~ DALAM MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS Konsep Industri Ramah Lingkungan Sangat Perlu Dilakukan

DALAM MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS

Konsep Industri Ramah Lingkungan Sangat Perlu Dilakukan

 

 

BANDUNG,(PRLM).- Kurangnya tenaga ahli dalam proses produksi menyebabkan penerapan cleaner production atau industri ramah lingkungan di Indonesia menjadi sulit untuk dicapai. Padahal konsep cleaner production/eco efficiency ini perlu dilakukan untuk menghadapi Free Trade Agreement atau perdagangan bebas antar negara.

Hal tersebut diungkapkan Arianto Sagala, Kepala Badan Pengkajian dan Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Departemen Perindustrian RI dalam Seminar Nasional “Pemberdayaan Rekayasa Industri Berbasis Eco- Efficiency pada Era Perdagangan Bebas” di Aula Pasca Sarjana Universitas Islam Bandung, Jln. Purnawarman Bandung, Rabu (24/11).

Menurut Arianto, negara-negara pengikut FTA ini sudah siap menerapkan industri ramah lingkungan ini. Jika produk nasional Indonesia ingin masuk ke pasar global, maka Indonesia juga harus siap melaksanakan kebijakan ini.

"Cleaner production merupakan upaya rekayasa industri melalui efisiensi bahan baku, air, dan energi, serta pencegahan pencemaran dengan sasaran peningkatan produktivitas dan limbah yang minim. Dengan begitu dapat menekan biaya produksi, penghematan, dan kinerja lingkungan menjadi lebih baik,” katanya.(A-157/kur)*** 

 


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum