Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kemenpera Gandeng ITB Terapkan Konsep Green Building di Rusunawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) siap menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menerapkan konsep green building pada program pembangunan Rusunawa Mahasiswa di kampus tersebut. Adanya penerapan konsep green building di Rusunawa tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa ITB dan efisiensi bahan material bangunan. 

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengungkapkan, Kemenpera berharap adanya konsep green building pada bangunan Rusunawa akan mampu mendukung program pembangunan yang ramah terhadap lingkungan. “Kami akan berusaha agar Rusunawa dengan konsep green building ini bisa segera dibangun sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh ITB,” ujar Suharso Monoarfa saat menerima kunjungan Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, Ph.D. di Kantor Kemenpera, Jakarta, Kamis (21/4). 

Hadir pula dalam pertemuan itu Sesmenpera Iskandar Saleh, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Hazaddin TS, Deputi Bidang Perumahan Formal, Pangihutan Marpaung serta tim Satgas Asrama ITB serta sejumlah dosen ITB. 

Lebih lanjut, Suharso Monoarfa menjelaskan, pihaknya berharap pihak ITB dapat memberikan kajian-kajian maupun desain pembangunan rumah maupun gedung yang ramah lingkungan. Sebab, hal itu akan menghemat energi serta material bahan bangunan. 

“Saya harap ITB bisa segera merealisasikan pembangunan Rusunawa itu sehingga bisa menjadi contoh pembangunan dengan konsep hijau,” katanya. 

Menurut Menpera, adanya Rusunawa mahasiswa yang dibangun di setiap kampus selain sebagai fasilitas tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lingkungan kampus, bagi mahasiswa tahun pertama, juga bisa menjadi wahana belajar mahasiwa tinggal di hunian vertikal. Apalagi ke depan tentunya hunian vertikal menjadi pilihan pembangunan perumahan karena lahan yang semakin terbatas. 

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, Ph.D, pembangunan Rusunawa di ITB sangat dibutuhkan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup banyak. Apalagi banyak pula mahasiswa ITB yang berasal dari luar kota sehingga membutuhkan tempat tinggal yang layak. 

“Kami harap dengan tinggal di Rusunawa, mahasiswa secara tuntas dapat menyelesaikan masa transisi perkembangan hidup dan mengenal sosio-budaya perguruan tinggi dan masyarakat kampus. Selain itu, konsep green building ini juga mengenalkan kepada mahasiswa konsep konstruksi hijau yang diterapkan pada bangunan dan kehidupan kampus di ITB,” terangnya. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Satgas Asrama ITB, Iswandi. Dirinya menerangkan, saat ini ITB memiliki empat asrama mahasiswa yakni Asrama Kidang Pananjung , Asrama Sangkuriang, Asrama Kanayakan dan Asrama Bumi Ganesha. Kapasitas daya tampung ke empat asrama tersebut adalah sekitar 858 mahasiswa. 

Sedangkan kebutuhan asrama baru ITB adalah sekitar 850 kamar dengan estimasi mahasiswa tingkat pertama tahun 2015 sekitar untuk 3.500 mahasiswa. “Asrama yang ada saat ini hanya mampu menampung 858 mahasiswa. Untuk itu kami membutuhkan bantuan asrama baru untuk 850 kamar bagi sekitar 2.642 mahasiwa,” tandasnya. 

Iswandi menambahkan, setidaknya ada beberapa tahapan perencanaan kontruksi dalam pembangunan Rusunawa dengan konsep green building ini. Beberapa tahapan itu antara lain efisiensi sistem struktur dengan desain arsitektur yang ramah lingkungan dan berorientasi pada efisiensi energi, mengembangkan produk desain yang optimal namun kuat, menspesifikasikan material bangunan yang memiliki durabilitas yang tinggi dan unsur-unsur pelindung/ proteksi agar struktur dapat berumur panjang, merencanakan detailing struktur yang memiliki daya tahan yang tinggi dilingkungannya serta struktur bangunan yang tahan terhadap gempa rencana. (*/KSP)