Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pengikisan Di Daratan Pantai Tegal Makin Luas

Abrasi di Kabupaten Tegal Kian Parah

Abrasi yang terjadi di kawasan pantai utara Kabupaten Tegal kian parah. Selain hilangnya daratan pantai, abrasi juga mengakibatkan kerusakan tambak dan tanaman bakau.

Abrasi di Kabupaten Tegal seperti terjadi di wilayah Kecamatan Kramat dan Surodadi. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Warnadi, Kamis (2/7) mengatakan, abrasi terparah terjadi di Kecamatan Kramat, meliputi tiga desa, yaitu De sa Kramat, Maribaya, dan Munjungagung, sepanjang sekitar tiga kilometer.

Dalam tiga bulan terakhir, lebar daratan yang hilang mencapai lima hingga 30 meter. Kalau di Kramat, lebar pantai yang hilang mencapai 30 meter, yang di Munjungagung sekitar lima meter, ujarnya.

Selain itu menurut Warnadi, dari sekitar 40.000 tanaman bakau yang ditanaman setahun lalu, saat ini sekitar 30 persennya rusak. Selain itu, sekitar lima petak tambak dan gubuk milik petani juga rusak terkikis.

Ratim (50), petani tambak di Desa Kramat, Kecamatan Kramat mengatakan, hantaman ombak besar juga mengakibatkan saluran air yang menjadi penghubung laut dengan sungai di wilayah itu hancur. Kerusakan pada konstruksi tersebut membuat aliran air di sungai ti dak lancar sehingga menimbulkan pencemaran dan menyebabkan ikan di dalamnya mati.

Hancurnya tambak mengakibatkan petani kehilangan sumber penghasilan. Ratim juga mengaku kehilangan 1,5 petak tambak, dengan kerugian sekitar Rp 100 juta. Selain itu, ia juga kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan dari budi daya bandeng, sekitar Rp 5 juta sekali panen.  

 

Setiap Tahun

Menurut Warnadi, sebenarnya abrasi sudah terjadi sejak lama, dan hampir berlangsung setiap tahun. Biasanya, kondisi tersebut terjadi setiap musim ombak besar, yaitu saat musim angin barat (November-Januari) dan musim angin timur (April hingga Juni). Selam a lima tahun terakhir, lebar pantai yang hilang sudah mencapai sekitar 200 meter.

Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah serius menangani persoalan tersebut. Pembangunan bangunan pemecah gelombang, seperti yang sering dilakukan selama ini justru akan memperparah abrasi di daerah sekitarnya. Kalau ada groin (bangunan pemecah gelo mbang), justru wilayah di sebelahnya akan terkena abrasi semakin parah, karena ombak terpecah ke sekitarnya, katanya.

Upaya yang harus dilakukan yaitu menghijaukan kawasan pantai. Meskipun demikian ia mengakui, upaya tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemkab Tegal, Khofifah mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi abrasi. Hal tersebut di antaranya dengan membangun sabuk pantai di Desa Bojongsana dan Suradadi, Kecamatan Suradadi, yang merupakan daerah pemukiman.

Selain itu, pemerintah bersama masyarakat juga melakukan penghijauan, dengan menanam bibit bakau. Yang di Surodadi warga menanam pohon waru di sekitar pantai, yang di Kramat pohon bakau, katanya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian tanaman tersebut, dengan tidak menebangnya untuk kayu bakar. Saat ini, dari 27 kilometer panjang pantai di Kabupaten Tegal, sekitar 12 kilometer telah mengalami dampak abrasi. (WIE)

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook