Alpen Steel | Renewable Energy

~ Bencana Alam Maha Dahsyat Di Aceh

Earthquake and Tsunami in Aceh

Younger siblings, Indonesia is crying. Mengapa menangis? Why cry? Pastinya adik-adik sudah sangat tahu dua provinsi yang ada di ujung utara Pulau Sumatera, yakni Nanggroe Aceh Darusalam dan Sumatera Utara mengalami bencana alam yang mahadahsyat yakni gempa bumi dan gelombang tsunami. Certainly the brothers had very idea of two provinces in the northern tip of Sumatra island, the Nanggroe Aceh Darussalam and North Sumatra suffered the natural disaster that is mahadahsyat earthquake and tsunami. Bahkan, menurut ahli, gempa bumi yang terjadi di lautan dekat Aceh ini berkekuatan 9,0 skala richter. In fact, according to experts, the earthquake that occurred in the sea near Aceh was magnitude 9.0 Richter scale.

Wah, entah bagaimana getarannya sampai sebesar itu. Well, somehow the vibration to the size of it. Karena gempanya berpusat di lautan, dampaknya menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang akhirnya menenggelamkan banyak kota dan menewaskan puluhan ribu nyawa manusia. Since the earthquake centered in the ocean, the impact caused tsunami waves that eventually drowned many cities and killed tens of thousands of human lives. Tapi sebelumnya, adik-adik sudah tahu belum apa yang disebut dengan Tsunami itu? But first, the brothers already knew not what is called a tsunami?

Tsunami diambil dari bahasa Jepang yang secara harfiah berarti "ombak besar di pelabuhan". The tsunami was taken from Japanese, which literally means "big waves in the harbor". Tsunami merupakan sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. The tsunami is a wave that occurs after an earthquake, the sea earthquake, volcanic eruption, or meteor hit the ocean.

Tsunami sendiri merupakan suatu sistem gelombang gravitasi yang terbentuk akibat tubuh air laut mengalami gangguan dalam skala besar dan dalam jangka waktu yang relatif singkat. The tsunami itself is a system of gravity waves formed by sea water body impaired on a large scale and within a relatively short time. Ketika gaya gravitasi berperan dalam proses air laut mencapai kembali kondisi ekuilibrium, suatu seri gerakan osilasi tubuh air laut terjadi, baik pada permukaan laut maupun di bawahnya, dan tsunami terbentuk dengan arah rambat ke luar dari daerah sumber gangguan. When the force of gravity plays a role in the process of sea water reaches equilibrium again, a series of movement of sea water body oscillations occur, both at sea level or below, and a tsunami is formed by the vines out of the noise source.

Kebanyakan tsunami dihasilkan oleh gempa bumi, di mana pergeseran tektonik vertikal dasar laut di sepanjang zone rekahan pada kulit bumi menyebabkan gangguan vertikal tubuh air. Most tsunamis generated by earthquakes, where the vertical tectonic shift in the seabed along the rift zone in the Earth's crust cause vertical water bodies. Sumber mekanisme lainnya adalah letusan gunung api yang berada di dekat atau di bawah laut, perpindahan sedimen dasar laut, peristiwa tanah longsor di daerah pesisir yang bergerak ke arah air laut, ledakan buatan manusia dan tumbukan benda langit/meteor yang terjadi di laut. Another mechanism is the source of volcanic eruption near or under the sea, seabed sediment displacement, landslide events in the coastal areas are moving toward the sea, man-made explosions and collisions sky objects / meteors that occur at sea.

Tsunami bergerak ke luar dari daerah sumber sebagai suatu seri gelombang. Tsunamis move out from the source as a series of waves. Kecepatannya tergantung pada kedalaman air sehingga gelombang tersebut mengalami percepatan atau perlambatan ketika melintasi kedalaman yang berbeda-beda. Velocity depends on the depth of water so that the wave acceleration or deceleration when the depth across different. Proses ini juga menyebabkan perubahan arah rambat sehingga energi gelombang dapat menjadi fokus atau defokus. This process also causes changes in the direction of propagation of that wave energy can become the focus or defokus.

Pada laut dalam, gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sekitar 500--1000 km/jam. In the deep ocean, tsunami waves can be moving at about 500 - 1000 km / hour. Ketika mendekati pantai, rambatan tsunami menjadi lebih lambat hingga hanya beberapa puluh km/jam. When they approached the shore, the tsunami propagation is slower until only a few hundred km / hour. Ketinggian gelombang tsunami juga tergantung pada kedalaman air. Tsunami wave height is also dependent on water depth. Gelombang tsunami yang ketinggian hanya satu meter pada laut dalam, bisa berkembang menjadi puluhan meter pada garis pantai. Tsunami wave height of only one meter in the deep ocean, can grow to be tens of meters to the coastline.

Tidak seperti gelombang laut yang umumnya digerakkan angin yang hanya mengganggu permukaan laut, energi gelombang tsunami mampu mencapai dasar laut. Unlike ocean waves are wind-driven sea surface only interfere, the tsunami wave energy can reach the sea floor. Pada daerah dekat pantai, energi tersebut terkonsentrasi pada arah vertikal akibat berkurangnya kedalaman air dan pada arah horisontal akibat pemendekan panjang gelombang karena perlambatan gerak gelombang. In areas near the coast, the energy is concentrated in the vertical direction due to decreasing water depth and the horizontal direction due to shortening the wavelength of the wave motion due to the deceleration. Tsunami memilik rentang periode (waktu untuk satu siklus gelombang) dari hanya beberapa menit hingga lebih dari satu jam. Tsunami choose a range of periods (time for one wave cycle) from just a few minutes to over an hour.

Pada daerah pesisir, tsunami dapat memiliki berbagai bentuk ekspresi, tergantung ukuran dan periode gelombang, variasi kedalaman dan bentuk garis pantai, kondisi pasang surut, dan faktor-faktor lainnya. In coastal areas, tsunamis can have various forms of expression, depending on the size and period of waves, variations in the depth and shape of the coastline, tidal conditions, and other factors.

Pada beberapa kasus, tsunami dapat berupa gelombang pasang naik yang terjadi sangat cepat yang langsung membanjiri daerah pesisir rendah. In some cases, the tsunami tidal wave could be going up so fast that the immediate coastal areas flooded low. Pada kasus lainnya, tsunami dapat datang sebagai suatu dinding vertikal air yang bersifat turbulen dengan daya rusak tinggi. In other cases, the tsunami may come as a vertical wall of water that is turbulent with high destructive force. Arus laut yang kuat dan tidak lazim biasanya juga menemani tsunami berskala kecil. Strong ocean currents and are also unusual with small-scale tsunamis.

Berdasarkan jarak sumber penyebab tsunami dan daerah yang terancam bahaya, tsunami dapat dikelompokkan menjadi dua: tsunami lokal (jarak dekat) dan tsunami distan (jarak jauh). Based on the distance of the source and cause of the tsunami danger areas, the tsunami can be grouped into two: local tsunamis (short distance) and the tsunami standardized (long distance).

Sedangkan, daya hancur tsunami tergantung pada 3 faktor: inundasi (penggenangan), kekuatan bangunan/struktur, dan erosi. Meanwhile, the tsunami destroyed the power depends on 3 factors: inundasi (flooding), the strength of the building / structure, and erosion. Tsunami dapat menyebabkan erosi pada fondasi bangunan dan menghancurkan jembatan dan seawall (struktur penahan gelombang yang sejajar garis pantai). Tsunamis may cause erosion in the foundation of the building and destroyed the bridge and seawall (retaining structure parallel wave coastline). Daya apung dan daya seret dapat memindahkan rumah dan membalik mobil-mobil. The buoyancy and drag force can move the house and flipped cars. Benda-benda yang dibawa tsunami tersebut juga menjadi "peluru" yang sangat berbahaya sebab bisa menghantam bangunan atau benda lainnya.

Objects tsunami also brought a "bullet" is very dangerous because it could hit the buildings or other objects. Kebakaran bisa pula terjadi sebagai bahaya sekunder dan meyebabkan kerugian yang lebih besar lagi. Fires can also occur as a secondary hazard and led to greater losses again. Kerusakan sekunder lainnya adalah polusi fisik atau kimia akibat kerusakan yang telah terjadi. Other secondary damage is physical or chemical pollution due to the damage that has occurred. N Tyo/M-2 N Tyo/M-2

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook