Alpen Steel | Renewable Energy

~ Rumah Hijau nan Hemat Energi

Rumah Hijau nan Hemat Energi

 

Kompas - (ILO) Mengembangkan konsep "rumah hijau" ternyata memiliki segudang manfaat bagi penghuninya. Rumah tidak hanya menjadi nyaman untuk ditinggali, tetapi juga hemat energi. Pakar arsitektur ramah lingkungan Eddy Prianto mengatakan, ada tiga kunci utama konsep rumah hijau yakni nyaman, efisien, dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Rumah yang hijau harus memiliki semua aspek tersebut, bukan sekadar tampak hijau karena dipenuhi dengan tanaman," ujar Eddy pada acara "Green Design, Green Living" Property Community Gathering di Hotel Santika Premiere, Kota Semarang, Sabtu (8/8).

Konsep rumah hijau ini dipastikan dapat menghemat energi, karbon, konsumsi air, dan efisiensi biaya perawatan bagi pemiliknya. Untuk itu, semua harus dipikirkan sejak awal proses pembangunan.

Menurut Eddy, untuk membangun rumah yang ramah lingkungan perlu berdasarkan enam hal, yaitu lokasi yang menunjang, efisiensi air, penyerapan energi dan suhu, material dan sumber, kualitas lingkungan yang terdapat di dalam rumah, serta desain yang inovatif.

Penulis dan praktisi arsitektur dan interior Prima Haris Nuryawan menambahkan, desain dan konstruksi menentukan proses selanjutnya dalam menciptakan bangunan hemat energi.

Sebagai contoh, bangunan tinggi yang didesain memiliki kaca di langit-langit tidak memerlukan nyala lampu di siang bolong karena dapat memanfaatkan cahaya matahari. "Material kaca dan ventilasi yang sesuai desain rumah juga mendorong cahaya masuk ke bangunan," ujar Prima.

Pertimbangkan lokasi

Selain desain dan material konstruksi, pertimbangkan pula penentuan lokasi. Eddy mencontohkan, lokasi rumah di tepi jalan besar dengan rumah yang ada di tengah permukiman berdampak berbeda pada penggunaan listrik.

"Jika menyalakan radio di rumah yang berada di pinggir jalan, otomatis memasang suara yang lebih besar karena terganggu bising kendaraan. Padahal, menaikkan dua digit suara saja pemakaian listriknya berbeda 20 watt," ucap Eddy.

Perawatan bangunan juga perlu dipertimbangkan dalam merancang sebuah desain rumah hijau. "Jika desainnya bagus, tetapi perawatan rumah itu boros, tidak bisa dikatakan hijau," kata Prima.

Desain hijau mengacu pada interior yang mendukungnya, mulai dari penataan lantai, langit-langit, dinding, mebel, dan aksesori. Rumah hijau terkait dengan pemahaman terhadap alat listrik dan perilaku penghuni. 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook