Alpen Steel | Renewable Energy

~ Global Warming, Pemanasan Global Berdampak Mengerikan

Dampak Global Warming Mulai Mengerikan


Prediksi para pakar tentang dampak global warming (pemanasan global), mulai memperlihatkan bukti nyata yang mengerikan. Jika laju kenaikan temperatur udara tidak segera dihentikan, manusia di bumi akan menghadapi kejadian-kejadian yang mungkin tak tertanggungkan, baik secara mental maupun materi.

The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu telah memprediksi akan terjadi cuaca ekstrim akibat pemanasan global, dan buktinya adalah, sepanjang Juli-Agustus 2010 beberapa negara dilanda bencana hebat. Pakistan dan China diguyur hujan terus menerus sehingga negara-negara itu dilanda banjir bandang dan longsor; Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun terakhir sehingga hampir semua hutannya terbakar; kawasan Timur Tengah diterjang gelombang panas dengan suhu mencapai 38 derajat celcius, dan gletser di Greenland patah, sehingga menyebabkan bongkahan es berukuran 260 km2 mengapung di laut Arktik, Kutub Utara. Mereka bahkan memprediksi, masih banyak lagi yang akan terjadi akibat global warming.

Berdasarkan fakta ini, sekarang para pakar tengah sibuk mencari solusi dan mempelajari situasi yang terus berkembang akibat pemanasan global agar dapat melakukan antisipasi. Pada Agustus ini mereka menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Amerika Serikat dan Inggris.

"Kita tak boleh lagi membuang-buang waktu, karena rakyat harus disiapkan menghadapi pemanasan global," tegas Peter Scott, klimatolog Inggris.

IPPC pada 2007 telah memprediksi peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan 2007 yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan "telah diamati" sebuah peningkatan gelombang panas sejak 1950. Sementara ilmuwan the Goddard Institute of Space Studies NASA, Gavin Schmidt, di New York, menyatakan, akibat global warming, yang akan terjadi adalah "lebih banyak ekstrem panas dan sedikit ekstrem dingin".
Berikut perbandingan fakta dengan prediksi para pakar:

Rusia
Fakta :Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius.
Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut,
sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian
meningkat menjadi 700 jiwa per hari.
Prediksi :Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia
meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama
bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil
pertanian.

Pakistan
Fakta :Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di
Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan kena dampak
banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam
sejarah bangsa itu.
Prediksi :Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat selama 40
tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan
melanda bagian selatan Asia ini.

China
Fakta : Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir
terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut, Gansu.
Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang
hilang.
Prediksi: Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut
China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat
tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad
ini.

Arktik
Fakta : Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung
di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar
tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik. Es yang
mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di seluruh dunia,
sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub.
Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat
angka di abad 20.
 
(sumber; AP dan vivanews)

Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook