Alpen Steel | Renewable Energy

~ Dara Laut Sang Penghuni Batu Karang

Dara Laut Sang Penghuni Pulau Burok
sterna-sumatrana-p-burok.jpg
 

Burok adalah sebuah pulau dengan formasi batu karang dengan sedikit di tumbuhi rerumputan yang menyelusup diantara karang. Pulau ini terletak di lepas pantai Pulau Sumatera dengan sebuah menara mercusuar yang berdiri tegak ditengah-tengahnya dan tidak ada penghuninya. Pulau ini dapat terlihat dari bibir pantai Alue Naga, Ujong Batee dan pantai terdekat lainnya. Burok merupakan tempat yang tidak tersentuh oleh pembangunan dan pergulatan perkotaan, tidak disinggahi oleh para nelayan yang mencari ikan di laut kecuali hanya oleh penjaga mercusuar, akan tetapi pulau ini mempunyai potensi sebagai tempat persinggahan bagi burung yang bermigrasi untuk beristirahat atau berkembang biak.

Migrasi dalam kehidupan hewan dapat didefinisikan sebagai pergerakan musiman yang dilakukan secara terus menerus dari satu tempat ke tempat lain dan kembali ke tempat semula, biasanya dilakukan dalam dua musim yang meliputi datang dan kembali ke daerah perkembangbiakan. Burung termasuk salah satu dari satwa yang melakukan migrasi. Hal ini ditunjang oleh kondisi morfologi yang memungkinkan burung lebih mudah melakukan migrasi bila dibandingkan dengan satwa lainnya. Migrasi pada burung telah diketahui secara intensif sejak 50-60 tahun yang lalu. Diperkirakan burung mulai bermigrasi pada waktu yang sama setiap tahun, keberangkatan burung untuk bermigrasi tampaknya ditentukan oleh pengaruh interaksi kompleks dari berbagai rangsangan luar (termasuk cuaca) dan penanggalan biologis yang memungkinkan burung mengetahui perubahan musim.

Burung-burung dalam melakukan migrasi dapat mencapai jarak tempuh yang sangat jauh sehingga memerlukan energi yang cukup, dan biasanya disimpan dalam bentuk lemak. Burung-burung ini pada umumnya berhenti untuk beristirahat dan mencari makan di suatu tempat dalam beberapa saat guna mendapatkan cadangan makanan berupa lemak sebagai bekal untuk meneruskan perjalanan ke tempat tujuan.

Berdasarkan monitoring burung pantai pada hari minggu (28.10.2007) team MoBuPi Aceh telah melihat adanya dua kelompok burung pantai yang berada diperairan lepas pantai Aceh. Perkiraan jarak gerombolan burung tersebut berkisar lebih dari 5 km bila dilihat dari bibir Pantai Ladong Aceh Besar. Salah satu lokasi gerombolan burung tersebut terlihat di Burok. Tetapi karena terlalu jauh, team tidak dapat menentukan jenis burung-burung tersebut.

anggota.jpg

Team pengamat burung yang terdiri dari 3 orang akan melakukan expedisi pengamatan burung ke Pulau Burok tersebut pada hari selasa (30 Oktober 2007), tetapi sebelumnya team melakukan pemantauan terlebih dahulu dari pantai Alue Naga untuk memastikan keberadaan gerombolan burung misterius tersebut apakah masih berada di sekitar Pulau Burok. Dari pemantauan jarak jauh terlihat burung-burung itu masih berada di sekitar pulau. Saat itu juga terlihat seekor burung jenis gajahan besar yang sedang mencari makan di sekitar Pantai Alue Naga.

Perjalanan ke Pulau Burok dapat ditempuh dari Krueng Lamnyong dan memakan waktu hampir satu setengah jam. Ini adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan, maklum saja beberapa hari terakhir gelombang laut mengganas. Dalam perjalanan ke pulau terlihat beberapa ekor burung yang terbang berputar-putar di sekitar pulau dengan jumlah sekitar 50 ekor dan sekali-kali melintas seekor burung lain diatas langit yang sedikit berawan.

Dari pengamatan kami menemukan ada dua jenis burung, hal ini hanya berdasarkan dari warna yang terlihat, satu jenis berwarna putih dan jenis yang lain berwarna coklat dengan bagian dada berwarna keputihan. Selain itu juga terlihat jenis burung layang-layang (Caprinis sp). Namun pengamatan ini tidak begitu terfokus karena sulit menggunakan binocular disaat boat yang kami tumpangi tengah bertarung melawan ombak.

Menurut pengakuan pak Mustafa yang merupakan seorang nelayan setempat dan sekaligus yang mengantarkan team kelokasi mengatakan bahwa belum pernah melihat adanya burung pantai di lokasi ini sebelumnya. Memang selama menangkap ikan dia tidak begitu memperhatikan keadaan disekitar lokasi tersebut. Hal ini jelas dapat dimaklumi karena secara ekonomis pulau ini tidak memiliki potensi yang dapat diandalkan. Sungguh miris memang karena sepertinya pulau ini menjadi penting bagi kawanan burung-burung.

Saat jarak dengan pulau telah dekat, hasil pemantauan di satu sisi pulau hanya terlihat 2-3 ekor burung jenis dara laut tengkuk hitam (Sterna sumatrana) yang sedang terbang di sekitar pulau tersebut. Dan di sisi lain teramati lebih dari 30 ekor burung termasuk 5 ekor masih juvenil (anak). Jauh dari perkiraan kami sebelumnya, ternyata pulau Burok ini menyimpan rahasia penting yang belum banyak diketahui orang sebagai tempat persinggahan bagi burung dara laut, bahkan burung tersebut sudah berkembang biak di pulau Burok ini.

sterna-sumatrana-p-burok2.jpg

Burung dara laut tengkuk hitam merupakan salah satu jenis burung yang anggun dan tersebar di dunia. Secara morfologis burung dara laut tengkuk hitam mempunyai ukuran tubuh agak kecil (31 cm), kaki pandek, sayap menajam panjang, paruh halus tajam dan sempit, berwarna sangat putih. Mempunyai ekor yang menggarpu sangat panjang, terdapat garis hitam yang jelas pada tengkuk, mahkota kepala putih, kecuali bintik hitam di depan mata dan garis lebar hitam pada tengkuk, tubuh bagian atas (dorsal) abu-abu pucat, tubuh bagian bawah (ventral) putih, iris mata coklat, paruh hitam dengan ujung kuning, kaki hitam (dewasa) atau kuning (anak).

Pada burung yang masih muda bagian mahkota kepala berbintik coklat, ada bintik coklat pada tengkuk. Burung anak (juvenil) dengan sisi kepala dan tengkuk coklat keabuan, tubuh bagian atas kecoklatan, bersisik kuning dan abu-abu. Burung dara laut dapat terbang dengan tangkas, dan sering terbang diam di atas air sambil mengepak-ngepakkan sayap sebelum menyelam untuk menangkap ikan kecil. Berkumpul dalam kelompok besar yang berputar-putar di tempat yang banyak ikannya. Sering ditemukan di pesisir, atau bahkan di laguna dan sungai yang jauh di pedalaman. Kebiasaan dari burung ini adalah senang berbaur dengan dara laut jenis lain di sepanjang pantai-pantai berkarang dan berpasir. Berbiak di karang-karang dan pulau-pulau kecil lepas pantai contohnya seperti Pulau Burok.

Setelah berputar-putar keliling pulau beberapa kali, akhirnya team bergerak pulang. Sayang sekali kami tak dapat menginjakkan kaki dipulau ini karena letak dan kondisinya yang tak memungkinkan untuk merapat. Selain arus deras yang menerpa, pulau ini juga dikelilingi oleh karang-karang cadas dan tajam, butuh persiapan lebih matang untuk dapat merapat, sungguh hal ini tak terduga sebelumnya.

 

                                                                         (T. Mohd. Sanir, Husnu Rizal dan Agus Nurza).

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook