan menteri yang berkepentingan mangkir dari rapat kerja pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Jumat (14/10/2011). Tidak seorang pun menteri hadir dalam rapat yang dilangsungkan Panitia Khusus RUU BPJS antara pemerintah dengan Komisi IX DPR, sehingga acara pun dibatalkan.

Anggota Pansus RUU BPJS lalu menumpahkan kekecewaannya atas sikap pemerintah, dalam hal ini delapan menteri yang ditunjuk, membatalkan acara secara tiba-tiba. Ketua Pansus RUU BPJS Nizar Dahlan dari Fraksi Partai Demokrat akhirnya menjadi tempat kekecewaan para anggota dewan.

Nizar menjelaskan, hanya beberapa menteri yang berkirim surat. Sementara menteri lainnya, tak memberi tahu. Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana, memberitahu tak bisa datang. Namun, Nizar tidak mengungkap alasan Armida absen.

Menteri Keuangan Agus Martowardoyo pun berkirim surat soal keberadaannya sedang di Paris. Sementara Menteri Kesehatan, berkirim surat sedang berada di Solo, Jawa Tengah. "Mankumham, Pak Patrialis tak ada kabar. Yang lain juga. Saya menduga, ini karena ada perintah dari presiden yang melarang menteri mengeluarkan kebijakan strategis. Mungkin, soal RUU BPJS ini adalah kebijakan strategis," ujar Nizar menjelaskan.

Anggota Pansus RUU BPJS, Henarni mengungkapkan kekecewaannya. Padahal, agenda rapat kali ini, atas permintaan Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo. "Pemerintah yang minta jadwalkan hari ini karena sebelumnya, belum siap. Ini kan menjadi pertanyaan, kenapa tiba-tiba dibatalkan begitu saja," tegasnya.

Ratih Sanggarwati, anggota Pansus RUU BPJS dari PPP juga mengaku kecewa. Padahal, bila berdasar perintah presiden, seperti dikatakan Jubir Presiden, Julian Pasha, kebijakan strategis yang dimaksud adalah tak boleh membahas terkait RAPBN.

"Saya juga tak tahu karena tak menerima surat presiden terkait larangan itu. Saya juga tak tahu apakah surat presiden itu keluar sebelum atau sesudah kesepakatan untuk membahas ini (RUU BPJS)," Nizar Dahlan kemudian menimpali pertanyaan Ratih Sanggarwati.

Politisi PDI-P Rieke Diah Pitaloka juga menyatakan kekecewaannya. Padahal, pembahasan RUU BPJS ini, sudah hampir rampung.

"Kami kecewa dengan kejadian ini. Padahal kami rapat karena memegang janji Menkeu. Jelas, kami tak bisa terima membatalkan rapat hanya melalui telepon. Para menteri itu sudah melanggar dan sudah berulang kali rapat dibatalkan secara mendadak," tegas Rieke.

Padahal, sejak Kamis kemarin, media sudah melansir bahwa perintah Presiden itu tak berlaku untuk pembahasan RUU yang strategis.

Publik terus menantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jild II. Namun, SBY menyatakan proses reshuffle kabinet masih berjalan. (Yahoo.com)

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook